Kamis, Februari 26, 2009

Mempersiapkan Keuangan Anda Untuk Keadaan Darurat


Dalam kehidupan ini banyak hal-hal yang tidak terduga terjadi. Terlepas dari krisis global yang sedang terjadi saat ini, Anda perlu memperhatikan kondisi Anda & orang-orang yang di sekitar Anda saat ini




Dalam kehidupan ini banyak hal-hal yang tidak terduga terjadi. Terlepas dari krisis global yang sedang terjadi saat ini, Anda perlu memperhatikan kondisi Anda & orang-orang yang di sekitar Anda saat ini. Bisa-bisa, pengeluaran yang Anda keluarkan melebihi dari perkiraan keuangan yang sudah dihitung sebelumnya. Berikut ada beberapa pengeluaran dalam hidup Anda yang perlu antisipasi sebelumnya:

1. Pengeluaran Kendaraan

Hitunglah pengeluaran kendaraan yang Anda punyai saat ini. Kendaraan pada umumnya memerlukan biaya perawatan dan perbaikan dalam masa-masa tertentu agar tidak cepat rusak dan pastinya memerlukan dana yang tidak sedikit pula untuk mengerjakannya. Sisihkan uang di tabungan Anda untuk melakukan perawatan dan perbaikan kendaraan. Pilihlah bengkel yang sudah terjamin mutunya.

2. Pengeluaran Untuk Rumah

Pengeluaran untuk keperluan rumah memiliki teknik yang sedikit berbeda dalam pengaturannya. Anda dapat mengatur besarnya pengeluaran perlengkapan rumah Anda dengan cara melihat kondisinya, apakah perlu segera diganti dengan yang baru atau hanya perlu diperbaki saja? Sisihkan 1% dari pendapatan Anda selama setahun untuk hal-hal yang berhubungan dengan perlengkapan rumah Anda memang tidak akan menggunakan uang sebanyak itu dalam satu waktu, tapi hal ini dibuat untuk berjaga-jaga apabila terjadi kerusakan dengan perlengkapan rumah Anda.

3. Pengeluaran Kesehatan

Kesehatan merupakan bagian yang terpenting dalam kehidupan manusia. Sekarang ini bukanlah barang baru untuk mengasuransikan kesehatan Anda. Asuransi kesehatan Anda saat ini adalah pengeluaran Anda. Anda harus membayar polis asuransi yang sudah Anda setujui. Hal ini merupakan sesuatu yang bagus untuk dikerjakan karena sewaktu-waktu ada kejadian-kejadian diluar kehendak Anda dan itu berkaitan dengan kesehatan, Anda tidak perlu lagi terlalu kuatir dengan pengeluaran yang akan keluarkan.

Segala sesuatu memang sudah Tuhan yang mengatur, akan tetapi lebih baiknya Anda juga berhikmat. Anda perlu mengatur pembayaran bagi keperluan pengeluaran-pengeluaran Anda dan keluarga, jangan biarkan pengeluaran-pengeluaran tersebut pada akhirnya akan menjadi jerat bagi hidup Anda nantinya. Selamat mempersiapkan pengeluaran Anda!!
Read More..

Mary Kay: Satu-satunya Wanita Dalam Pebisnis Unggul Versi Forbes


Inovatif, karismatik, dan optimistik, bisa jadi tak seorang wanita pun telah memainkan peran lebih penting dalam meningkatnya wanita-wanita pengusaha dibandingkan Mary Kay Ash




Inovatif, karismatik, dan optimistik, bisa jadi tak seorang wanita pun telah memainkan peran lebih penting dalam meningkatnya wanita-wanita pengusaha dibandingkan Mary Kay Ash. Setelah mengalami langsung "gelas kaca" yang menjaga banyak wanita dari mencapai posisi-posisi puncak dalam dunia perusahaan yang didominasi pria, Mary Kay bervisi sebuah perusahaan impian dimana ibu-ibu pekerja bisa menentukan sendiri tingkat mereka berdasarkan kemampuan dan kompensasi, menjadi bos bagi diri mereka sendiri, dan menyiapkan jadwal kerja yang masih meninggalkan waktu juga bagi anak-anak mereka. Hasil dari visi ini adalah Mary Kay Cosmetics, sebuah multilevel yang unik, perusahaan kosmetik penjualan langsung yang dapat menyediakan kesempatan ratusan dari ribuan bagi wanita yang Mary Kay sendiri ditolak.

Seperti pionir-pionir bisnis lainnya, Mary Kay tersandung ke talenta wirausahanya tanpa sengaja. Itu terjadi di akhir pertengahan 1930-an, ketika seorang wanita penjual ensiklopedia door-to-door membuat perjanjian dengan Mary Kay: Jika Mary Kay bisa menjual 10 set ensiklopedia, sang wanita penjual tersebut akan memberikan diri sebuah set gratis. Ini adalah sesuatu yang patut dicatat, mengingat 10 set adalah kuota untuk tiga bulan bagi orang penjual yang paling sukses.

