Jumat, Maret 27, 2009

Pelangi Itu Ada Setelah Badai


"Sewaktu saya masih kecil, ibu saya sering bertengkar dengan ayah," ujar Amir membuka kisahnya




"Sewaktu saya masih kecil, ibu saya sering bertengkar dengan ayah," ujar Amir membuka kisahnya.

Ayah Amir yang sering keluar kota akhirnya tak kunjung kembali ke rumah. Bertahun-tahun kemudian, Amir beserta ibu dan adik-adiknya menyusul sang ayah ke Jakarta. Namun suatu hal yang tidak diharapkan terjadi. Selentingan yang selama ini didengarnya mengenai perselingkuhan ayahnya, telah nyata di depan matanya saat itu. Amir bahkan melihat langsung selingkuhan ayahnya. Dendam dirasakan Amir saat itu kepada ibu tirinya, karena baginya perempuan itulah yang menyebabkan ibunya sengsara selama ini.

Amir pun tumbuh menjadi seorang anak yang tidak bisa menghargai usaha orangtuanya. Seluruh uang yang diberikan ayahnya kepadanya, dipergunakannya untuk hal yang sia-sia. Judi, narkoba, mabuk-mabukan pun menjadi dunia Amir yang baru. Amir tidak pernah merasa sayang untuk menghabiskan uang yang diberikan kepadanya karena kapan pun ia memintanya, ayah dan ibu tirinya selalu mengabulkan seluruh permintaannya.

Sampai suatu ketika ayah Amir mengajaknya ke suatu tempat. Ternyata ayahnya selama ini melakukan bisnis haram, yaitu jual beli ganja. Amir semakin kehilangan arah dalam hidupnya. Figur seorang ayah yang seharusnya membimbing Amir ke jalan yang benar, tidak didapatkannya. Narkoba pun semakin mencengkeram hidup Amir.

Pada tahun 1984, orangtua Amir tertangkap polisi dan dijerumuskan ke dalam penjara. Kekosongan hidup Amir pun terus berjalan. Hilangnya kasih sayang dari orangtua telah menuntun Amir ke dunia narkoba. Sekali pun Amir telah beberapa kali meringkuk dalam jeruji besi, namun ia tetap bertahan hidup dalam dunia narkoba.

Hidup Amir semakin tidak terkontrol dan membuat keluarganya menderita. Hal sepele di rumah bisa mengakibatkan Amir marah besar dan memukul isterinya. Anak Amir yang masih kecil saat itu ketakutan melihat perilaku ayahnya yang senantiasa menyiksa ibunya dan terlihat seperti berniat untuk membunuh ibunya.

Tahun 1998, Amir benar-benar sudah kecanduan putaw dan sabu-sabu. Dari kecil, anak Amir harus menyaksikan ayahnya yang dengan bebas menggunakan barang-barang haram tersebut bersama-sama dengan teman-temannya. Perasaan isteri Amir semakin hancur melihat perilaku suaminya yang tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan.

Kehidupan Amir bukan semakin membaik, segalanya hanya semakin bertambah buruk. Amir mulai menjalankan bisnis putawnya sendiri. Barang haram itu telah demikian kuat mengikatnya sehingga ia sendiri pun tak dapat mengendalikan dirinya lagi.

Selain keterikatannya akan putaw, Amir memiliki sebuah keterikatan lain yang sangat membuat anak dan isterinya terpukul. Amir selingkuh dengan seorang mahasiswi dan secara terang-terangan memperkenalkannya kepada isterinya di rumah. Perasaan cinta isterinya terhadap Amir saat itu sepertinya sudah mati akibat tingkah laku Amir yang begitu menyakitkan. Tapi segala perasaan kecewa itu hanya dapat dipendam isterinya di dalam hati.

Keterikatan akan narkoba dan rusaknya hubungan keluarga pada akhirnya membuat Amir terasingkan. Keterpisahan dengan isteri dan anaknya menimbulkan sebuah keinginan di dalam hati Amir untuk memperbaiki hubungan dalam rumah tangganya. Amir berusaha untuk mendekatkan dirinya kembali kepada anak dan isterinya, tapi pintu hati isteri dan anaknya benar-benar sudah tertutup untuk Amir. Kesadaran itu menimbulkan keinginan di hati Amir untuk hidup normal, tapi Amir benar-benar tidak sanggup untuk lepas dari semua keterikatannya. Amir sudah berkecimpung cukup lama di dunia narkoba.

Di saat keputusasaan Amir memuncak, Amir berniat menjual tanak miliknya, harta terakhir yang dimilikinya. Amir membulatkan tekad di dalam hatinya, jika uang hasil penjualan tanah ini habis, maka itu sebagai pertanda akan akhir dari hidupnya. Ia berniat untuk bunuh diri. Saat Amir sedang membicarakan tanah yang akan djualnya kepada calon pembelinya, Amir disela dengan sebuah pertanyaan yang menyimpang. Ia menanyakan apakah Amir pernah terpikir untuk sekolah Alkitab? Tentu saja hal itu membuat Amir bingung, karena tidak ada hubungannya sama sekali antara tanah yang sedang ditawarkannya dengan sekolah Alkitab. Tapi saat itulah Amir ditangkap Tuhan.

Walau dapat dikatakan semuanya berawal dari keanehan, hati Amir tersentuh seakan-akan sebuah harapan kecil timbul dalam diri Amir untuk memperbaiki hidupnya sekali lagi.

"Saya memang berharap agar suami saya itu bisa menjadi orang yang mengenal Tuhan, jadi orang baik-baik," ujar isteri Amir.

"Saya hanya bisa merelakan saja supaya Bapak lebih dekat lagi dengan Tuhan, supaya Bapak bisa jadi seorang yang benar-benar takut sama Tuhan dan hanya boleh bersandar sama Tuhan," ujar putri Amir yang sudah beranjak remaja.

Dengan dorongan dari isteri dan anaknya, Amir pada akhirnya berhasil mengikuti pembinaan rohani tersebut. Pada awalnya, hidup keluarganya yang seperti benang kusut, sepertinya tak ada jalan keluar, namun ketika Amir bersama-sama dengan isteri dan anaknya datang kepada Tuhan, Tuhan sungguh-sungguh menunjukkan kepeduliannya akan setiap pergumulan anak-anak-Nya.

Pengampunan demi pengampunan terjadi. Amir menyadari bahwa selama ini ia menyimpan kekecewaan terhadap orangtuanya yang telah mengarahkan dia kepada keterikatannya akan narkoba. Dengan rendah hati, Amir mendatangi kedua orangtuanya dan meminta maaf atas perasaan dendam yang disimpannya selama ini. Pemulihan hubungan tidak hanya terjadi atas Amir dengan anak dan isterinya, namun juga dengan kedua orangtuanya. Anak perepuan Amir menyambut kembalinya sang ayah ke jalan Tuhan dengan penuh sukacita.

"Saya sudah tidak malu lagi. Kalau dulu kan Bapak saya itu tidak jelas, tapi sekarang teman-teman saya bisa melihat bahwa segala yang telah saya alami sampai akhirnya orangtua saya bisa bersatu kembali, itu karena Tuhan," ujar putri Amir.

"Kebaikan Tuhan yang saya rasakan setelah saya bertobat sangat banyak. Terutama dalam rumah tangga saya juga, saya merasakan keharmonisan yang dulu jarang saya dapatkan,"
Read More..

Kasih Tuhan Menyempurnakan Hidupku


Jamrano lahir dengan ayah yang tidak ada mempunyai kasih. Ia selalu mendapat perlakuan yang kasar dari ayahnya. Bila ayahnya sedang ada masalah selalu menumpahkannya di rumah. Anak-anak adalah sasaran utama. Rano pun menjadi sasaran empuk untuk dipukul oleh sang ayah




Jamrano lahir dengan ayah yang tidak ada mempunyai kasih. Ia selalu mendapat perlakuan yang kasar dari ayahnya. Bila ayahnya sedang ada masalah selalu menumpahkannya di rumah. Anak-anak adalah sasaran utama. Rano pun menjadi sasaran empuk untuk dipukul oleh sang ayah. Karena perlakuan ayahnya yang kasar, maka Rano tumbuh menjadi anak yang kasar dan keras. Rano ingin sekali memiliki ayah yang dapat dijadikan panutan dan teman bercerita. Tetapi kenyataannya ia tidak mendapatkannya. Saat itu Rano mempunyai satu keinginan. Suatu saat nanti bila ia sudah besar dan kuat, ia akan membunuh ayahnya. Hal itu ia tanamkan sejak ia kecil.

Dari saat duduk di bangku SMP, Rano sudah mengenal dan memakai narkoba dan minuman keras. Hal itu berlanjut sampai ia masuk ke STM. Kelakuannya menjadi-jadi. Ia menjadi anak yang suka memberontak. Ia bahkan sering memimpin teman-temannya untuk berkelahi dengan sekolah lain. Bahkan satu hari ia dan teman-temannya tawuran sampai tiga kali. Ia lakukan itu semua karena ingin melampiaskan amarahnya terhadap ayahnya. Dan ia merasa bangga melakukan itu semua

Pada suatu hari ia berkelahi dengan sekolah lain dan ia melukai anak dari jawara kampung lain. Saat itu Rano diincar untuk dibunuh. Pada saat ia naik bus, warga langsung menyerbu bus itu dan mengancam ingin membunuh Rano, tetapi karena Rano juga mengancam supir untuk tetap jalan, maka ia lolos dari maut.

Lolos dari kematian membuat Rano berpikir tentang hidupnya. ia merasa hidupnya tidak ada artinya. Ia berpikir hanya bila ia tidak mati muda, maka ia akan mendekam di penjara. Saat itu merasa tidak ada jalan lagi untuk meraih masa depannya. Ia sempat berpikir untuk bunuh diri. Tetapi ia kemudian berpikir bahwa bunuh diri bukanlah cara yang baik, karena bila ia mati maka ia akan masuk neraka. Pada saat itu juga ia merasa hidupnya ada di dalam sebuah lubang yang dalam, kecil, bau dan gelap. Bila saja ada yang bisa mengeluarkannya dari sana, ia akan ikut.

Ditengah kegundahannya, ia bertemu dengan kerabatnya dari luar kota. Kerabatnya mengajak ia untuk datang ke persekutuan. Di persekutuan itu, Rano bertemu dengan Tuhan. Ia merasa hancur hati saat itu. Ia mengingat semua dosa yang sudah ia lakukan, semua itu sia-sia. Ia ingin mengampuni semua orang yang telah melukai hatinya. Terutama papanya. Ia merasakan kedamaian dan kelegaan yang belum pernah ia rasakan. Kasih Tuhan yang luar biasa telah menjamah dan melembutkan hatinya.

Pertobatan telah merubah Rano menjadi lebih baik. Ia selalu berdoa untuk ayahnya. Ia mempunyai kerinduan sebagaimana Tuhan telah melembutkan hatinya, ia juga ingin ayahnya dilembutkan hatinya. Sampai pada suatu saat papanya mengalami stroke. Pada momen itulah Rano memberanikan untuk meminta maaf pada papanya. Ia mulai mengobrol dan akhirnya ia mengutarakan maksudnya untuk meminta maaf. Papanya juga akhirnya terbuka dengan masa lalunya. Pada saat itu Rano dan papanya menangis dan berpelukan. Itu adalah pelukan pertama mereka.

Akhirnya Rano berdoa untuk ayahnya dan pemulihan terjadi antara mereka. Luar biasa, hubungan ayah anak yang rusak selama 10 tahun kini telah dipulihkan oleh Tuhan. Walaupun pada akhirnya papanya menyerah dengan penyakitnya dan meninggal, tetapi tidak ada lagi penyesalan dalam hati Rano. Waktu yang sempit itu mereka gunakan sebaik-baiknya untuk saling menyayangi.

Setelah menerima Tuhan dalam hati, Rano merasa mempunyai masa depan lagi. Ia ingin hidupnya dipakai Tuhan. Didalam Tuhan ada cahaya terang yang membuatnya melihat dan ada pengharapan.
Read More..

Terpuruk Dalam Kasih Dan Pengkhianatan


Susi adalah seorang jurnalis. Demi mendapatkan berita yang up to date dari seorang narasumber yang bernama Timothy, Susi harus menunggu di depan kost Timothy sampai empat jam lamanya




Susi adalah seorang jurnalis. Demi mendapatkan berita yang up to date dari seorang narasumber yang bernama Timothy, Susi harus menunggu di depan kost Timothy sampai empat jam lamanya. Pada waktu itu Timothy memang tidak mau menemui siapa pun, terutama wartawan. Sedangkan Susi sendiri tidak mau beranjak sebelum Timothy keluar. Karena kegigihan Susi untuk menunnggunya sampai berjam-jam, Timothy pun akhirnya mempersilahkan Susi untuk masuk.

Interview pertama Susi dan Timothy ternyata berjalan dengan sangat baik. Timothy dapat membicarakan banyak hal bersama Susi dan hal itu pada akhirnya sangat membantu pekerjaan Susi. Timothy dan Susi pun pada akhirnya menjadi semakin akrab melalui pertemuan-pertemuan interview. Dan tanpa disadari, hubungan yang tadinya hanya sebatas hubungan kerja berkembang menjadi hubungan sepasang kekasih. Perasaan kasih mulai bertumbuh di hati Susi dan ia mulai berpikir mungkin Timothy adalah jodohnya karena profil yang diingini dari seorang lelaki ada pada Timothy.