Mempercayai ia menemukan keahlian, Mary Kay melanjutkan penjualan keliling ensiklopedia secara paruh waktu dan secepatnya akhirnya meraup cukup uang untuk menolong mendukung keluarga mudanya. Sayangnya, ia juga menerima kegusaran dari kebanyakan temannya yang menuduhnya menjual kepada mereka sebuah produk yang sebenarnya tidak mereka butuhkan. Mengambil remehan tersebut hingga ke hati, Mary Kay mulai mencari sebuah produk yang lebih berguna untuk dijual. Ia beralih ke Stanley Home Products, sebuah perusahaan direct-sales yang menawarkan perlengkapan-perlengkapan rumah dan pasokan pembersih.

Mary Kay AshTidak lama setelah bergabung dengan perusahaan tersebut, Mary Kay menghadiri sebuah konvensi dimana wanita penjual Stanley paling sukses dimahkotai "Queen of Sales" (Ratu penjualan, red). Menjadi pesaing, Mary Kay berjanji tahun selanjutnya ia akan menjadi ratu. Untuk mencapai tujuannya, ia membujuk ratu yang baru untuk mengadakan pesta demonstrasi, dimana Mary Kay mentranskripkan presentasinya kata per kata. Sesuai janjinya, tahun selanjutnya Mary Kay benar-benar mendapatkan gelar tersebut.

Sebuah titik balik besar dalam kehidupan Mary Kay ketika suaminya kembali ke rumah dari Perang Dunia II dan pergi dengan wanita lain. Dengan tiga anak untuk diasuh, Mary Kay memaksakan untuk menjadikan Stanley Home Products karir sepenuh waktunya. Tetapi meskpun ia dengan cepat menjadi produser penjualan paling atas, ia menemukan frustrasi ketika pria yang memiliki talenta dan pengetahuan kurang dari dirinya dipromosikan melewati dirinya.

Merasa muak selalu dilewati, Mary Kay bergabung dengan perusahaan direct-sales World Gift Co. pada 1952. Selama 10 tahun, ia telah memperluas distribusi World Gift hingga 43 negara bagian dan menerima sebuah posisi dalam dewan pimpinan perusahaan. Tetapi saran-sarannya selalu dilewatkan oleh anggota dewan yang pria dengan komentar, "Oh, Mary Kay, Anda berpikir layaknya seorang wanita" -sebuah tanda yang tidak pernah gagal menimbulkan amarah dirinya. Ia akhirnya keluar pada tahun 1962, setelah seorang pria yang ia latih menamakan dirinya supervisor dan mendapatkan dua kali gajinya.

Memutuskan pensiun lebih awal, Mary Kay menyiapkan sebuah panduan untuk menolong wanita lain menghindari lubang-lubang kejatuhan yang telah ia hadapi di dunia perusahaan yang didominasi pria. Ia merangkum dua daftar. Yang pertama menggaris-bawahi pengalaman-pengalaman negatifnya. Yang kedua menjelaskan kualitas-kualitas yang ia kira dapat menciptakan sebuah bisnis ideal - sebuah "perusahaan impian" bagi wanita pekerja yang berkeluarga yang dapat 1) memperlakukan semua orang dengan sama, 2)berdasarkan promosi yang pantas dan 3) memilih produk-produk berdasarkan performa penjualan merekan dan kemampuan pasar, dan bukannya keuntungan. Mengamati daftar yang kedua, Mary Kay menyadari ia telah menciptakan sebuah perusahaan direct-sales yang dapat bekerja dan berpikir, "Mengapa saya membuat teori tentang perusahaan impian? Kenapa saya tidak melakukannya?" Dan itulah yang ia lakukan.

Pertama ia perlu untuk mencari sebuah produk. Itu adalah sesuatu yang seorang wanita bisa percayai, yang bisa mereka rekomendasikan dengan hati mereka, dan, yang terpenting, sebuah produk yang bisa digunakan meskipun telah dipakai dan terus dipesan berulang-ulang. Tetapi dimana ia bisa menemukan produk tersebut? Ironisnya, itu sudah berada duduk di ruang rias kamarnya.

Mary Kay AshSelama hampir 10 tahun, Mary Kay telah membeli sebuah pelembut kulit dari anak seorang pencipta krim coklat lokal yang mencampurkan krim untuk solusi kulit mencoklat. Dengan $5000 tabungan seumur hidupnya, Mary Kay membeli resep dari anak tersebut, mempercantik sebuah toko kecil di Dallas, dan mempekerjakan pabrik lokal untuk menciptakan produk-produk perawatan kulit berdasarkan formula yang ia beli.

Selagi suami keduanya berhadapan dengan permasalahan-permasalahan legal dan keuangan, Mary Kay merekrut sekumpulan tenaga penjualan sembilan dari teman-temannya. Tetapi sebulan sebelum perusahaan dijadwalkan untuk dibuka, bencana terjadi. Suami Mary Kay meninggalkan dikarenakan serangan jantung. Diyakinkan bahwa ia tak dapat sukses tanpa pertolongan suaminya, pengacara dan akuntan Mary Kay menyarankan dirinya untuk melupakan rencana-rencananya. Tetapi seperti pengusaha-pengusaha besar lainnya, Mary Kay, yang pada saat itu berada di usia pertengahan 40-an, tak menghiraukan saran-saran dari "para ahli," dan Mary Kay Cosmetics membuka pintunya pada 13 September 1963.

Dari permulaan, itu adalah sesuatu yang unik di antara bisnis-bisnis direct-sales. Bukannya menggunakan pola- penjualan tekanan tinggi, Mary Kay menginstruksikan orang-orang penjualannya (yang ia panggil "konsultan") untuk menunjukkan para wanita bagaimana mereka bisa menggunakan produk-produk Mary Kay untuk meningkatkan penampilan mereka. Itu adalah teknik yang Mary Kay klaim belum ada perusahaan manapun yang mencobanya.

Dalam waktu tiga setengah bulan, penjualan-penjualan produk Mary Kay berjumlah $34.000, dan di akhir dari tahun pertama, jumlah tersebut telah meningkat sangat luar biasa $198.000. Setahun kemudian, penjualan telah berlipat menjadi $800.000. Dalam waktu tersebut, tenaga penjualan Mary Kay Cosmetics telah bertumbuh hingga 3.000 konsultan.

Lebih Dekat Lagi Dengan Mary Kay
• Pada 1989, Mary Kay Cosmetic Inc. menjadi yang pertama dalam industri kosmetik yang berhenti menggunakan hewan sebagai percobaan.
• Mary Kay adalah satu-satunya perusahaan yang masuk tiga kali dalam majalah Fortune "The 100 Best Companies to Work for in America."
• Mary Kay Ash adalah satu-satunya pemimpin bisnis wanita yang diprofilkan dalam buku Forbes Greatest Business Stories of All Time.
Read More..

10 Cara Mudah Bebas Kecanduan Belanja


Apakah Anda memiliki gadget terbaru saat ini? Apakah lemari Anda penuh dengan sepatu atau baju yang belum pernah Anda pakai? Apakah Anda merasa janggal jika pergi tanpa memegang credit card? Apakah Anda selalu pulang kerumah dengan membawa benda yang tidak Anda rencanakan untuk beli sebelumnya?




Apakah Anda memiliki gadget terbaru saat ini? Apakah lemari Anda penuh dengan sepatu atau baju yang belum pernah Anda pakai? Apakah Anda merasa janggal jika pergi tanpa memegang credit card? Apakah Anda selalu pulang kerumah dengan membawa benda yang tidak Anda rencanakan untuk beli sebelumnya? Apakah Anda belanja untuk menghilangkan rasa sedih atau kecewa Anda? Apakah mall atau belanja lewat internet menjadi sesuatu yang menarik untuk Anda?

Jika Anda menjawab ‘ya' pada beberapa pertanyaan diatas, Anda mungkin mengalami kecanduan berbelanja, yang biasa disebut dengan shopaholism.

Orang yang berbelanjan akan merasa lebih baik karena aktifitas tersebut melepaskan zat endorphins dan dopamine di otak manusia. Namun efeknya, tidak baik bagi dompet Anda. Bahkan banyak orang yang terlilit hutang karena kecanduan yang satu ini. Apalagi dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh kartu kredit.

Beberapa tips berikut, akan membantu Anda melepaskan kecanduan terhadap kecanduan berbelanja. Usaha Anda ini pastinya akan berdampak positif bagi kehidupan Anda, keluarga dan keuangan Anda.

Bedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Belajar untuk mengenali apa yang menjadi kebutuhan Anda, dan mulai berlatih untuk mengendalikan keinginan untuk membelanjakan uang pada hal-hal yang tidak dibutuhkan. Ubah pola penggunaan uang Anda.

Apa yang Anda butuhkan misalnya adalah sepasang sepatu untuk ke kantor karena sepatu Anda telah rusak dan Anda tidak memiliki sepatu lagi. Sedangkan keinginan adalah sesuatu yang tanpanya Anda, kehidupan masih dapat berjalan dengan baik. Contohnya membeli CD album lagu penyanyi favorit Anda.

Jauhi mall dan pusat perbelanjaan

Jangan mencobai diri Anda sendiri, apa lagi jika Anda sedang kecewa, sedih, marah ataupun sendang mengalami masalah, Jauhilah pusat perbelanjaan.

Jangan mudah terpancing dengan kata SALE

Ketika Anda berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau mall, jangan mudah terpancing berbelanja hanya karena sedang SALE atau diskon. Jangan terpaku di depan toko yang sedang diskon ataupun SALE, cepat pergi dari sana.

Buat buget dan pastikan Anda komitmen dengan hal itu.

Buat list pemasukan Anda setiap bulannya, lalu sisihkan 10% dari penghasilan Anda untuk di tabung, baru setelah itu buat list pengeluaran (Trasnportasi, makanan, dll). Pastikan Anda menyediakan uang untuk pengeluaran bulanan Anda, disiplinkan diri Anda.