Hubungan yang lewat batas pun akhirnya dijalani Susi dan Timothy. Pada waktu itu Susi sendiri berpikir bahwa hal itu bukan merupakan suatu hal yang tabu, namun menjadi suatu hal yang umum dilakukan orang-orang yang berusia di atas 20 tahun. Konsekuensi dari perbuatan itu pun tidak dipikirkan oleh Susi. Sampai akhirnya Susi mengetahui kalau dirinya telah hamil.

Timothy tidak siap mendengar kabar itu. Apalagi Timothy sendiri sedang menunggu proses keberangkatannya ke luar negeri. Saat Susi mengatakan keinginannya agar mereka menemui orang tua Susi, sebenarnya pada waktu itu Timothy bermaksud mengatakan dengan terus terang kepada keluarga Susi bahwa ia akan pergi meninggalkan Susi yang sedang hamil. Namun Susi melarang maksudnya itu. Karena menurut Susi, kalau sampai orang tuanya tahu Susi sudah hamil, Timothy pasti akan dilarang untuk pergi ke luar negeri. Sedangkan Susi sangat yakin pada cinta Timothy dan percaya Timothy pasti akan kembali lagi untuk menjemputnya. Susi dan Timothy pun berpisah dengan satu komitmen bahwa mereka pasti akan menikah.

Akhirnya Timothy pergi menemui keluarga Susi dan meyakinkan mereka bahwa ia akan secepat mungkin kembali untuk menjemput Susi dan menikahinya. Namun mengenai kehamilan Susi, hal itu masih dirahasiakan. Kepergian Timothy tidak dapat dihindari. Susi hanya bisa menerima dan percaya bahwa kekasihnya akan kembali untuk menjemput dirinya dan anak yang dikandungnya. Walaupun kepergian sang kekasih membawa kesedihan yang sangat mendalam, di depan Susi saat ini menanti hal penting yang perlu diungkapkan kepada keluarganya, yaitu kehamilannya.

Ketika semua saudaranya berkumpul, Susi pun menceritakan perihal kehamilannya. Mama Susi hanya bisa menangis, papa Susi hanya terdiam dan tidak banyak bicara, sedangkan kakak laki-laki Susi langsung menolaknya untuk menjadi adiknya lagi. Semua keluarganya menuntut Susi untuk menggugurkan kandungannya namun Susi bertekad untuk tetap mempertahankannya. Susi tidak mau membuat kesalahan baru demi menutupi kesalahan sebelumnya. Susi sangat ingin melahirkan bayi yang sedang dikandungnya. Susi hanya bisa berkata kepada keluarganya bahwa ia ingin bertanggung jawab dan Susi percaya Timothy pasti akan bertanggung jawab.

Karena Susi tetap mempertahankan kehamilannya, saudara-saudaranya pun menyerah. Namun sebagai konsekuensinya, Susi harus keluar dari rumah. Tetapi karena ada salah satu kerabat keluarga yang menasehati, Susi pun diterima kembali di dalam keluarga. Sembilan bulan kemudian Susi pun melahirkan anaknya, Mario.

Susi tidak pernah membayangkan bahwa proses persalinan itu ternyata sangat menyakitkan. Perasaan bersalah melingkupi hati Susi. Selama bertahun-tahun, Susi membesarkan Mario dengan cinta sambil menanti di dalam doa untuk hari dimana Timothy akan datang menjemput mereka. Apa yang ada di hati Susi hanya satu, mempertahankan kelahiran Mario adalah suatu kebenaran dan Timothy pasti akan bertanggung jawab. Susi sangat yakin cepat atau lambat Susi akan kembali bertemu dengan Timothy dan mereka akan menikah.

Suatu hari Timothy kembali dan bertemu dengan Susi. Tanpa diduga, Timothy mengatakan bahwa dirinya telah menikah. Namun saat Timothy melihat Mario, hatinya langsung luluh. Dipenuhi perasaan bersalah, Timothy menyatakan kembali keinginannya untuk bertanggung jawab. Timothy berjanji akan mencari jalan keluar dan membicarakan masalah Susi dan Mario kepada istrinya. Walau dianggap bodoh, Susi tetap memegang teguh janji yang diucapkan kekasihnya. Walaupun Timothy telah memiliki yang lain, Susi tetap teguh dan percaya bahwa dirinya dan Timothy adalah jodoh dan suatu hari mereka pasti akan bersatu.

Hingga beberapa bulan kemudian, penantian itu pun berakhir. Susi menerima email dari Timothy yang berisi permintaan maaf karena tidak bisa memenuhi janjinya kepada Susi. Saat mendapat penolakan yang kedua kali dari orang yang sama, Susi sangat marah dan tidak mau mengampuni Timothy lagi. Susi hanya berpikir bagaimana mungkin Timothy bisa berlaku sejahat itu kepada dirinya.

Dunia Susi pun runtuh seketika. Impian yang disimpannya selama bertahun-tahun tidak akan pernah terjadi. Susi sempat mempertanyakan Tuhan, kenapa keadaan menjadi seperti ini, kenapa Tuhan tidak menjawab doanya. Depresi akibat beban hatinya yang berat membuat Susi harus dirawat di rumah sakit. Di dalam hati kecilnya Susi tahu bahwa dirinya melakukan suatu hal yang salah. Melalui buku hariannya, Susi berseru kepada Tuhan akan kerinduan hatinya untuk memiliki suami yang baik.

Suatu pagi Susi mendengarkan sebuah renungan. Renungan itu membahas Matius 6:33, "Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu." Khotbahnya berkata kalau kamu tidak tetap hati, seperti rel kereta api kalau kakimu bercabang, satu saat nanti kamu akan patah karena jalannya berbeda. Susi terus berdoa sampai akhirnya Tuhan menyingkapkan begitu rupa sehingga Susi menyadari bahwa hidup yang selama ini dia jalankan itu salah. Susi menyerahkan hatinya kepada Tuhan dan rindu untuk melakukan apa yang Tuhan mau. Tuhan berbicara dalam hati Susi, "Anak-Ku, hapus air matamu dan ikut Aku. Aku mengasihimu." Susi pun menyerahkan Timothy dan istrinya ke dalam tangan Tuhan dan melupakan apa yang telah lalu.

Semenjak kejadian itu, Susi merasakan kelegaan di dalam hatinya. Susi pun mengirim surat kepada Timothy dan istrinya yang isinya adalah surat berkat. Dalam suratnya Susi menulis, "Saya memberkati kalian. Saya tidak berjodoh dengan Timothy, kalian yang berjodoh. Saya berdoa supaya kalian membina hidup kalian baik-baik demi anak perempuan kalian. Tuhan akan pelihara saya dan Mario."

Susi pun hidup dengan berserah penuh kepada Tuhan dan memberikan hidupnya untuk menjadi berkat bagi orang lain. Suatu hari Susi berbincang-bincang dengan teman lamanya. Saat itu temannya sempat menanyakan tentang pasangan hidup. Dalam perbincangan itu, Susi hanya memberikan dua kriteria kalau memang Tuhan akan memberikan pasangan hidup baginya. Yang pertama ia takut akan Tuhan, dan yang kedua ia akan merestui Susi untuk terlibat dalam pelayanan. Temannya ini kemudian menyarankan Susi untuk mendoakan seorang kenalannya. Lalu Susi pun doa puasa untuk hal itu. Susi belum mengenal sosok pria ini sama sekali.

Kira-kira bulan April, saat Susi datang di doa Jumat, itu adalah kali pertama Welly, pria yang didoakan Susi, melihat Susi. Mereka tidak saling mengenal sebelumnya. Welly sendiri memiliki kebiasaan untuk mendoakan semua orang yang datang di pertemuan doa itu sebelum ia tidur. Hanya saja terjadi sesuatu, karena doa Welly mentok kepada Susi yang pada waktu itu belum dikenalnya.

Suatu hari Minggu, Welly sedang bertugas menjadi penerima tamu. Saat Susi datang, Welly pun menyapa Susi, menanyakan kabarnya dan menyatakan keinginannya untuk berbicara kepada Susi. Susi pun tidak menyangka bahwa sesuatu yang luar biasa terjadi malam itu. Saat itu Welly hanya meminta Susi untuk menceritakan semua persoalan hidupnya kepadanya. Welly hanya berkata untuk Susi tidak lagi merasa tertolak karena masa lalu meskipun banyak kepahitan yang telah ia alami di masa lalunya. Mendengar perkataan Welly, airmata Susi pun pecah. Di hadapan Welly Susi menangis dan berkata, ia lelah karena semua orang memandang dirinya sebagai perempuan yang tidak baik.

Saat Susi menangis di hadapan Welly, sesuatu yang supranatural terjadi pada Welly. Ia melihat cahaya yang sangat terang, sehingga Welly pun tidak dapat menatap Susi. Sementara hal itu terjadi, ada suara Tuhan yang berbicara, dan Welly sangat yakin kalau itu adalah suara Tuhan. Suara itu berkata, "Teman, kamu sudah melakukan tugas kamu dengan baik. Dan kamu harus bertanggung jawab atas tugas ini." Welly pun meresponi suara itu dari dalam hatinya. Setelah itu, Welly pun berkata kepadanya untuk tidak takut. Mulai hari ini tidak akan ada lagi orang yang menolak Susi, terutama Welly. Saat itu juga Welly melamar Susi untuk menjadi calon istrinya.

Susi kaget. Susi hanya dapat melihat Welly dengan tidak percaya. Susi bingung dan hanya dapat terdiam. Welly pun meminta Susi untuk tidak menjawabnya sekarang. Welly meminta Susi untuk pulang dan berdoa untuk hal ini.

Dalam kebingungannya, Susi hanya mengatakan kepada Tuhan, "Tuhan, saya minta tanda. Tapi kok hari pertama ketemu langsung dilamar? Apa yang harus saya lakukan?" Dengan masa pertemuan yang sangat singkat, Susi pun menerima lamaran Welly. Walau sempat ditentang oleh beberapa pihak, Welly dan Susi tetap bersepakat untuk mengikat janji satu sama lain. Oleh karena keteguhan hati Susi dan Welly, hati yang keras pun dilembutkan. Pernikahan pun dapat dilangsungkan.

Tadinya setiap kali Susi berdoa, Susi meminta Tuhan untuk menjawab doanya seperti apa yang Susi mau. Dan ternyata dalam 12 tahun itu, Tuhan memproses karakter Susi. Kalaupun 11 tahun yang lalu Susi menikah, Susi sadar karakter, emosi dan egonya pasti akan muncul di permukaan, belum terbentuk seperti saat ini. Bagi Mario sendiri, kejadian ini menjadi suatu hal yang sangat ia syukuri karena pada akhirnya ia bisa memiliki seorang ayah dan memiliki keluarga yang lengkap.

"Bagi saya, Tuhan itu luar biasa setia dan ajaib. Saya tidak pernah melihat Tuhan tidak menjawab doa saya. Doa-doa saya selalu Tuhan jawab. Sekalipun jawaban doa itu tidak seperti yang saya bayangkan, tapi Dia memberi jauh lebih baik daripada apa yang saya harapkan. Mungkin doa saya itu hanya minta roti tawar, tapi ternyata Tuhan memberi saya roti coklat manis," ujar Susi menutup kesaksiannya.
Read More..

Kamis, Maret 19, 2009

Haruskah Anda Meninggalkan Dunia Bisnis Untuk Pelayanan?


Jika Anda bekerja dunia bisnis sekuler tetapi justru bermimpi untuk bekerja di sebuah gereja atau pelayanan, apakah itu artinya Anda harus keluar dari pekerjaan Anda yang sekarang dan pindah jalur? Tidaklah perlu. Tuhan mungkin saja memanggil Anda untuk merubah karir, tetapi pertama, Anda perlu menyelidiki kemungkinannya




Jika Anda bekerja dunia bisnis sekuler tetapi justru bermimpi untuk bekerja di sebuah gereja atau pelayanan, apakah itu artinya Anda harus keluar dari pekerjaan Anda yang sekarang dan pindah jalur? Tidaklah perlu. Tuhan mungkin saja memanggil Anda untuk merubah karir, tetapi pertama, Anda perlu menyelidiki kemungkinannya.

Berikut bagaimana Anda bisa membedakan dan merespon panggilan Tuhan untuk karir Anda:

Bersandarlah pada Tuhan untuk memimpin Anda kepada pekerjaan terbaik di waktu yang terbaik. Ketahuilah bahwa Tuhan akan membawa beragam ketertarikan Anda yang unik, talenta, kemampuan, dan pengalaman-pengalaman Anda kepada jalur karir yang ia pimpin. Percayailah Ia untuk memperlengkapi dan memakai Anda. Berdoalah sehubungan dengan keputusan-keputusan karir Anda, dengarlah bimbingan Tuhan daripada hanya mengikuti perasaan-perasaan Anda.

Jadilah spesifik. Daripada hanya mengumpulkan keinginan-keinginan yang masih semu untuk pergi ke pelayanan atau sejenisnya, berpikirlah dengan baik mengenai beragam pilihan dan identifikasikanlah sebuah tipe pekerjaan yang paling cocok dengan Anda. Juga pertimbangkanlah organisasi apa yang Anda ingin pergi untuk bekerja - sebuah gereja, lembaga amal, kelompok misi, atau bahkan perusahaan konsultasi yang bekerja dengan gereja-gereja?

Berkembanglah dimana Anda tertanam sekarang. Setialah dalam pekerjaan dimana Anda berada sekarang sebelum Anda pindah ke pekerjaan Anda selanjutnya di masa depan. Praktikkanlah melayani kepada orang-orang yang Anda ketahui di lingkungan Anda sekarang. Sadarilah bahwa Anda bekerja di marketplace sekuler sama kudusnya dengan pelayanan tradisional jika Anda melakukan yang terbaik dan bekerja untuk kemuliaan Tuhan. Buatlah transisi hanya jika Anda tidak bisa membayangkan melayani Tuhan dengan cara lain selain pelayanan penuh waktu.

Ujilah ‘air' pelayanan. Uji cobalah beberapa pekerjaan pelayanan paruh waktu atau sukarelawan selagi bekerja di pekerjaan sekuler Anda.

Work-MinistryCarilah bimbingan dari doa dan Alkitab. Kejarlah pengetahuan akan keinginan Tuhan melalui dua saluran utama berkomunikasi yang telah Ia buka dengan Anda.

Kembangkanlah pernyataan-pernyataan visi dan misi pribadi. Berpikirlah dan berdoalah mengenai pernyataan sederhana yang merangkum misi-misi Tuhan dalam hidup Anda dan itu berdasarkan Firman Tuhan dan berorientasi kepada Injil. Lalu ciptakanlah sebuah pernyataan visi yang menyatakan pernyataan misi Anda menjadi gol-gol spesifik yang mendefinisikan bagaimana Anda berencana untuk menyelesaikan misi Anda.

Carilah konseling bijaksana. Tanyakanlah kepada orang yang Anda percayai dan mengenal Anda dengan baik - seperti teman-teman dekat atau anggota keluarga - untuk memperluas perspektif Anda sebagaimana Anda membedakan panggilan Tuhan dari karir Anda. Undanglah mereka untuk membawa kembali ke kenyataan ketika mereka berpikir Anda telah keluar jalur, dan merangkul Anda untuk mengambil resiko ketika mereka berpikir Anda telah berada di jalur yang benar.

Ambillah perhatian-perhatian keluarga Anda dengan serius. Berbicaralah terbuka dan jujur dengan pasangan Anda dan anak-anak Anda mengenai mimpi-mimpi Anda untuk karir Anda. Dengarkanlah dengan baik ungkapan-ungkapan yang mereka ekspresikan. Jika keluarga Anda tidak mendukung potensial perpindahan Anda untuk pelayanan penuh waktu, jangan kelabakan. Melainkan, lewatilah cerminan dari kehidupan Anda tersebut dan hadapilah dengan isu-isu yang Anda lihat disitu.

Pertimbangkanlah kesempatan-kesempatannya dan biaya-biayanya. Carilah kesempatan-kesempatan sebelum Anda memilih untuk memasuki pelayanan penuh waktu, dan bandingkan mereka dengan pengorbanan-pengorbanan yang mungkin saja harus Anda lakukan.

Telitilah kualifikasi-kualifikasi pendidikan Anda. Sadarilah bahwa Anda mungkin saja membutuhkan pendidikan lebih agar lebih efektif dalam pekerjaan pelayanan sepenuh waktu. Pertimbangkan untuk pergi ke seminar, mengambil kursus online, dan mendapatkan training yang akan menolong Anda melayani dengan sempurna. Pelajarilah semua yang Anda dapat mengenai Alkitab hingga memiliki dasar Alkitab yang kuat untuk memulai pekerjaan.

Buatlah keputusan yang diketahui. Jagalah visi Anda dalam pikiran ketika membuat keputusan Anda, jangan menjadikannya kosong, dan pastikanlah bahwa itu realistik, tepat pada waktunya, publik, dan untuk waktu yang panjang.

Percayalah kepada Tuhan dan carilah konfirmasi. Tunggulah Tuhan untuk datang kembali pada waktuNya setelah Anda membuat keputusan Anda, dan bersandarlah kepadaNya untuk mengatur keadaan bagi Anda untuk ganti pekerjaan.

Jangan melihat ke belakang. Sekali Anda telah melepas untuk mengejar karir Anda yang baru, jangan biarkan apapun menahan Anda dari belakang untuk bergerak selanjutnya dengan sepenuh hati.

Buatlah strategi keuangan untuk membuat perubahan dengan baik. Mengertilah bahwa merencanakan keuangan Anda adalah tindakan dari iman dan ketaatan yang mendemonstrasikan kepada Tuhan bahwa Anda mengambil panggilan Dia dengan serius.

Cari tahu bagaimana untuk menggunakan kemampuan-kemampuan Anda yang telah ada dengan baik untuk pekerjaan baru Anda. Bentuklah kembali kemampuan-kemampuan marketplace sekuler yang sudah Anda miliki hingga Anda bisa mengaplikasikannya untuk pekerjaan pelayanan Anda.

Work-MinistryLawanlah kesendirian. Bersiaplah untuk terkadang merasa sendiri setelah Anda mulai bekerja pelayanan penuh waktu, sehubungan dengan sedikitnya privasi dan banyaknya permintaan yang membatasi waktu Anda untuk pertemanan-pertemanan yang erat. Jagalah waktu renungan pribadi Anda, begitu juga waktu dengan pasangan dan anak Anda. Kelolalah pertemanan-pertemanan Anda yang telah ada, ingatlah bahwa teman-teman lama Anda mengetahui Anda lebih baik daripada teman-teman baru Anda.

Kalahkan ketakutan. Ingatlah bahwa, dengan Tuhan di sisi Anda, Anda tidak memiliki alasan apapun untuk takut. Pilihlah untuk memuji Tuhan apapun yang terjadi, bahkan ketika Anda melalui keadaan-keadaan yang menakutkan. Berdoalah untuk setiap ketakutan Anda dan serahkanlah mereka kepada Tuhan, percayailah Ia untuk melepaskan Anda dari kuasa mereka atas Anda. Tunggulah Tuhan untuk menjawab doa-doa Anda dengan cara-cara yang penuh kuasa. Larilah dari dosa apapun yang menyebabkan ketakutan dalam hidup Anda dan berpusatlah dengan damai melakukan pekerjaan yang Tuhan berikan kepada Anda.

Hadapi pihak oposisi. Ketika seseorang dekat dengan Anda seperti anggota keluarga atau anggota kunci gereja melawan pelayanan atau panggilan Anda, bersandarlah pada kekuatan Tuhan untuk mendapatkan Anda melalui krisis dan ketahuilah bahwa ia menggunakan pengalaman untuk menguatkan karakter Anda dan menumbuhkan kedewasaan Anda. Ingatlah bahwa setiap orang tidak sempurna dimanapun berada; janganlah terkejut ketika Anda menghadapi orang yang sulit dan perilaku-perilaku dan kebiasaan-kebiasaan menyakitkan di gereja. Mengertilah isu-isu yang umumnya menyebabkan orang oposisi: perubahan, kontrol dan otoritas, konflik dan konfrontasi, dan sedikitnya komitmen untuk kesempurnaan. Jika Anda yakina akan panggilan Tuhan untuk melayani, bertekunlah dalam ketaatan Anda, tak peduli apapun.

Read More..

Pemulihan Pasca Perceraian


Hidup dengan perceraian adalah hal yang menyedihakan, membingungkan dan frustrasi. Anda akan mengalami hari yang baik maupun terlihat buruk. Fokuslah pada hubungan Anda dengan Tuhan dan hadapi ketakutan, rasa malu dan emosi Anda




Hidup dengan perceraian adalah hal yang menyedihakan, membingungkan dan frustrasi. Anda akan mengalami hari yang baik maupun terlihat buruk. Fokuslah pada hubungan Anda dengan Tuhan dan hadapi ketakutan, rasa malu dan emosi Anda. Bila Anda merasa tidak ada kekuatan lagi, jangan berhenti. Lakukan segala sesuatu tidak dapat berubah dalam semalam. Mulailah dengan langkah kecil dan terus melangkah.

Banyak hal yang akan Anda pikirkan dan putuskan. Mungkin hidup Anda akan berubah dan banyak hal yang tidak diharapkan akanterjadi. Sekarang pa yang Anda lakukan? Yesus berkata dalam Matius 6:34 "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Yesus akan membimbing Anda untuk tidak mengkuatirkan hati esok dan buat rencana dalam hidup Anda. Cobalah pakai strategi ini dengan menggunakan 2 daftar:
•· Pada daftar yang pertama tuliskan hal-hal yang Anda kuatirkan: tentang keputusan Anda, semua detil yang harus Anda urus, dan hal-hal yang mengkuatirkan lainnya.
•· Dalam daftar yang kedua tuliskan apa yang dapat Anda lakukan sekarang. Doakan daftar itu, percayalah pada Tuhan.
•· Fokus pada daftar yang kedua. Bila Anda mulai bingung lagi, berdoa lagi dan lakukan yang terbaik.
•· Lakukan itu setiap hari. Tetap tuliskan hal-hal tersebut dan lakukan usaha terbaik Anda untuk dapat keluar dari situasi ini.

Bila Anda sebagai orangtua, Anda pasti tahu bahwa sangat menyakitkan bagi anak untuk menghadapi perceraian orangtuanya. Mungkin Anda sudah berusaha keras untuk melindungi anak Anda dari kerasnya kehidupan tetapi justru hal itu terjadi dalam keluarga Anda sendiri.

Anda dapat mencegah anak Anda untuk berespon negative tentang keadaannya. Anda mempunyai tanggungjawab untuk menolong anak Anda untuk mengalami pengalaman iman.
Menjadi contoh untuk anak Anda dan dengarkan anak Anda. Anda dapat membagikan penglaman iman Anda dengan anak. Mungkin anak akan memberontak dan tidak dapt menerima keadaan ini. Sama seperti Anda yang bergumul dengan ketakutan, rasa malu, kekuatisan, dll. Ajarkan anak untuk jujur dengan apa yang mereka rasakan saat itu. Pakailah hikmat dalam membimbing anak Anda.

Dalam Mazmur dijelaskan bagaimana emosi hati penulis dalam menghadapi pengalaman yang menyakitkan dalam kehidupan. tetapi mereka dapat berjuang dengan iman.

Jangan gunakan anak Anda sebagai dalih sebagai alasan Anda untuk bercerai dengan pasangan Anda. Anak akan mengerti dan akan merasa bersalah seumur hidup mereka. Jangan juga menyembunyikan hal ini pada anak Anda. Justru dengan hal ini, Anda diharapakan dapat mengarahkan pergumulan ini kearah yang benar, yaitu kepada Tuhan. Jadilah orangtua yang bijaksana dan jadi contoh yang baik bagi anak.

Hal yang paling penting adalah berdoa dengan anak Anda selalu. Sediakan waktu khusus untuk hal ini. Ajarkan pada mereka untuk tetap mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Dan apapun keadaan Anda, mengucap syukurlah senantiasa.
Read More..

Indahnya Pengampunan


Gladys adalah isteri dari pendeta Graham Staines yang berasal dari Australia. Dalam pelayanan mereka ke Orissa, India, Gladys harus kehilangan suami dan juga kedua anaknya dalam sebuah kekerasan yang terjadi di sana




Gladys adalah isteri dari pendeta Graham Staines yang berasal dari Australia. Dalam pelayanan mereka ke Orissa, India, Gladys harus kehilangan suami dan juga kedua anaknya dalam sebuah kekerasan yang terjadi di sana. Namun dalam suasana penuh duka seperti itu, Gladys menyatakan bahwa ia memaafkan pembunuh suami serta kedua anaknya. "Saya telah memaafkan pembunuh suami saya dan tidak memiliki kebencian. Karena pengampunan membawa kesembuhan dari kebencian dan kekerasan," tegas Gladys. Setelah kematian suami dan kedua anaknya, ia tetap tinggal di Orissa dan meneruskan pelayanan yang dimulai oleh suaminya di rumah kaum penderita lepra.

Pengampunan adalah jalan yang menghubungkan kembali pemulihan hubungan yang terputus antara Allah dan manusia. Allah melakukannya dengan menjelma menjadi manusia serta mengalami penderitaan sebagai ganti hukuman yang mestinya diterima oleh manusia.

Pengampunan yang dilakukan secara tulus dan sukarela atas kesalahan orang lain - entah kecil maupun besar - akan menyembuhkan luka hati yang ada pada dirinya sendiri. Hal itu juga mendatangkan pemulihan atas hubungan yang retak.

Tuhan Yesus menempatkan pengampunan antar sesama itu sebagai prasyarat pengampunan yang disediakan Allah bagi manusia. Jika seseorang bersedia mengampuni kesalahan sesamanya, Allah juga akan mengampuni kesalahan orang itu, begitu pula sebaliknya. Dampak pengampunan itu tidak hanya dirasakan oleh pribadi yang bersangkutan, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.

Orang yang tidak bisa memaafkan orang lain adalah orang yang memutuskan jembatan kehidupan yang harus dilaluinya.
Read More..