Beri Hadiah Berdasarkan Wish List

Ketika membeli hadiah, cari tahu apakah teman atau orang yang Anda kasihi memiliki wish list, atau sesuatu yang benar-benar mereka butuhkan. Hal ini bukan hanya memberikan hadiah yang menjawab kebutuhan, tetapi juga membantu Anda membeli apa yang perlu Anda beli. Mungkin hadiah Anda bukanlah suatu kejutan, atau mahal, namun juga tidak menjadi barang yang tidak terpakai bagi si penerima.

Tulis setiap pengeluaran Anda.

Dengan mencatat setiap pengeluaran Anda, keuntungannya adalah Anda bisa mengevaluasi kemana saja uang Anda mengalir. Anda bisa mulai memilih mana yang bisa di kurangi dan mana yang tidak. Selain itu Anda bisa melihat apa yang paling penting dalam pengeluaran Anda.

Buat catatan sebelum berbelanja

Coba rencanakan pembelanjaan Anda. Sebelum pergi ke mall atau pusat perbelanjaan, tuliskan apa saja yang menjadi kebutuhan Anda yang perlu Anda beli atau habis. Setelah sampai di pusat perbelanjaan, fokus pada daftar yang telah Anda buat. Jangan beli sesuatu di luar daftar yang ada. Selain itu, pastikan Anda membayar semuanya tunai, jangan gunakan kartu kredit.

Lakukan aktifitas alternatif.

Buat diri Anda sibuk dengan aktifitas lain, selain berbelanja. Berolahraga atau jogging akan menjadi alternative yang baik. Setelah pulang kerja, Anda bisa memilih untuk membaca buku, nonton tv, atau olahraga. Dengan cara ini Anda dapat mengurangi aktifitas pergi ke mall.

Cari komunitas pendukung.

Minta teman atau keluarga Anda untuk menjadi orang dimana Anda bisa mempertanggung jawabkan komitmen Anda. Anda membutuhkan seseorang yang dapat mendukung Anda dalam melaksanakan komitmen Anda. Pasti ada orang-orang yang mengasihi Anda dan ingin yang terbaik bagi Anda.

Beri diri Anda sendiri hadiah.

Jika Anda sudah berhasil melakukan tips ini selama satu atau dua bulan, beri diri Anda hadiah atau penghargaan. Ini tidak harus mahal (ingat : Anda memiliki buget yang harus Anda patuhi).

Ingatlah bahwa kecanduan belanja itu dapat dihentikan. Dan Anda bisa melakukannya serta menjalani kehidupan yang bebas kembali. Sama seperti kecanduan yang lain, kesuksesan dalam hal ini ditentukan oleh kemauan Anda sendiri.
Read More..

Serba-Serbi Perencanaan Keuangan


Arti kata merencanakan adalah mempersiapkan; jadi merencanakan keuangan adalah mempersiapkan keuangan untuk mencapai tujuan Anda. Contoh: Anda ingin menyekolahkan anak Anda di perguruan tinggi terbaik, berarti Anda harus memulai merencanakan sisi keuangan Anda sehingga pada waktunya nanti, Anda dapat membiayai tujuan tersebut.





Apa itu merencanakan keuangan

Arti kata merencanakan adalah mempersiapkan; jadi merencanakan keuangan adalah mempersiapkan keuangan untuk mencapai tujuan Anda. Contoh: Anda ingin menyekolahkan anak Anda di perguruan tinggi terbaik, berarti Anda harus memulai merencanakan sisi keuangan Anda sehingga pada waktunya nanti, Anda dapat membiayai tujuan tersebut.

Arti lain dari merencanakan keuangan adalah mengatur keuangan Anda saat ini untuk membiayai tujuan Anda di masa depan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan keuangan

* Rencana keuangan yang dibuat harus disesuaikan dengan kondisi keuangan Anda saat ini. Buatlah suatu tujuan yang masuk akal, jelas dan memang dapat dicapai (achievable).
* Adanya rentang waktu (time frame) yang jelas. Tentukanlah waktu yang pasti (definitive time) untuk mencapai tujuan Anda tersebut, misalnya tahun 2015, atau Anda ingin mencapai dalam 10 tahun, atau pada saat saya berusia 45 tahun. Jangan pernah menggunakan kata-kata seperti : nanti, kapan-kapan, atau kata lain yang tidak terukur (infinitive time).
* Adanya komitmen dari Anda untuk menjalankan rencana tersebut. Rencana hanyalah sebatas rencana sampai rencana itu dilakukan. Diperlukan komitmen yang kuat dari Anda untuk melaksanakannya.

Beberapa mitos yang salah tentang merencanakan keuangan

Ide diambil dari buku "Save or Sorry", Menabung atau Menyesal, Kesejahteraan Finansial Sepenuhnya di Tangan Anda, oleh Hendri Hartopo terbitan Elex Media Komputindo & KOMMIT.