Jumat, Maret 06, 2009

Pasangan, Sebuah Cermin Diri


Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih banyak meniru perbuatan orangtuanya daripada mengikuti perkataan mereka. Kebenaran ini didapati oleh Gary Smalley, penulis buku Seandainya Ia Tahu, juga berlaku pada orang dewasa, terutama pasangan suami-istri




Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak lebih banyak meniru perbuatan orangtuanya daripada mengikuti perkataan mereka. Kebenaran ini didapati oleh Gary Smalley, penulis buku Seandainya Ia Tahu, juga berlaku pada orang dewasa, terutama pasangan suami-istri.

Seorang istri secara tidak sadar lebih bersedia mengikuti sikap suaminya jika mereka mempunyai hubungan yang baik dan ia mengaguminya. Sayangnya, hal sebaliknya yang sering terjadi. Seringkali para suami banyak menuntut istrinya untuk berubah, maupun sebaliknya sang istri menuntut suami untuk berubah, namun dirinya sendiri belum menjadi teladan yang baik dalam hal yang dituntutnya.

Gary sendiri pernah mencoba mengubah istrinya dibidang tertentu selama beberapa bulan. Dia berusaha membujuknya, mempermalukannya, mengancamnya untuk tidak diajak berlibur, dan berbagai macam cara lainnya, namun istrinya tidak juga berubah.

Semakin banyak ia bicara, semakin sedikit ia didengarkan. Akhirnya ia menyadari bahwa sikapnya tidak menunjukkan kasih. Dia membuat keputusan bahwa dirinya tidak akan bicara lagi tentang masalah tersebut, sampai dia bisa menjadi teladan dalam hal itu. Dia sadar bahwa dia menghakimi istrinya dalam hal-hal yang dirinya juga masih belum benar.

Ia berkata kepada istrinya,"Norma, saya telah berpikir untuk berusaha berubah, dan saya siap memulainya. Saya akan berhenti mengganggumu."

"Kamu tahu,"jawab Norma. "Saya sendiri juga sedang berpikir tentang diri saya dan ingin berubah, khususnya dalam hal-hal yang mengganggumu."

Istrinya menunjukkan sebuah sikap yang sungguh berbeda, ketika Gary membuat suatu pendekatan yang baru. Sebuah kebenaran diungkapkan istrinya, mengapa ia sulit untuk berubah.

"Gary, kamu tahu salah satu alasan mengapa saya sulit menghentikan beberapa kebiasaan buruk saya? Sebabnya adalah sikap kamu yang keterlaluan. Ketika kamu mengkritik saya, saya jadi kehilangan minat dan energi untuk berubah. Dan kamu begitu penuh kebencian ketika mengkritik saya sehingga saya tidak mau menjadi lebih baik karena hal itu hanya akan menguatkan sikapmu yang busuk."

Apa yang diungkapkan oleh Norma diatas mungkin juga dirasakan oleh pasangan Anda. Memang setiap orang harus terus bertumbuh dan berubah, namun kritikan dan tuntutan tidak membuat segala sesuatu menjadi lebih baik. Bahkan mungkin akan memperburuk hubungan Anda.

Pasangan Anda adalah cermin kehidupan Anda. Jika ada hal-hal yang tidak Anda sukai pada diri pasangan Anda, pertama yang perlu Anda perhatikan adalah apakah Anda sudah menjadi teladan yang baik dalam hal tersebut? Kasih menutupi banyak kesalahan, jika Anda mengasihi pasangan Anda, yang Anda lihat adalah hal-hal baik pada dirinya. Sebuah keteladanan akan lebih berkuasa daripada ribuan kata-kata.
Read More..

Jadilah Asin!


Dalam sebuah perjalanannya ke Israel, John D. Beckett, penulis buku "Loving Monday" mengunjungi suatu tempat yang diyakini sebagai tempat dimana Yesus berbicara tentang garam dan terang dunia dalam rangkaian Kotbah di Bukit




Dalam sebuah perjalanannya ke Israel, John D. Beckett, penulis buku "Loving Monday" mengunjungi suatu tempat yang diyakini sebagai tempat dimana Yesus berbicara tentang garam dan terang dunia dalam rangkaian Kotbah di Bukit.

Dia bercerita dalam bukunya, "Saya memandang jauh ke bukit-bukit indah yang mengelilingi Danau Galilea yang berwarna biru langit. Tempat itu sangat mempesona. Tatkala berbicara pada kerumunan orang banyak, Yesus menyadari bahwa pada bukit-bukit di atas danau itu ada ribuan orang dari berbagai desa kecil yang juga ingin mendengar sabdanya. Oleh sebab itu Dia memohon dengan sangat supaya mereka yang mendengar sabda-Nya meneruskan berita itu kepada orang-orang yang ada di sekeliling mereka."

Ya, itu sangat benar. Itulah mengapa Yesus berkata, "Kamu adalah garam dunia." Bagi mereka pada saat itu, "garam" artinya adalah zat yang dapat mengawetkan dan juga menimbulkan kehausan. Pada waktu mereka mendengarkan panggilan ini, mereka menyadari bahwa dalam menjalankan fungsi mereka sebagai garam, hal itu bisa juga mendatangkan kepediahan. Meskipun demikian Yesus tetap berkata, "Jadilah asin."

Inilah petunjuk Yesus selanjutnya, "Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu."

Hal tersebut menegaskan bahwa sebagai orang percaya kita tidak boleh menyimpan berita kabar baik itu seorang diri saja. Kita harus menyatakan iman kita dalam tindakan nyata sehingga terang itu dapat menerangi orang lain dan garam itu dapat mengasinkan kehidupan orang lain.

Panggilan ini telah sampai kepada setiap kita hari ini. Kita adalah garam. Kita adalah terang. Kita adalah duta-duta kerajaan Allah, baik dalam bisnis, di dalam studi, di rumah, dan di manapun kita berada.

Setiap kali Anda menjalani hari yang baru dalam kehidupan Anda, sadarilah sebuah perintah yang Tuhan Yesus berikan dalam hidup Anda, "Jadilah asin." Sebab Dia berkata, "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang." (Matius 5:13).

Jika hidup Anda sudah tidak terasa asin lagi, tidak ada orang lain yang merasakan dampak keberadaan Anda, maka Tuhan akan menanyakan hal ini, "Apakah gunanya dirimu di zaman ini?" Sungguh sayang jika hidup yang penuh potensi itu terbuang dengan percuma.

Prinsip garam adalah mudah, Anda tidak harus terlihat atau tampil di depan untuk bisa memberi dampak. Prinsip garam adalah "tak terlihat tapi terasa." Anda harus melebur dalam dunia yang Anda ingin asinkan. Anda membuat gaya hidup Anda menjadi trend center bagi kamunitas Anda. Anda adalah terang dunia, jika Anda ada, maka kegelapan yang membuat orang-orang tidak bisa menemukan jalan keluar dari permasalahannya, akan muncul dan terlihat.

Dan sebagai duta Kerajaan Allah, pesan penting yang Anda emban adalah memberitakan kasih Raja segala raja dimanapun Anda ditempatkan. Jadi, selamat bertugas para duta besar. Anda pasti berhasil, karena Tuhan akan selalu menyertai Anda dalam tugas-tugas yang Anda emban.
Read More..

Kamis, Maret 05, 2009

Kristiani UK Kembali Pada Tuhan Karena Krisis Moral


"KerajaanMu datanglah, kehendakMu jadilah" adalah doa dari ratusan umat Kristiani yang berkumpul di sebuah gereja di pusat London yang memohon kepada Tuhan atas krisis moral dan spiritual di Inggris Raya




"KerajaanMu datanglah, kehendakMu jadilah" adalah doa dari ratusan umat Kristiani yang berkumpul di sebuah gereja di pusat London yang memohon kepada Tuhan atas krisis moral dan spiritual di Inggris Raya.

Pertemuan The State of The Nation tersebut juga berfokus pada pertobatan atas diamnya gereja dalam menghadapi undang-undang imoral yang ada selama beberapa dekade ini, khususnya dalam area anak yang belum lahir dan pernikahan.

Semua denominasi utama direpresentasikan pada perkumpulan tersebut di Emmanuel Center, dekat Gedung Parlemen. Pertemuan-pertemuan doa juga diadakan di Birmingham, Manchester dan Edinburgh dan di Negara-negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Jerman dan Australia, sebagai sebuah ekspresi solidaritas dari pertemuan London.

Hari doa dan pertobatan direncanakan setelah sebuah pertemuan di House of Lords pada Desember lalu dari sekitar 80 umat Kristiani dari gereja, Parlemen, sektor bisnis dan pendidikan. Pertemuan tersebut berfokus pada implikasi moral dan spiritual dari krisis finansial dan diakhiri dengan sebuah panggilan untuk masa berdoa dan berpuasa bagi Inggris Raya.

David Noakes, anggota dari fasilitator The State of The Nation, mengatakan pertemuan doa tersebut mungkin saja adalah pertemuan terpenting semenjak Perang Dunia II.

Noakes menegur gereja karena gagal berbicara dengan lantang melawan undang-undang yang tidak berkeTuhanan dan meminta gereja untuk tidak tergoyahkan dengan pembenaran politik.

"Tuhan tidaklah benar secara politik tetapi benar secara biblikal," ujarnya, menambahkan bahwa gereja butuh untuk mengusir dosa dan kembali kepada takut akan Tuhan.

Noakes mengakhirinya dengan catatan peneguhan, mengatakan bahwa Tuhan tidak melupakan umat Kristiani di Inggris karena sejarah khusus Negeri tersebut dan bahwa keputus-asaan yang dibawakan oleh krisis keuangan akan membawa orang lebih banyak lagi kembali kepada Tuhan.

"Ada begitu banyak orang dalam keputus-asaan besar karena seluruh sistem dunia telah datan mengelilingi mereka. Tuhan akan membawa banyak orang ke dalam terang keselamatan dari kegelapan dan mereka akan kembali lagi kepada takut akan Tuhan."

Dr. Clifford Hill, yang juga tergabung dalam kelompok fasilitator, menyuarakan sentimennya. "Tuhan cinta untuk menggunakan orang-orang yang ditemukan berada dalam keterpurukan. Kita akan melihat jumlahnya bertambah dalam generasi ini," ujarnya.

UK ChristianJuga bergabung dalam pertemuan adalah Pastor Jonathan Oloyede, yang mengadakan rapat bagi Global Day of Prayer London. Ia mengatakan kepada umat Kristiani untuk mengatasi perbedaan-perbedaan mereka dan bersatu di bawah nama Tuhan Yesus Kristus dan kemenangan-Nya di bawah kayu salib.

"Kita perlu bertobat dari perbedaan-perbedaan kita, dan kegagalan kita untuk mengambil tanggung-jawab," ujarnya. "Buatlah sebuah komitmen hari ini bahwa Anda akan menjadi agen perubahan, seorang agen bagi Kerajaan."

Seorang anak muda, Thomas, mengatakan bahwa pertemuan tersebut dengan tegas menyerukan untuk berdamai dengan Tuhan dan bahwa hati adalah penting di mata Tuhan.

"Kita bisa mengatakan hal-hal benar tetapi Tuhan melihat hati dan Ia akan menggunakan orang-orang yang melakukan pekerjaan-pekerjaan tidak untuk memuliakan manusia tetapi membuat hati mereka benar bagi Tuhan. Tuhan mencari jawaban ‘ya' dari umat-Nya," ujarnya.

Di tengah masa resesi sekarang, hendaknya umat Kristiani menjadi kuat bertahan dan tidak melemah oleh keadaan yang ada. Percayalah, bahwa Tuhan selalu beserta kita. Bahkan di tengah gelombang yang menurut sebagian orang adalah masa kesusahan, waktunya kita membawa terang kasih Tuhan di tengah mereka. Adalah kabar baik bahwa umat Kristiani di Inggris mau berdiri bagi Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain. Biarlah umat Tuhan di Indonesia ini dapat melakukan yang terbaik juga. Amin.
Read More..

Ketika Tuhan Sibuk dan Tidak Bisa Dihubungi


Di Belanda seorang artis bernama Johan van der Dong menetapkan sebuah nomor telephone dimana orang-orang bisa meninggalkan pesan untuk Tuhan di sebuah mesin penjawab telephone




Di Belanda seorang artis bernama Johan van der Dong menetapkan sebuah nomor telephone dimana orang-orang bisa meninggalkan pesan untuk Tuhan di sebuah mesin penjawab telephone.

Menurut Van der Dong, dia menyiapkan nomor telephone ini untuk memberi orang-orang kesempatan untuk berhenti sejenak dan merenungkan kehidupannya.

"Hal ini seperti berdoa, meninggalkan pesan di mesin penjawab telephone adalah salah satu cara untuk mengorganisir isi pikiran kita," ungkapnya. "Ini adalah sebuah kombinasi sempurna untuk sebuah perenungan."

Anda bisa menghubungi nomor 06-4424-4901 atau +316-4424-4901 untuk mereka yang berada di luar Belanda. Nomor tersebut akan mulai aktif pada 7 Maret nanti.

Jika Anda menghubungi nomor tersebut, Anda akan mendengar sebuah suara yang berkata, "Hi, you are speaking to God. I'm not in right now so leave a message after the beep."

Pastinya Tuhan tidak sesibuk itu, sehingga Dia tidak sempat untuk menjawab doa-doa Anda. Doa adalah sebuah saluran komunikasi langsung dengan Dia, dan Anda tidak harus menunggu untuk bisa berbincang denganNya.
Read More..

Rabu, Maret 04, 2009

Bandar Judi Yang Menemukan Tujuan Hidupnya


Setiap orang pasti ingin hidup senang, hal yang sama juga menjadi hasrat Tommy Tjia Wijaya. Baginya hidup adalah untuk bersenang-senang. Namun semua kesenangan yang dinikmatinya, harus dibayarnya dengan sangat mahal




Setiap orang pasti ingin hidup senang, hal yang sama juga menjadi hasrat Tommy Tjia Wijaya. Baginya hidup adalah untuk bersenang-senang. Namun semua kesenangan yang dinikmatinya, harus dibayarnya dengan sangat mahal. Usahanya hancur dan konflik demi konflik rumah tangga harus dihadapinya, karena dia mengabaikan istri dan anaknya.

"Terjadi kemunduran penjualan, sehingga keuangan saya tersendat. Saya pikir hidup saya harus happy, tiap malam saya terus berfoya-foya dan minum-minuman keras. Tidak hanya itu saya juga terlibat perjudian. Hampir selama dua tahun hal ini berjalan, hingga seluruh uang saya habis. Tetapi hal ini membuat saya semakin dalam terlibat dalam perjudian. Saya sudah berjudi sejak kecil, karena masa kecil saya sangat keras. Jadi saya tahu bagaimana mengakali orang lain sewaktu berjudi sehingga saya menang. Hasil kemenangan itulah yang saya pakai untuk minum-minum dan bersenang-senang."

Semua kesenangan yang dinikmati Tommy merupakan penderitaan bagi istri dan anaknya, namun seperti dibutakan, Tommy tidak pernah menyadari semua hal tersebut.

"Waduh.. ekonomi saat itu sangat morat-marit. Tidak ada keterbukaan dalam keuangan. Bahkan saya pernah mengalami keuangan yang sangat minim sekali, dan untuk makan saja seringkali tidak punya uang. Kalau saya mau ke pasar, saya buka dompet suami saya, kadang cuma ada uang seribu rupiah. Akhirnya apa yang saya punya dan bisa di jual, saya jual. Pernah saya jual baju saya seharga lima ribu, dan saya pakai uanganya untuk membeli beras dan sayur," demikian cerita Eni Jakup, istri Tommy.

Namun itu bukanlah kondisi terburuk yang pernah dialami oleh istri Tommy, Eni bahkan pernah meminjam beras dari satu tetangga ke tetangga lain karena sudah tidak memiliki apa-apa untuk dijualnya.

"Saya pergi ke tetangga dan bilang, ‘kamu punya beras ngga, aku pinjam beras dong.' Dan jika sudah dapat, saya cari utangan yang lain," tutur Eni sambil menahan air matanya.

Tak tahan dengan semua yang harus dijalaninya, Eni akhirnya menegur sang suami, namun tanggapan suaminya membuat Eni sangat terperanjat.

"Eh.. ingat.. kita tuh pernah hidup susah..! Mau makan aja susah...! Kalau punya uang inget dong...Tapi Tommy menjawab, ‘eh.. yang susah itu elo ya.. bukan gua..! Gua ngga pernah hidup susah...' Disitulah saya menyadari kalau memiliki seorang suami yang jahat."

Namun itu hanyalah dibibir Tommy saja, dalam hatinya semua kesenangan yang didapat dari kehidupan malam, judi dan minum-minum hanyalah sesuatu yang semu.

"Di tahun 93, saya mulai jenuh dengan kehidupan ini. Pada akhirnya saya menemukan kehidupan malam ini adalah kehidupan yang sia-sia. Saya berpikir untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan mulai lebih memperhatikan keluarga dan istri saya."

Keinginannya tersebut diwujudkan dengan berjualan mie ayam dari uang hasil judinya.

"Waktu saya mulai berdagang, usaha tersebut booming. Pada tahun 1995, saya sudah bisa membuka usaha ini di tiga tempat. Dan dari usaha ini, setelah di potong dengan biaya sekolah dan kebutuhan hidup, penghasilan bersih setiap bulannya bisa mencapai hingga delapan juta."

Namun perbaikan ekonomi tersebut tidak membuat kondisi keluarganya membaik bahkan konflik dengan istrinya semakin meruncing.

"Karena setiap hari ada konflik, setiap kali saya pulang ke rumah, saya seperti masuk ke neraka, tidak ada kesenangan sama sekali, tidak ada kenyamanan dan tidak ada damai sejahtera. Saya katakan kepada istri saya, kalau suasananya seperti ini, mulai hari ini saya akan kembali ke kehidupan saya yang dulu. Saya akan habiskan uang ini untuk minum-minum dan berfoya-foya."

Ternyata Tommy tidak sekedar mengancam, dia membuktikan perkataannya, dan kembali pada kehidupan malamnya bahkan mulai mengkonsumsi ekstasi. Kehidupan malam dan foya-foya yang dijalaninya bukan hanya menghabiskan uangnya, Tommy juga menggunakan berbagai kartu kredit yang membuatnya terlibat hutang dan harus di kejar-kejar oleh dekolektor.

"Saya tidak sanggup membayar hutang kartu kredit, dan merasa bahwa kehidupan sangat berat. Saya depresi berat dan merasa stres sekali."

Dalam keadaannya yang terpuruk dan terlilit hutang, usaha mie ayamnya hancur karena kerusuhan. Hal itu membuatnya mencari jalan keluar instant untuk menutup semua hutangnya. Dia menjadi bandar judi besar di Glodok.

"Dalam waktu singkat perjudian di Glodok itu berkembang dengan pesat. Dimulai dari satu meja, dua meja, tiga meja... kembali waktu itu saya tidak memikirkan masa depan. Saya hanya berpikir untuk bersenang-senang," cerita Tommy.

Namun di tengah keberhasilannya sebagai bandar judi ada sesuatu yang mengganggu hati kecilnya. Merasa hidupnya sia-sia membuatnya melakukan pencarian akan arti hidup.

"Suatu hari saya keluar dari kamar dan melihat Alkitab dan saya coba-coba membacanya. Hati saya sangat tertarik dengan isi Alkitab tersebut. Saya terus membaca dan membaca Alkitab tersebut. Saya menemukan Alkitab ini isinya sangat baik, disini ada pedoman hidup. Mulai saat itu saya memiliki kerinduan untuk membaca Alkitab."

Dan disaat yang sama, Tommy membaca sebuah buku rohani milik istrinya. Hatinya mulai disentuh Tuhan melalui paragraf demi paragraf yang dibacanya.

"Dalam buku itu menulis, minta apa saja kepada Tuhan dan ketika kita bersikap seakan-akan sudah menerimanya, pasti kita akan menerimanya. Lalu saya berdoa kepada Tuhan, yang pertama saya minta kepada Tuhan adalah agar Tuhan mengangkat kekosongan yang ada dalam hati saya ini. Dan dibuku itu juga mengajarkan untuk menerima Yesus. Saya terima Yesus pada waktu itu juga. Pada saat saya mengakui, saya percaya kepada Tuhan Yesus, pada saat itu juga saya merasa dari atas kepala saya sampai kaki rasanya ringan sekali. Begitu enteng sekali, sepertinya beban saya sudah diangkat. Benar-benar sudah bebas. Saya betul-betul merasakan....Tuhan itu sungguh luar biasa. Memang Tuhan itu ada. Saya merasa sudah dibebaskan saat saya menerima Yesus. Saat itu juga saya berkomitmen, saya harus mencari Tuhan Yesus. Saya harus percaya sepenuhnya pada Tuhan Yesus. Saat itu saya merasa ada damai sejahtera dan sukacita yang luar biasa yang tak tertahankan. Saya merasa sudah bebas dari masalah-masalah yang saya alami."

Sejak itu, Tommy mulai meninggalkan pekerjaannya sebagai bandar judi dan kembali memperbaiki hubungannya dengan istri dan anaknya.

"Menurut saya Tuhan Yesus itu sungguh tiada duanya. Tuhan itu sungguh-sungguh luar biasa," demikian Tommy menutup kesaksiannya.
Read More..

Menunda Kehamilan Melawan Hukum Alam


Wanita yang menunggu sampai berusia di atas 30-an tahun untuk mempunyai anak tidak alami dan mengambil resiko, kata beberapa pakar kehamilan terkenal




Wanita yang menunggu sampai berusia di atas 30-an tahun untuk mempunyai anak tidak alami dan mengambil resiko, kata beberapa pakar kehamilan terkenal.

Dalam 20 tahun belakangan kehamilan di kalangan wanita berusia di atas 35 tahun meningkat dengan tajam dan usia rata-rata ibu semakin tua.

Dalam artikel di Jurnal Kedokteran Inggris, BMJ, para pakar klinik kesuburan di London mengatakan mereka "merasa sedih" dengan bertambahnya jumlah wanita yang menghadapi masalah dalam kehamilan mereka.

Mereka mengatakan usia terbaik untuk mempunyai anak adalah antara usia 20 sampai 35 tahun.

Dalam 20 tahun ini, usia rata-rata wanita saat melahirkan anak pertama mereka meningkat dari 26 menjadi 29 tahun.

Tim ahli kandungan yang dipimpin Dr Susan Bewley, yang menangani wanita dengan kehamilan beresiko tinggi di Rumah Sakit Guy's and St Thomas' di London memperingatkan bahwa masalah kesuburan mulai meningkat setelah wanita memasuki usia 35 tahun dan semakin buruk pada usia di atas 40 tahun.

Mencapai Semuanya

Dalam artikel di BMJ, para pakar menulis, "Ketersediaan perawatan kesuburan IVF membuat banyak wanita berpikir mereka bisa menunggu bertahun-tahun sampai menemukan pria yang cocok dan memusatkan perhatian pada karir."

"Tetapi setelah mereka dapat hidup nyaman seperti yang didambakan, sering kali perawatan kesuburan sudah terlambat."

Para dokter ahli itu memperingatkan bahwa perawatan IVF tidak dapat menjamin wanita bisa mempunyai anak karena tingkat kegagalannya tinggi.

Bagi pria juga ada resiko dari menunda menjadi ayah karena semakin tua semakin rendah jumlah dan kualitas sperma mereka, kata para pakar.

Begitu mengandung, wanita berusia di atas 35 tahun memiliki resiko lebih besar mengalami keguguran kandungan, cacat janin dan kromoson serta penyakit lainnya yang menyerang kehamilan.

Mereka menambahkan, "Wanita modern boleh saja ingin 'melakukan semuanya', tetapi struktur biologi manusia tidak berubah."

Br Bewley mengatakan kepada situs BBC News, "Kami merasa sedih karena kami merawat orang-orang yang tidak bisa hamil atau mengalami komplikasi kehamilan."

"Usia terbaik untuk mempunyai anak adalah sebelum 35 tahun. Ini tidak pernah berubah."

Dia menambahkan, "Saya tidak mau menyalahkan wanita yang memilih untuk berkarir dulu dan membuat mereka takut karenahal ini."

"Kesulitan ini muncul karena masyarakat, dokter dan juga bidan memiliki pandangan yang kurang tepat tentang peran wanita dan kehamilan."

"Para dokter dan bidan harus memahami betul masalah ini dan memberi pertolongan kepada wanita agar mereka mencapai potensi mereka untuk memiliki anak dengan cara alami."

"Kami harus membantu sebisa mungkin agar wanita bisa mempunyai anak sebelum melewati usia 35 tahun."

Clare Brown, Kepala Jaringan Perawatan Kemandulan di Inggris mengatakan, "Berkurangnya kesuburan wanita di atas usia 35 tahun umumnya diperburuk dengan penyumbatan pada saluran tertentu atau hitungan sperma yang rendah pada pria."

"Kalau ini terjadi keberhasilan perawatan kesuburan IVF akan jauh lebih rendah'" lanjut Brown.

Peter Bowen-Simpkins dari Institut Ilmu Kehamilan dan Kandungan mengatakan, "Dorongan dan fungsi biologis adalah satu hal yang tidak bisa diubah."

Meskipun berita mengenai kehamilan terkait dengan usia sudah banyak diluncurkan kepada masyarakat, namun antusiasme para wanita terhadap kehamilan di usia produktif tetap saja tidak seperti yang diharapkan. Karir menjadi kendala nomor satu bagi para wanita ini. Lalu, kalau sudah menjadi seperti ini, siapa yang salah? Karena pada dasarnya semuanya menyangkut pilihan dalam kehidupan.
Read More..

IMF: Warga Miskin Semakin Terpukul Akibat Krisis


Negara-negara termiskin di dunia mulai terpukul akibat adanya krisis keuangan global, demikian diperingatkan ole IMF (International Monetary Fund)




Negara-negara termiskin di dunia mulai terpukul akibat adanya krisis keuangan global, demikian diperingatkan ole IMF (International Monetary Fund).

Dan mereka kira-kira membutuhkan $25 milyar untuk tambahan keuangan di tahun ini, ujar organisasi tersebut.

IMF mendeskripsikannya sebagai "gelombang ketiga;" setelah yang pertama mempengaruhi kenaikan dan selanjutnya ekonomi-ekonomi baru yang muncul.