* Merencanakan keuangan hanyalah untuk orang yang mampu saja. Justru sebaliknya, karena kita tidak mampu maka kita perlu merencanakan segala sesuatunya dengan baik.
* Uang yang ada hanya sedikit, jadi mau diatur bagaimanapun tetap saja tidak ada manfaatnya. Ini adalah persepsi yang salah tentang uang. Uang sedikit atau banyak tetaplah berharga. Satu juta kurang 1 Rupiah bukanlah 1 juta. Hargailah uang Anda. "Uang memang bukan segala-galanya, tapi segala-galanya perlu uang". Benar bukan? Hal ini tidak berarti Anda diajarkan untuk menghalalkan segalanya demi uang, tapi maksudnya adalah agar Anda dapat menghargai nilai dari uang. Penghargaan terhadap uang bukan dari besar atau kecil nominal uang tersebut, akan tetapi dari manfaat yang dapat diberikan oleh uang tersebut.
* Penghasilan saya tidak ada sisa lagi untuk ditabung. Perlu disadari, seseorang dikatakan mampu menabung atau tidak bukanlah dilihat dari berapa besar penghasilannya, tapi dari berapa besar kemauannya untuk menabung. Lebih berarti seorang yang bergaji 1 juta / bln tapi mau menabung, dibandingkan dengan seseorang yang bergaji 10 juta / bln, tapi tidak mau menabung (walaupun yang ditabung hanya senilai 50.000 / bln).
* Saya sibuk mencari uang, urusan mengatur-atur keuangan, saya serahkan pada isteri/suami saya. Sekarang mungkin Anda memang bekerja untuk mencari uang, tapi dengan perencanaan yang baik Anda dapat membuat uang yang bekerja untuk Anda. Selain itu, Anda juga harus ikut bertanggungjawab untuk mengatur keuangan pribadi keluarga Anda, jangan hanya melemparkan tanggung jawab kepada pasangan Anda.

Syarat awal merencanakan keuangan

Jika Anda tertarik untuk mulai merencanakan keuangan Anda, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan lebih dahulu, yaitu:

* Neraca keuangan pribadi. Buatlah terlebih dahulu daftar aset (harta) Anda, setelah itu buatlah daftar kewajiban Anda (hutang). Dari kedua daftar itu, buatlah selisihnya (harta - hutang = kekayaan bersih / net worth). Jika kekayaan bersih Anda positif (harta > hutang), maka secara finansial Anda adalah sehat, sebaliknya bila negatif (hutang > harta), maka secara finansial Anda kurang sehat / baik.
* Arus Kas pribadi. Buatlah perincian-perincian dari uang yang masuk dan keluar (Pemasukan dan Pengeluaran). Dari daftar tersebut, Anda akan mengetahui seberapa optimal penggunakan uang masuk Anda selama ini. Syarat utama dari merencanakan keuangan, Anda harus mempunyai surplus!! (Pemasukan > Pengeluaran). Jika tidak, maka Anda perlu mengatur pengeluaran Anda terlebih dahulu.
* Tujuan-tujuan keuangan. Buatlah tujuan-tujuan keuangan Anda sesuai skala prioritas.
* Jangka waktu pencapaian. Buatlah jangka waktu (time frame) yang Anda inginkan untuk mencapai tujuan keuangan Anda tersebut.

Aspek-aspek dalam Merencanakan Keuangan

Berikut adalah aspek-aspek yang umum dilakukan dalam merencanakan keuangan:

* Proteksi (Protection / Insurance Plan)
* Pensiun (Pension Plan)
* Pendidikan (Education Plan)
* Pengalihan Aset (Estate Plan)
* Investasi (Investment Plan)

Tidak ada orang yang merencanakan untuk gagal tapi sebagian besar orang gagal untuk merencanakan.
Read More..

Siapkan Dana Masa Depan Anak


Memberikan serta merencanakan yang terbaik untuk anak tentunya akan Anda lakukan. Karenanya tak heran apabila sebelum anak melangkah ke jenjang berikutnya, sebagai orangtua, Anda akan mempersiapkan diri dengan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan anak di masa depan




Memberikan serta merencanakan yang terbaik untuk anak tentunya akan Anda lakukan. Karenanya tak heran apabila sebelum anak melangkah ke jenjang berikutnya, sebagai orangtua, Anda akan mempersiapkan diri dengan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan anak di masa depan. Mulai dari merencanakan pendidikan yang akan dijalani hingga mungkin mempersiapkan dana untuk biaya nikah sang anak kelak.

Wah apa tidak terlalu jauh tuh pemikirannya? Rasanya memang aneh apabila hal tersebut terbersit dalam pemikiran Anda saat ini. Sebab siapa tahu kondisi Anda sendiri saat ini masih serba pas-pasan. Boro-boro buat menyiapkan apa yang dituliskan di atas, bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah rasanya masih bisa bersyukur.

Ya memang, mengingat segala sesuatunya sulit diperoleh saat ini, hal pemikiran tesebut wajar saja mematahkan keinginan Anda untuk mempersiapkan yang terbaik bagi anak. Namun jika dipahami benar arti mempersiapkan segala sesuatunya untuk anak Anda, bukan berarti berupa materi saja, bahkan mungkin secara tidak sadar Anda sendiri sebenarnya telah mempersiapkan banyak hal demi masa depan anak. Contoh kecilnya saja Anda telah membeli satu buah unit desktop PC. Hal itu sebenarnya merupakan investasi yang cukup berarti untuk anak Anda. Karena dengan hadirnya desktop PC tersebut, Anda dapat memperkenalkan atau mengajarkan pada anak bagaimana menggunakan PC dengan baik. Dan hal tersebut tentunya bekal yang cukup besar artinya bagi anak. Karena bukan tidak mungkin di saat serba modern seperti sekarang ini dunia komputer semakin canggih dan si anak telah mempelajari kecanggihan yang ada sedini mungkin.