Dan itu memanggil Negara-negara pendonor untuk tidak memotong dukungan mereka.

Dalam laporan yang baru, IMF mengatakan Negara-negara miskin menghadapi tekanan yang lebih besar dalam krisis sekarang ini dikarenakan mereka lebih terkait dengan perekonomian internasional disbanding mereka sebelumnya.

Mereka lebih merasakan dampak melalui turunnya perdagangan dan jatuhnya investasi asing dan pembayaran - uang dikirim ke rumah oleh orang-orang yang bekerja di luar Negeri.

Krisis Kemanusiaan

Negara MiskinLaporan mengatakan bahwa lebih dari 20 negara, separuhnya di daerah Sahara Afrika, khususnya rentan diserang.

Itu memperingatkan bahwa jika "pertumbuhan global dan kondisi-kondisi keuangan lebih memburuk, jumlah Negara yang rentan bisa berlipat hampir dua kali."

"Setelah pertama memukul perekonomian yang lebih sangat baik dan lalu kemudian perekonomian yang berkembang, gelombang ketiga dari krisis keuangan global sekarang memukul Negara-negara termiskin di dunia dan paling rentan," ujar kepala IMF, Dominic Strauss-Kahn.

"Ini menaruh resiko dari pencapaian besar akan pertumbuhan yang tinggi, kemiskinan yang rendah, dan stabilitas politik yang besar yang banyak Negara berpendapatan rendah telah capai selama dekade terakhir."

Strauss-Kahan mengajak semua Negara pendonor untuk menyediakan keuangan sebagai langkah untuk "melawan krisis keuangan."

Berikut adalah Negara-negara yang diidentifikasikan oleh IMF sebagai Negara yang rentan:

* Angola
* Ghana
* Honduras
* Kyrgyzstan
* Moldova
* Mongolia
* Nigeria
* Papua New Guinea
* Sudan
* Vietnam


Read More..

Selasa, Maret 03, 2009

Peduli Lebih Dari Sekedar Tahu


Eve Lavalliere adalah seorang aktris yang pada puncak karirnya merasa begitu putus asa dan bingung. Oleh sebab itu, ia ingin bunuh diri. Bahkan, ia sudah menuruni tangga batu sungai Seine menuju ke permukaan air




Eve Lavalliere adalah seorang aktris yang pada puncak karirnya merasa begitu putus asa dan bingung. Oleh sebab itu, ia ingin bunuh diri. Bahkan, ia sudah menuruni tangga batu sungai Seine menuju ke permukaan air. Ketika sampai di bawah, sebuah tangan yang kuat memegang bahunya dan terdengar suara seorang pria, "Jangan! Jangan melakukannya! Kamu hanya menukarkan keadaan yang buruk dengan keadaan yang lebih buruk lagi."

Ketika pria itu menariknya ke tempat yang terang, ia mengenali aktris yang terkenal itu. Kemudian ia berkata, "Saya tidak pernah membayangkan bahwa kamu bisa terdorong untuk melakukan hal ini. Saya dan istri saya tidak pernah melewatkan satu pun pertunjukkanmu. Semua pertunjukanmu telah membuat hidup kami ceria."

PeduliPria itu mengantarnya pulang dan berjanji tidak akan menceritakan peristiwa itu kepada siapa pun. Kata-kata perpisahan tersebut adalah sebagai berikut, "Dari dahulu saya berpendapat bahwa saya telah memberikan segalanya kepada penonton, namun saya tidak pernah menerima balasan apa pun, tetapi malam ini Anda telah mengubah cara pandang saya. Anda telah menyelamatkan saya dari diri saya sendiri."

Aktris itu kemudian meninggalkan dunia panggung dan mempersembahkan segenap hidupnya untuk melayani Tuhan.

Orang tidak peduli dengan seberapa banyak yang Anda ketahui sampai mereka mengetahui sampai seberapa jauh Anda peduli. - John Maxwell
Read More..

Kesaksian Mantan Peramal dan Ahli Hong Sui


Nama asli saya adalah Tjong Khim Long/ Tjuk Lin Tse alias Yusuf. Tjuk Lin Tse adalah nama praktek saya. Saya berasal dari Kalimantan Barat dan sudah menetap di Jakarta selama 21 tahun sebagai seorang Sinshe. Saya juga masuk dalam ikatan Sinshe-sinshe di Indonesia




Nama asli saya adalah Tjong Khim Long/ Tjuk Lin Tse alias Yusuf. Tjuk Lin Tse adalah nama praktek saya. Saya berasal dari Kalimantan Barat dan sudah menetap di Jakarta selama 21 tahun sebagai seorang Sinshe. Saya juga masuk dalam ikatan Sinshe-sinshe di Indonesia. Sebagai peramal nasib, saya mulai dengan memasang tarip sebesar Rp. 500, untuk setiap pasien. Tarip terakhir sebelum saya bertobat, yaitu tahun 1988 sebesar Rp. 150.000, setiap pasien untuk waktu ½ jam. Pasien saya begitu banyak sampai harus menunggu giliran 2-3 bulan, bahkan 4 bulan untuk diramal nasibnya.

Selama 21 tahun saya tidak pernah memasang iklan, tetapi dapat menjadi begitu terkenal dan saya mempunyai 46 orang murid, baik di dalam maupun di luar negeri, terdiri dari 34 pria dan 12 wanita: Murid yang paling jauh dari Canada,sedangkan yang paling dekat dari Singapore dan Malaysia. Yang dari Indonesia terpencar dari berbagai daerah. Setiap murid harus membayar antara 9-10 juta rupiah pada saat itu. Mereka belajar hal meramal nasib, melihat Hong Sui,membuat Hoe dan Pak Kwa.

1. CARA MERAMAL NASIB
Sekarang saya mau menerangkan bagaimana saya meramal nasib. Sewaktu pasien mendaftar dan tiba gilirannya untuk diramal maka pada saat pasien datang, saya dapat mengetahui persoalan apa yang terjadi yang menyebabkan pasien tersebut mencari saya; baik itu masalah usaha, masalah rumah tangga dan lain-lain. Saya juga dapat mengetahui penyakit apa yang diderita oleh pasien tersebut atau penyakitnya mengharuskan dia dioperasi dan barapa kali dia sudah dioperasi saya dapat mengetahuinya. Lebih dari itu, anak-anaknya dengan tanda-tanda yang ada pada tubuhnya laki-laki atau perempuan, janda atau duda dan lain-lain, semuanya dapat saya ketahui.

Sebenarnya itu bukan karena kehebatan saya, sebab cara saya meramal berasal dari ilmu keturunan nenek moyang saya, bukan karena mempelajari buku-buku. Sejak kecil saya sudah dilatih dengan sembahyang, puasa serta membaca mantra-mantra. Pada saat saya menghadapi pasien untuk diramal, sebenarnya roh yang pada pasien itulah yang telah memberitahu kepada roh yang mengikuti saya. Murid saya yang belum sepenuhnya luluspun sudah dapat disertai dengan roh yang dapat memberitahukan segala sesuatu kepadanya. Dengan adanya roh dari pasien yang memberitahukan kepada roh yang mengikuti saya, kemudian mamberikan firasat kepada saya, maka saya berani menyampaikan ramalan nasib pasien saya secara tepat.

Lalu bagaimana saya yang memiliki latar belakang kehidupan yang sedemikian, dapat percaya kepada Tuhan Yesus, padahal sebelumnya saya sama sekali tidak dapat percaya kepada Tuhan Yesus. Menurut pendapat saya sebelumnya, Tuhan Yesus tidak sebangsa dengan saya, bagaimana Dia dapat membawa saya ke Sorga? Mimpipun tidak mungkin, pikir saya. Saya mengatakan, bahwa Alkitab adalah tulisan manusia, bukan secara langsung dijatuhkan dari langit. Namun ternyata saat ini saya dapat menjadi orang yang lebih percaya kepada Tuhan Yesus, lebih daripada sebagian orang-orang Kristen.

Saya menjadi Kristen bukan melalui kesaksian Orang Kristen, bahkan seandainya ada yang menyodorkan 100 juta rupiah sekalipun supaya saya mau menjadi orang Kristen, saya akan menolaknya. Saya dapat percaya kepada Tuhan Yesus melalui satu proses yang panjang dari Tuhan sendiri.

2. KENAPA SAYA DAPAT PERCAYA KEPADA TUHAN YESUS?
Tgl. 01 Pebruari 1988 itulah titik awal di mana saya mulai percaya kepada Tuhan Yesus. Setiap manusia mamiliki cinta kasih dan melalui hal inilah saya dapat mengenal Tuhan Yesus. Cinta kasih yang akan saya paparkan di sini adalah cinta kasih antara suami istri.

Pada tgl.23 Maret 1987 isteri saya telah meninggal dunia karena penyakit tidak nafsu makan. Meskipun saya seorang Sinshe, saya tidak pernah membuka resep untuk isteri saya, melainkan menghubungi Sinshe lain yang terkenal untuk membukakan resep untuk istri saya.

Di rumah saya ada satu kamar yang keadaannya seperti layaknya sebuah kelenteng, 21 tahun yang lalu patung yang saya sembah itu dapat bergerak dan selama isteri saya sakit, saya menyembah kepada berhala-berhala itu. ternyata hasilnya tidak ada, demikian juga usaha-usaha saya yang lain bagi kesembuhan isteri saya.

Terakhir isteri saya masuk rumah sakit, tetapi dokter tidak dapat menemukan penyakit apa yang diderita oleh istri saya. Hasil check up secara menyeluruhpun mengatakan bahwa isteri saya sehat, tidak ada sesuatu penyakit. Saat itu keadaan isteri saya setiap hari hanya dapat makan sebanyak dua (2) sendok, jika ditambah satu(l) sendok lagi dia akan muntah. Setelah menghadapi jalan buntu, isteri saya menyatakan bahwa dia menerima Tuhan Yesus dan percaya kepadaNya. Meskipun saya sama sekali tidak percaya kepada Tuhan Yesus, namun karena rasa cinta kasih saya kepada isteri, saya terpaksa mengijinkannya. Pada saat istri saya percaya kepada Tuhan Yesus, dia tidak didoakan oleh siapa-siapa, hanya seorang putra dan putri saya yang belum Kristen pada saat itu. Setelah didoakan, pada malam itu isteri saya dapat tidur dengan nyenyak.

Keesokan harinya, ketika dia bangun, wajahnva begitu berseri-seri dan sejak itu setiap malam dia dapat tidur dengan tenang. Di lain pihak ternyata hal itu justru membuat saya tidak dapat tidur. Kenapa dapat tajadi hal yang demikian? Bayangkan, isteri saya sudah percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi di rumah saya masih penuh dengan berhala. Menurut ramalan saya dalam waktu 8-10 hari lagi istri saya akan pulang ke rumah dan situasi rumah yang demikian jelas akan merupakan satu persoalan untuknya. Sebagai orang yang percaya Tuhan Yesus, isteri saya akan mengucapkan "Haleluyah dan Puji Tuhan", sedangkan saya masih harus mengucapkan kata-kata untuk berhala. Perbedaan hidup yang demikian jelas akan mendatangkan suasana yang tidak baik.

3. BERHALA-BERHALA DI RUMAH SAYA DIHANCURKAN
Segera saya mengumpulkan murid-murid saya untuk mengadakan rapat, tetapi mereka juga tidak dapat memberikan satu usul tepat sebagai jalan keluarnya. Namun karena rasa cinta kasih saya, segala macam berhala itu kemudian saya hancurkan, termasuk patung yang dapat bergerak dari zaman dinasti Ming tersebut.

Kira-kira 6 jam sebelum isteri saya meninggal dunia, dokter baru dapat menemukan bahwa isteri saya terkena penyakit kanker usus yang sebelumnya kami mengira hanya wasir saja. Saat isteri saya meninggal dunia saya belum percaya kepada Tuhan Yesus, namun dikarenakan isteri saya sudah percaya kepada Tuhan Yesus, upacara kematiannya diadakan secara Kristen dan kemudian setiap malam hari diadakan kebaktian penghiburan di rumah untuk beberapa waktu saya terpaksa mengikuti berdoa di dalam nama Tuhan Yesus dan mendengarkan tentang perihal Tuhan Yesus yang menyelamatkan dan memberikan Sorga kepada orang yang percaya kepadaNya. Saya ingin sekali mengetahui di mana isteri saya, di Sorga atau di Neraka. Menurut kata orang-orang Kristen dan pendeta-pendeta, isteri saya ada di Sorga, tetapi bagaimana mereka dapat memberikan bukti kepada saya. Tidak ada orang yang pernah ke Sorga dan kembali serta memberitahukan kepada saya, bahwa isteri saya ada disana.

4. MENGIKUTI SEMINAR PERTUMBUHAN GEREJA DI KOREA SELATAN
Pada bulan Agustus 1987 di Korea Selatan diadakan Seminar Pertumbuhan Gereja bagi orang-orang Asia dan kami sekeluarga yang bejumlah 7 orang ikut mendaftarkan diri. Saya hanya mengikuti acara-acara tersebut, tetapi tidak mengikuti kebaktiannya.