Sementara itu bagi Anda yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, menyisihkan dana yang ada demi masa depan anak tak dilarang untuk dilakukan. Walaupun pada awalnya Anda hanya mampu untuk menyisihkan sedikit dari pendapatan Anda. Namun setidaknya Anda telah berupaya. Tanamkan dalam benak Anda bahwa bukan nilai nominal yang Anda hitung, karena nilai nominal akan berkembang secara sendirinya seiring dengan waktu. Namun mungkin nilai perhatian Anda pada masa depan anak jauh lebih besar nilainya. Dengan demikian Anda, makin terpacu untuk melakukan hal tersebut.
Read More..

Suami Lemah, Istri Jadi Diktator


Sebilah pisau sudah menempel di lehernya, satu goresan saja nyawa Amen siap melayang.
Berawal dari perkenalan Amen dan Dina di sebuah taksi, akhirnya mereka menikah dan hidup layaknya keluarga bahagia




Sebilah pisau sudah menempel di lehernya, satu goresan saja nyawa Amen siap melayang.

Berawal dari perkenalan Amen dan Dina di sebuah taksi, akhirnya mereka menikah dan hidup layaknya keluarga bahagia. Di awal perkawinan mereka, semua kebutuhan rumah tangga tercukupi. Hingga pada suatu saat Amen tidak lagi bekerja sebagai supir taxi karena mereka telah memiliki sebuah bengkel motor di rumahnya dan bengkel ini cukup ramai dikunjungi orang.

Kondisi keuangan yang cukup mapan membuat Amen menjadi besar kepala. Ia mulai sering berkumpul dengan teman-temannya hingga larut dalam perjudian. Saking asyiknya berjudi, Amen kerap kali mengabaikan keluarga dan bengkel motornya.

Di tengah kegilaan Amen berjudi, Alek, anak pertama mereka meninggal dunia. Namun peristiwa tersebut tidak membuat Amen jera, malah membuat ia semakin larut dengan dunia perjudian.

"Suami saya tidak bertanggung jawab sama sekali kepada rumah tangga. Ia sering keluar rumah dan pulang sampai larut malam hanya untuk berjudi dengan teman-temannya," ujar Dina.

Ketidakpedulian Amen akan usaha bengkelnya membuat Dina menjadi marah. Semua urusan bengkel diambil alih oleh Dina. Hal ini membuat Dina merasa ia dapat menguasai semuanya dan juga merasa lebih bebas untuk mengatur keuangan bengkel mereka.

"Sering kali saya mengeluarkan cacian, bahkan pukulan kepada Amen, karena kami sama-sama keras," demikian Dina bercerita.

Kegagalan Amen sebagai kepala keluarga menjadi titik kelemahan di mata sang istri yang membuatnya menjadi layaknya seorang diktator. Dina memperlakukan Amen sesuka hatinya.

Namun di balik keperkasaan Dina, tersimpan kenangan pahit di masa lalunya, "Di dalam keluarga saya, memang yang perempuan lebih dominan menguasai keluarga. Papa saya senang judi dan mama yang mengambil alih segala usaha kami. Dan yang saya rasakan, figur suami saya memang tidak beda dengan papa saya."

Berkali-kali Amen diperlakukan layaknya seorang pecundang, harga dirinya diinjak-injak dan hidupnya terasa sia-sia. Tak sanggup menerima penghinaan yang bertubi-tubi, Amen nekat melakukan hal yang mengerikan

"Saking pusingnya, saya merasa ingin bunuh diri saja. Sebilah pisau saya ambil dari dapur dan saya tempelkan di leher saya. Satu tarikan saja leher saya bisa putus, saya sudah bosan hidup," ujar Amen.

Namun pandangan mata Amen yang tertuju pada kehadiran anaknya di hadapannya, membuat niat bunuh diri itu pun diurungkannya. Meskipun demikian, kebencian Amen terhadap istrinya yang telah mulai mengarat tidak berkurang sedikitpun. Batinnya berontak. Hingga pada suatu malam, saat ia pulang di larut malam, Amen emosi dan mulai memukuli Dina.

"Karena saya terlambat membuka pintu, ia langsung menendang dan mencekik leher saya, dan membenturkan kepala saya ke tembok. Leher saya menjadi memar-memar," Dina menceritakannya sambil menahan tangis.

Setelah peristiwa tersebut, bayangan keluarga bahagia terasa hancur berkeping-keping dan mata hati Dina seakan-akan telah dibutakan oleh amarah. Saat suaminya tidak ada di rumah, ia tega menjadikan anak-anaknya sebagai sasaran amarah.

Dina tak mampu lagi menguasai pikirannya. Batinnya tertekan dan tak sedikitpun harapan terpikirkan. "Saya sudah tidak tahan dan tidak ada lagi jalan keluar, sampai saya juga berusaha untuk bunuh diri dengan minum obat sebanyak mungkin." Namun hidup Dina masih dapat diselamatkan berkat bantuan karyawannya. Dengan melihat kondisi sang istri yang lemah, Amen mulai menaruh perhatian kembali pada keluarga dan usaha bengkelnya, namun itu semua ternyata hanya bersifat sementara.

Hal itu kembali membuat Dina kehilangan harapan. Dengan tekad bulat, ia mengusir dan menggugat cerai Amen suaminya. Tanggal 9 Agustus 1990 Dina dan Amen resmi bercerai.

Dina merasa sebagai wanita yang sempurna, ia merasa hebat bisa mengalahkan dan membalas kejahatan suaminya. Sedangkan Amen hidup layaknya orang yang terbuang. Dengan susah payah ia harus berjuang seorang diri untuk dapat bertahan hidup, bekerja sebagai seorang operator layar tancap keliling pun dijalaninya untuk menyambung hidup. Tetapi pikirannya tetap tertuju kepada anak-anak dan istrinya.

Suatu hari adik perempuan Amen mengajaknya untuk pergi ke gereja. Amen langsung menerima ajakan itu. Di dalam gereja, ia duduk sambil mendengarkan seorang hamba Tuhan berkhotbah. Dalam khotbah tersebut dikatakan tentang mengasihi istri dan mengasihi anak-anak, dan pernyataan itu membuat hati Amen serasa tertusuk. Ia menangis mengingat keluarganya.

Di sanalah awal kehidupan Amen diubahkan. Di gereja tersebut Amen dipertemukan dengan seorang hamba Tuhan dan ia menceritakan semua permasalahan hidupnya. Saat itu juga Amen ditantang untuk membuat keputusan agar ia mengalami pemulihan atas dirinya dan juga keluarganya.

Setelah melakukan pertobatan, atas anjuran hamba Tuhan tersebut Amen disarankan untuk kembali ke rumahnya dan bersatu kembali dengan istri dan anak-anaknya.

Tetapi semuanya itu tidak berjalan dengan mulus. Saat Amen kembali ke rumah, ia ditolak oleh sang istri. Dina masih merasa sakit hati terhadap Amen. Dengan usaha yang tak kenal menyerah, Amen akhirnya dapat meyakinkan istrinya kalau ia mau berubah.

Lama-kelamaan Dina menjadi penasaran dengan semua tindakan Amen. Ia ingin tahu apa yang sebenarnya membuat Amen mengalami perubahan sedemikian rupa. Maka Amen pun menceritakan semua yang ia alami di gereja waktu itu. Rasa penasaran yang besar membuat Dina pun mau diajak Amen pergi ke gereja.

Setelah beberapa kali mengikuti ibadah, Dina dibimbing oleh seorang ibu dan ia dibukakan akan dosa-dosanya. Mata hati Dina kini dibukakan, dengan kerendahan hati ia mau menerima Amen kembali ke rumahnya. Mereka saling memaafkan di depan anak anak mereka dan pemulihan atas keluarga mereka pun mulai terlihat nyata.

Sejak hari itu, Tuhan memulihkan hubungan Amen dan Dina. Pada tanggal 9 Maret 1992, Tuhan mempersatukan mereka kembali dalam suatu peneguhan pernikahan kudus. Inilah awal perjalanan rumah tangga mereka yang baru.

"Tuhan memang begitu baik kepada saya dan keluarga saya," ujar Amen.
Read More..

Kesaktian Tak Menjamin Keselamatan Hidupku


Semenjak kecil, ayah Daniel kerap menceritakan kepada dirinya akan kedigdayaan kakek Daniel. Ilmu yang dimiliki oleh kakeknya adalah bolo serewu, sebuah ilmu yang memiliki simpanan setan sampai seribu untuk membantu kakeknya mengerjakan segala sesuatu yang secara manusia tidak mungkin, namun bagi kakeknya pada waktu itu menjadi mungkin.





Semenjak kecil, ayah Daniel kerap menceritakan kepada dirinya akan kedigdayaan kakek Daniel. Ilmu yang dimiliki oleh kakeknya adalah bolo serewu, sebuah ilmu yang memiliki simpanan setan sampai seribu untuk membantu kakeknya mengerjakan segala sesuatu yang secara manusia tidak mungkin, namun bagi kakeknya pada waktu itu menjadi mungkin.

Dalam pandangan Daniel, jika ia memiliki kedigdayaan atau kesaktian, Daniel yakin ia bisa menjadi orang yang sukses. Apalagi semenjak kecil Daniel melihat kehidupan perekonomian keluarganya yang jauh dari cukup. Ia pun memiliki impian yang besar, menjadi tulang punggung keluarga dan menyenangkan kedua orangtuanya.