Banyak Gereja-gereja di Asia mengirimkan utusannya ke Korea tapi saya ikut datang ke sana hanya untuk mengetahui tentang Tuhan Yesus saja. Saya mempunyai 4 orang anak, seorang putra dan 3 orang putri. Putri saya yang sulung bisu tuli sama sekali tidak dapat mendengar meski ada bunyi petasan sekalipun. Putri sulung saya yang demikian juga saya ajak ke Korea. Kami juga pergi ke Bukit Doa di mana berduyun-duyun orang yang datang ke sana. Saat itu ada 163 orang dari Indonesia yang pergi ke sana termasuk saya sekeluarga. Di sana ada gua-gua untuk berdoa dan saya hanya sekedar mau tahu saja tentang gua-gua tsb. Saya sudah antri tetapi tidak pernah mendapat giliran.

Disana saya bertemu seorang penatua yang berasal dari Taiwan. Saya melihat dia berdoa untuk menyembuhkan orang-orang sakit tanpa mantera-mantera atau obat, hanya berdoa dalam nama Tuhan Yesus. Ada seseorang yang tangannya selisih panjang pendek, setelah didoakan dalam nama Tuhan Yesus, tangan yang pendek dapat menjulur keluar menjadi sama panjang. Saya juga adalah mantan pemain akrobat dan tukang sulap, tetapi apa yang saya lihat ini bukan sulapan. Kemudian saya meminta kepada penatua tersebut untuk menyembuhkan anak saya yang sulung. Dia menjawab bahwa dirinya tidak dapat menyembuhkan, yang diandalkan hanya kuasa dari Tuhan Yesus. Kesempatan inilah saya pergunakan untuk dapat melihat bagaimana kuasa Tuhan Yesus tersebut. Penatua itu meletakkan kedua jarinya di telinga anak saya lalu berdoa. Dia mengatakan, bahwa di dalam nama Tuhan Yesus anak ini harus dapat mendengar dan dapat berkata-kata Amin. Pada saat penatua itu selesai berdoa, dia memetikkan tangannya di belakang anak saya, anak saya sudah dapat mendengar. Peristiwa itu betul-betul membuat hati saya terharu, sebab 31 tahun putri sulung saya tidak pernah mendengar sesuatu suara apapun. Sekarang dia dapat mendengar hanya melalui doa. Penatua itu mengajarkan putri saya untuk mengucapkan kata-kata "Haleluyah" dan putri saya dapat mengikutinya meskipun dengan ucapan yang belum sepenuhnya tepat. Saat itu saya rasakan diri saya seperti orang udik yang pertama kali datang ke kota. saya merasakan kebesaran Tuhan Yesus.

5. SAYA MULAI MERASAKAN KUASA TUHAN YESUS
YANG HERAN Dari Korea saya kembali ke Indonesia mampir di Taiwan dan Hongkong. Biasanya setiap kali saya berada di Singapore atau Taiwan selalu didatangi banyak orang yang ingin diramal nasibnya, sehingga tidak dapat pergi ke mana-mana. Tetapi seat itu tidak ada yang mengetahui kedatangan saya di Taiwan sehingga saya dapat pergi ke tempat rekreasi Wu Lay. Ketika saya kembali dari tempat rekreasi tersebut, ternyata kaki saya menjadi bengkak, lebih besar dari sepatu saya.

Dikarenakan jadwal penerbangan yang sudah diatur maka dari Taiwan saya mampir ke Hongkong dengan kaki yang bertambah bengkak lagi. Saya sempat berpikir jika demikian jangan-jangan saya harus menenteng sepatu saya sampai ke Indonesia. Oleh karena itu saya memanggil kedua putri saya untuk mendoakan saya. Setelah didoakan dalam nama Tuhan Yesus ternyata belum terlihat hasilnya, didoakan kedua kali juga belum tampak adanya perubahan, sehingga saya katakan biar sajalah, saya mau tidur saja tetapi keesokan harinya ketika saya bangun ternyata kaki saya sudah sembuh. Dengan penuh sukacita saya pulang ke Indonesia bukan dengan menenteng sepatu, tetapi memakai sepatu. Saat itu saya belum mau percaya juga kepada Tuhan Yesus dan sesampai di Indonesia saya teruskan pekejaan saya sebagai peramal nasib.

Saat itu saya juga mengidap penyakit kencing manis dan tekanan darah tinggi kronis. Dengan keadaan tersebut saya ingin dapat mengetahui lebih jauh sampai dimana kuasa dari Tuhan Yesus. Saya sudah tidak mau makan obat lagi melainkan saya memanggil putra dan putri saya untuk mendoakan saya. Setelah berdoa saya pergi ke dokter untuk check up. Dokter menanyakan selama satu bulan saya tidak periksa itu telah berobat ke mana? Dokter terheran dengan hasil check up. Saya jawab, bahwa saya tidak berobat ke mana-mana. Dokter itu tidak percaya, tanpa berobat bagaimana mungkin penyakitnya dapat sembuh dan normal seperti itu, baik kencing manis maupun tekanan darah saya sudah normal kembali. Dulu tekanan darah saya untuk turun menjadi 150 saja sulit, tetapi sekarang dapat menjadi 130 - 85. Hal itu semakin membuat saya tahu bahwa ada kuasa yang besar di balik doa. Saya mau tidak mau harus mengakui kebesaran Tuhan Yesus, tetapi saya belum dapat percaya sepenuhnya kepadaNya, masalahnya adalah terletak pada pekerjaan saya sebagai peramal yang dengan begitu mudah dapat menghasilkan uang. Saat itu dalam sehari saja dapat memperoleh hasil 500-600 ribu rupiah padahal tanpa modal. Jika saya harus percaya kepada Tuhan Yesus, jelas pekerjaan saya tersebut harus saya tinggalkan dan saya tidak dapat mencari uang.

Posisi saya memang terjepit, sehingga saya memilih untuk tetap menjadi peramal nasib. Dan satu hal yang aneh ternyata juga banyak orang Kristen yang mau diramal nasibnya. Hal itu saya ketahui sebab sepulangnya saya dari Korea saya membeli 100 buah Alkitab dan setiap pasien yang datang kepada saya, saya berikan sebuah Alkitab, di antara mereka ada yang menyatakan, bahwa dirinya sudah memiliki Alkitab, berarti mereka adalah orang Kristen, mereka percaya kepada Tuhan Yesus. Ketika saya menanyakan kepadanya apakah Tuhan Yesus tidak menolong? Dia menjawab, bahwa dulu Tuhan Yesus menolong, tetapi sekarang tidak. Saya menasehati mereka, bahwa mereka pasti ada sesuatu kesalahan dan saya anjurkan segera kembali sungguh-sungguh datang kepada Tuhan . Saya bersaksi kepadanva bahwa saya yang paling tidak percaya, ternyata Tuhan Yesus masih mau menolong saya. Saat itu ramalan saya semakin terkenal, banyak juga orang-orang Kristen yang mau tahu, karena ada peramal yang membagikan Alkitab. Mereka menyatakan, bahwa di dunia ini sayalah satu-satunya peramal yang demikian.

6. SEKARANG SAYA BERTOBAT SUNGGUH-SUNGGUH
Untuk mengakhiri kesaksian saya, pada tgl. 01 Pebruari 1988 pukul 01.00 barulah saya percaya kepada Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh. Hari itu saya selesai melihat dua Hong Sui dan yang terakhir di Pondok Indah, suatu tempat yang begitu luas baik tanah dan bangunannya. Ketika tiba di sana, hujan turun dengan lebatnya, sehingga saya kesulitan untuk turun dari mobil. Saya membawa kompas, tetapi dari dalam mobil jarum penunjuk tidak dapat menunjuk dengan tepat,sehingga saya terpaksa turun dengan payung untuk melihat tempat tersebut. Sepulangnya dari sana, kira-kira sudah jam 20.00, setelah makan lalu tidur karena badan terasa sudah kurang enak.

Tengah malam saya terbangun dengan pernafasan yang tidak lancar alias sesak. Sebagai seorang Sinshe saya tahu bahwa ini merupakan gangguan jantung. Rasanya saya sudah tidak tahan, udara yang keluar terasa lebih banyak dari yang saya hirup dan dengan situasi yang demikian, saya sadari dalam waktu 5-10 menit saya akan meninggal dunia. Di saat yang demikian, saya teringat kuasa doa dan mulailah saya berlutut di atas tempat tidur, berdoa kepada Tuhan Yesus supaya melalukan masa kritis tersebut, sehingga saya dapat melihat hari esok. Setelah "Amin" ternyata hasilnya tidak ada, bahkan pernafasan saya terasa bertambah sesak. Saya mengulangi lagi dengan berlutut dan berdoa kepada Tuhan Yesus dan Amin lagi, ternyata hasilnya juga tidak ada. Hati saya menjadi sedemikian sesak dan menurut perhitungan, sisa waktu tinggal kira-kira dua menit lagi. Waktu yang pendek itulah yang akan menentukan saya masih dapat hidup atau harus meninggalkan dunia ini.

Dalam keadaan demikian untuk kembali menyembah berhala pada saat seperti itu sudah tidak memungkinkan, sebab semua berhala sudah tidak ada lagi, sehingga satu-satunya jalan adalah saya harus kembali berlutut dan berdoa kepada Tuhan Yesus. Situasi sudah sedemikian gawat, saya tidak hanya berdoa supaya disembuhkan, bahkan saya berjanji jika saya disembuhkan saya mau percaya dan menurut kepada Tuhan Yesus, bersaksi dan melayani Tuhan Yesus, meninggalkan segala profesi lama saya. Saat itu saya yakin, bahwa Tuhan Yesus hadir di depan saya. Seperti biasanya saya mengakhiri doa dengan kata "Amin", tetapi heran saya, baru mengucapkan kata "A", belum sampai "MIN", pernapasan saya sudah lancar dan sembuh secara sempurna. Rasanya tubuh saya begitu segar seperti menjadi muda kembali dan saya dapat merasakan sukacita besar yang belum pernah saya alami selama 61 tahun saya hidup di dunia ini. Sejak saat itulah saya betul-betul percaya kepada Tuhan Yesus.

Saya adalah orang yang berpegang teguh kepada janji, sebab itu saya juga menepati janji saya kepada Tuhan Yesus. Tgl. 01 April 1988 saya mengumumkan, bahwa praktek meramal nasib, serta Hong Sui saya tutup meskipun masih banyak orang yang minta diramal, bahkan yang dari Taiwan, Singapore atau Malaysia. Tuhan mengasihi semua manusia, tetapi sayang hanya sedikit yang mau mengasihi Tuhan Yesus. Saya merasa sangat berhutang kepada Tuhan Yesus yang begitu mengasihi saya dan saya ingin dapat membalas kasihNya. Saya himbau Anda, kenalilah Tuhan Yesus Kristus, Percaya dan terimalah Dia dengan bulat hati. Percayalah kepadaNya senantiasa dengan 100% jangan 99%, maka hidup Anda diselamatkan, disembuhkan, diPulihkan di Dunia maupun di Sorga.

Kiranya melalui kesaksian ini, ini dapat berguna bagi Anda dalam menguatkan iman semua saudara seiman. AMIN.

Yohanes 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal".

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya:"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku".

Ibrani 2: 3-4 "Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai sedangkan Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan oleh Roh Kudus, yang dibagi-bagikanNya menurut kehendakNya".

Ibrani 4:17b "Pada hari ini, iika kamu mendengar suaraNya, janganlah keraskan hatimu!"

Kisah Para Rasul 4:12 "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Yohanes 1:12 "Tetapi semua orang yang menerimaNya diberinya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang parcaya dalam NamaNya".
Read More..

Bagaikan Langit dan Bumi


Banyak di antara masalah yang dialami oleh suami isteri didasari oleh satu fakta yang sederhana. Pria dan wanita sepenuhnya berbeda. Perbedaan-perbedaan ini - secara emosional, mental dan fisik - begitu ekstrim sehingga bila suami dan isteri tidak melakukan suatu usaha




Banyak di antara masalah yang dialami oleh suami isteri didasari oleh satu fakta yang sederhana. Pria dan wanita sepenuhnya berbeda. Perbedaan-perbedaan ini - secara emosional, mental dan fisik - begitu ekstrim sehingga bila suami dan isteri tidak melakukan suatu usaha tersendiri untuk memperoleh pemahaman yang lebih realistis satu sama lain, hampir tidak mungkin bagi mereka menikmati pernikahan yang bahagia.

Wanita cenderung lebih bersifat "pribadi" dibandingkan pria. Wanita memiliki minat yang lebih dalam terhdap orang dan perasaan, sementara pria cenderung lebih terpikat pada hal-hal praktis yang dapat dipahami dengan mengambil kesimpulan melalui logika.

Dr. Cecil Osborne mengatakan, wanta cenderung menjadi "bagian dari tim" dari orang-orang yang mereka kenal dan hal-hal di sekeliling mereka; mereka memasuki "persatuan" dengan sekeliling mereka. Seorang pria berhubungan dengan orang dan situasi, tetapi biasanya tidak membiarkan identitasnya dijalin bersama mereka. Entah bagaimana ia tetap terpisah. Itulah sebabnya seorang wanita, yang memandang rumahnya sebagai perpanjangan dari dirinya, dapat dengan mudah terluka bila rumahnya dikritik orang lain.

Karena emosi wanita berkaitan erat dengan orang dan tempat di sekelilingnya, ia membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dibandingkan pria. Seorang pria dengan logis dapat menyimpulkan manfaat dari suatu perubahan dan "menjiwainya" dalam beberapa menit. Tidak demikian dengan wanita. Wanita memusatkan perhatian pada akibat yang segera muncul dari perubahan tersebut dan kesulitan-kesulitan yang mungkin melibatkan dirinya dan keluarganya. Ia memerlukan waktu melakukan penyesuaian awal sebelum mulai dapat melihat keuntungan-keuntungan dari perubahan yang terjadi.

Steve dan Bonney sedang berjuang keras untuk memperoleh uang yang cukup agar makanan tersedia di atas meja. Bisnis Steve yang masih kecil mengharuskannya bekerja selama delapan belas jam dan Bonney bekerja selama delapan jam setiap hari (sementara ia sedang mengandung tujuh bulan). Steve terbang ke Timur untuk memperlihatkan ide-ide bisnisnya kepada seorang mahajutawan. Orang itu terkesan dan membuat penawaran yang bagus sekali. Steve hampir tidak sabar lagi untuk menelepon Bonney dan menceritakan kabar besar ini.

Bagi Steve, dibutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk menerima tawaran ini. Ini adalah satu-satunya jenis tindakan yang "masuk akal". Ia menelepon Bonney dan menceritakan kabar ini secara logis supaya Bonney dapat bergairah seperti dirinya. Ia berkata kepada Bonney, "Pertama, kamu tidak perlu lagi bekerja. Kedua, ia akan memberikan kepadaku dua puluh persen dari laba yang diperoleh. Ia mengatakan bahwa aku akan menjadi seorang jutawan dalam waktu satu tahun. Ketiga, kamu tidak akan percaya betapa indahnya keadaan di sini, dan ia akan membayar semua biaya perpindahan."

Steve terkejut ketika Bonney mulai menangis tanpa dapat dikendalikan. Pada mulanya ia mengira Bonney menangis karena sukacita (saya tahu sulit dipercaya bahwa Steve benar-benar berpikir seperti itu, namun ingat bahwa pria dapat benar-benar tidak peka akan hal-hal di luar logikanya).

Ketika Bonney dapat bernapas di antara isak tangisnya, ia memiliki kesempatan mengajukan beberapa pertanyaan yang dianggap Steve benar-benar lucu (bahkan, ia berpikir Bonney sudah tidak waras). Bonney mengajukan pertanyaan seperti, "Bagaimana dengan orangtua kita?" dan "Bagaimana dengan apartemen kita - aku baru saja selesai menyiapkan kamar bayi?" Bersamaan dengan pertanyaannya yang ketiga, Steve, dengan seluruh "kepekaan maskulinnya", dengan kasar mengakhiri pembicaraan di telepon. Berani-beraninya Bonney bertanya apakah Steve telah lupa bahwa ia sedang mengandung tujuh bulan!

Setelah memberikan waktu kepada Bonney satu atau dua jam untuk menguasai dirinya, Steve menelepon Bonney kembali. Bonney sudah tenang dan setuju pindah ke Timur dan meninggalkan orangtua, teman-teman, dokternya dan kelas persiapan melahirkan serta kamar anak yang telah ia persiapkan dengan menghabiskan banyak waktu untuk menyambut anaknya yang pertama.

Bonney membutuhkan waktu delapan bulan untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi, sementara Steve hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Steve tidak pernah menjadi jutawan. Bisnisnya gagal delapan hari sebelum bayi mereka lahir dan mereka pindah ke tempat lain, masih 3000 mil jauhnya dari rumah. Steve akhirnya belajar dari pengalamannya dan sekarang ini ia tidak akan membuat suatu perubahan yang besar kecuali Bonney sepenuhnya setuju. Ia mencoba memberikan waktu yang cukup bagi Bonney untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan lainnya. Meskipun dermikian, Steve tidak akan pernah melupakan pengorbanan penuh kasih yang banyak sekali dilakukan isterinya. Ia bahkan menyadari bahwa pertanyaan seperti "Bagaimana dengan orangtua kita?" atau "Bagaimana dengan kamar anak kita?" dapat lebih berarti dibandingkan uang.

Banyak tindakan yang menyakiti dan tidak berperasaan yang isteri saksikan hanya akibat dari sifat dasar alamiah suami sebagai seorang pria. Begitu isteri memahami beberapa perbedaan dasar yang ada antara dirinya dengan sang suami, isteri akan mampu membantu suaminya mengimbangi kecenderungan alamiahnya. Isteri harus menyadari bahwa suami tidak mengerti berapa banyak kata-katanya yang menyinggung perasaan atau sikapnya yang acuh tak acuh benar-benar mempengaruhi perasaan isterinya. Suami dapat belajar, namun isteri perlu membantunya.
Read More..

Howard Schultz: Pencipta Perusahaan Berbudaya Baru


Semua orang mengenal Starbucks, rantai ritel yang ada dimana-mana, pada era 1990an, mengubah minum kopi menjadi acara penghabisan waktu nasional. Tetapi sedikit mengenal Howard Schultz, pemimpin yang tidak menonjolkan diri, CEO dan penggagas dibalik pertumbuhan Starbucks yang luar biasa




Semua orang mengenal Starbucks, rantai ritel yang ada dimana-mana, pada era 1990an, mengubah minum kopi menjadi acara penghabisan waktu nasional. Tetapi sedikit mengenal Howard Schultz, pemimpin yang tidak menonjolkan diri, CEO dan penggagas dibalik pertumbuhan Starbucks yang luar biasa. Dengan membawa "budaya rumah kopi" Italia ke Amerika Sreikat dan mengemasnya untuk konsumsi massa, marketer tak konvensional ini mentransformasikan sebuah rantai empat kedai kurang terkenal dengan menjadi ritel pemimpin spesialis kopi di Amerika Utara.

Lahir pada 1953, Howard besar di pembangunan perumahan Bay View yang keras dan ambruk di Brooklyn, New York. Ibunya bekerja sebagai resepsionis dan ayahnya menjalani berbagai pekerjaan, tak satu pun membayar dengan cukup atau menawarkan keuntungan-keuntungan dasar seperti pembiayaan dasar baginya dan keluarganya. Ketika Howard berumur 7, ayahnya kehilangan pekerjaan sebagai supir pengantar layanan popok setelah pergelangan kakinya patah. Di waktu yang sama, pembayaran kesehatan atau bahkan bantuan tidak mampu yang legal masih hal mewah bagi mereka yang bekerja dengan gaji rendah, dan di bulan-bulan selanjutnya, keluarga tersebut bisa dikatakan sudah terlalu miskin untuk menaruh makanan di meja. Itu adalah sebuah kenangan bagi Howard yang ia bawa hingga masa dewasanya.

Memutuskan untuk membangun hidup yang lebih baik lagi bagi dirinya, Howard menyalurkan energinya ke bidang olahraga sekolah menengah atasnya dan mendapatkan beasiswa atletik di Universitas Northern Michigan. Setelah lulus dengan gelar sarjana dalam bisnis pada 1975, Howard dengan cepat bekerja di divisi penjualan dan marketing Xerox Corp. Howard mengungguli di Xerox, terlebih karena ia tertarik dengan perhatian dari perusahaan perabotan rumah Perstorp AB asal Swedia, yang merekrut dirinya di usia 26 untuk menjadi wakil presiden dan manajer di cabang Amerika, Hammerplast USA.

Selama di Hammerplast, Howard mengetahui ada perusahaan kecil di Seattle bernama Starbucks (dinamakan dari sahabat karib Herman Melville di kisah klasik Moby Dick) yang membeli banyak mesin ekspresso Hammerplast. Merasa ingin tahu, ia terbang ke Seattle untuk menginvestigasi dan menemukan empat outlet Starbucks. Aslinya berdiri pada 1971 dari satu toko saja dekat Pike Street Market yang terkenal di Seattle, Starbucks menjual biji kopi panggang yang segar juga dengan teh, bumbu-bumbu, dan aksesoris pembuatan kopi yang beragam.

Terpesona dengan energi dan keahlian marketing Howard, para pemilik Starbucks Gerald Baldwin dan Gordon Bowker - yang memiliki sedikit sekali pengetahuan bisnis - bertanya kepada Howard untuk menjadi bagian dari operasi mereka. Terpikat dengan penawaran mereka, dimana termasuk memiliki bagian kepemilikian, Howard bergabung dengan Starbucks sebagai kepala marketing dan operasi-operasi ritel pada 1982.

Howard SchultzSetahun kemudian, selama liburan di Italia, Howard memiliki apa yang ia sebut sebagai "pencerahan." Selagi duduk di salah satu bar ekspresso yang begitu banyak di Milan, ia menyadari bahwa toko kopi memainkan peranan penting dalam kehidupan sosial bagi kebanyakan warga Italia. Itu adalah titik penting bagi pertemanan, ketika teman bertemu dengan teman, bergaul dan tak mau pergi sepanjang hari. "Melihat ini, saya berpikir sendiri, "Mengapa tidak membuka sebuah bar kopi di Seattle?" Howard menceritakaannya dalam sebuah wawancara di The New York Times.

Kembali ke Seattle, Howard membagikan pencerahannya dengan sesama pemilik Starbucks. Meskipun kopi diramu di toko-toko, itu dilakukan hanya sekali oleh permintaan kustomer dan dibagikan sebagai sample gratis, dan Baldwin dan Bowker pada saat itu tidak berkeinginan untuk berpindah dari penawaran inti produk toko.

Merasa yakin bahwa ia mencapai sesuatu yang besar, Howard meninggalkan Starbucks pada 1986 untuk membuka sendiri bar espressonya sendiri yang ia beri nama Il Giornale (The Daily). Itu mencapai puncaknya, Howard menginginkan untuk membuka lebih banyak toko, tetapi tidak memiliki dana yang ia butuhkan untuk mengembangkan. Dengan sedikit perputaran dari takdir, setahun kemudian ia mempelajari bahwa Baldwin dan Bowker berharap untuk menjual outlet-outlet mereka, jadi setelah mengumpulkan investor-investor dari area Seattle, Howard membuka rantai Starbucks yang asli seharga $3.8 juta dan menggabungkan toko-toko tersebut dengan miliknya sendiri.

Sekali saja, Howard menyiapkan perbaikan penuh Starbucks sesuai dengan visinya. Sebagai tambahan untuk racikan "dasar" $1 per cangkir, ia melebarkan penawaran-penawaran Starbucks termasuk minuman-minuman kopi eksotik seperti espresso, cappucino, cafe latte, ice coffee dan cafe mocha. Ia juga mencoba untuk menyiapkan sebuah atmosfer yang lebih menarik bagi para kustomernya - pepatah "tempat bersih, terang yang pas" dimana mereka bisa bersantai dan menikmati kopi dengan nyaman.

Howard SchultzTetapi perubahan paling radikal yang Howard telah lakukan adalah meningkatkan perjanjian perusahaan dengan karyawan-karyawannya. Yakin bahwa pelayanan yang friendly dan efisien dapat meningkatkan penjualan, ia menginstitusikan sebuah program training yang didesain untuk menumbuhkan pengetahuan karyawan yang dapat menikmati bekerja di belakang counter, sebuah pekerjaan yang kebanyakan orang masih buruh kasar. "Pelayanan adalah seni yang hilang di Amerika... itu tidak dilihat sebagai pekerjaan profesional untuk bekerja di belakang counter," ujar Howard. "Kami tidak mempercayai itu. Kami ingin untuk menyediakan orang-orang kami dengan kebanggaan dan harga-diri, hingga kami menawarkan keuntungan-keuntungan nyata. "Di antara keuntungan-keuntungan yang Howard tawarkan adalah pencakupan kesehatan yang komplit baik bagi pekerja penuh dan juga paruh waktu, begitu juga dengan saham, sebuah praktik yang jarang terdengar di perusahaan Amerika. Hasil dari visi Howard, Starbucks mengalami pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya di masa 1990an, berkembang dari 425 toko di tahun 1994 hingga lebih dari 2200 toko pada 1998. Dan perusahaan tersebut memenuhi target dengan mencapai $2 milyar penjualan pada tahun 2000.

Dengan penjualan tahunan mencapai $1.7 juta pada 1999, Starbucks Corp. bangkit sebagai ritel spesialis kopi nomor 1 di AS. Sebuah pencapaian yang cukup mengagumkan dari anak berkerah biru. Tetapi di balik kesuksesan Starbucks yang fenomenal, apa yang Howard Schultz paling banggakan bukanlah apa yang telah ia dapatkan, tetapi perusahaan yang telah ia ciptakan. "Ayah saya adalah pekerja berkerah biru," Howard menjelaskan dalam sebuah wawancara Inc. Magazine. Ia tidak memiliki asuransi kesehatan atau keuntungan-keuntungan lainnya, dan saya melihat langsung efek yang melemahkan bagi ayah saya dan keluarga kami. Saya memutuskan jika saya akan berada di posisi yang memberi kontribusi bagi orang lain dalam cara itu, saya akan melakukannya. Kesuksesan terbesar saya adalah saya membangun sebuah perusahaan yang ayah saya tidak pergi ke sana untuk bekerja.

Read More..