Sebuah keinginan bulat untuk menjadi sakti seperti kakeknya membawa Daniel ke sebuah petualangan untuk mencari ilmu dan kesaktian tertinggi. Melalui teman-temannya, Daniel mendapatkan informasi dimana ia dapat mencari dan berjumpa dengan orang sakti yang dapat mengajarkan ilmu kepadanya. Daniel disuruh menghafal mantera dalam waktu beberapa hari, lalu ilmunya langsung didemonstrasikan ke tubuhya. Daniel bisa menerima pukulan maupun tendangan yang bertubi-tubi namun ia tidak akan merasakan sakit sama sekali. Daniel pun mendalami ilmunya berdasarkan tingkatan ilmu yang disebut tataran-tataran. Ia bertekad mencari ilmu setinggi mungkin. Karena bila ia hanya memiliki ilmu rata-rata, apa bedanya ia dengan orang, demikian yang tertanam dalam benak Daniel saat itu. Daniel pun mulai mengembangkan panca inderanya dan mencari guru yang lebih tinggi.

Dengan kesaktiannya, Daniel dikenal sebagai jawara kampung yang tak terkalahkan. Daniel menjadi tumpuan teman-temannya saat terjadi perkelahian. Bila terjadi perkelahian, musuh yang jumlahnya jauh lebih banyak bahkan musuh yang badannya jauh lebih besar dari dirinya dapat dikalahkan Daniel dengan mudah sampai mereka lari terbirit-birit. Daniel pun menjadi tameng bagi teman-temannya.

Dengan kesaktiannya, Daniel menunjukkan kepada kedua orangtuanya bahwa ia mampu menjadi pelindung dan pengayom bagi keluarga. Kedua orangtua Daniel saat itu memiliki warung di pasar untuk berjualan. Bila ada masalah, Daniel yang pertama kali diutus oleh orangtuanya untuk menyelesaikan masalah, seperti preman pasar yang selalu menagih uang keamanan. Rekornya sebagai sang jawara semakin santer di telinga orang-orang di desanya. Yang paling penting bagi Daniel saat itu adalah ia bisa menyenangkan orangtuanya. Daniel bisa membuktikan bahwa ia bisa menjadi orang yang berhasil dan bisa menjadi anak yang tidak bergantung pada orangtua.

Dengan tekad bulat untuk mandiri dan sukses, Daniel memutuskan untuk berkarir di dunia pelayaran. Sebuah karir yang menjanjikan harta dan kebebasan.

"Saat saya melamar ke sana, maksud saya hanya satu yaitu bisa cepat mendapatkan uang, bisa menyenangkan orangtua saya dan saya bisa hidup bebas pergi kemana pun saya mau. Orangtua saya sudah jauh dari saya, mereka tidak bisa memantau saya lagi. Sehingga saya mau berbuat apapun juga dengan uang saya, mereka tidak bisa halangi saya," ujar Daniel.

Dengan kebebasan penuh di genggamannya, Daniel sering menggunakan kesaktiannya untuk memikat wanita-wanita malam di tempat ia berlabuh.

"Saya bisa memakai ilmu saya untuk memikat perempuan yang saya ingini. Karena waktu saya baca mantera dan saya memegang wanita itu, dia pasti akan langsung senang dengan saya," kisah Daniel menceritakan pengalamannya bersama para wanita malam.

Seiring dengan berjalannya waktu, Daniel semakin sukses dan berjaya. Akan tetapi sebuah ketakutan besar tiba-tiba terlintas dalam benaknya.

"Saya mengalami ketakutan yang luar biasa. Dalam benak saya terpikir seperti ini, ‘Kalau saya mati, saya ini kemana? Apakah ada jaminan bagi saya? Kalau saya memiliki ilmu seperti ini, apakah berarti saya juga bisa menyelamatkan nyawa saya?' Dan hal itulah yang mulai membuat saya terus-menerus bertanya di dalam hati saya, apakah saya mau terus mempertahankan hidup seperti ini. Sampai kapan saya akan bertahan? Dan saya harus mengambil keputusan untuk keluar dari masalah ini," ujar Daniel.

Suatu saat ketika Daniel yang baru saja membeli mobil baru sedang mengambil cuti dari pekerjaannya, salah seorang saudara jauhnya meminta tolong pada Daniel untuk menemaninya ke gereja. Daniel spontan menolaknya. Ia hanya berpikir tidak ada gunanya untuk pergi ke gereja. Penolakan langsung timbul dari dalam batin Daniel. Tapi entah kenapa, tawaran itu akhirnya diterima oleh Daniel. Ia pun bersedia mengantarkan saudaranya untuk pergi ke gereja.

"Saat mulai disampaikan Firman, ada satu Firman yang betul-betul menusuk hati saya yaitu pertanyaan yang diajukan kepada jemaat, ‘Kalau kamu mati, memangnya kamu akan kemana?' Pertanyaan itu sama persis dengan kerinduan hati saya selama ini. Dan dia jawab, Yesuslah satu-satunya jalan yang bisa menolong kamu untuk bisa mengalami kehidupan yang kekal. Dan kebenaran itu mengena di lubuk hati saya, menjawab kebutuhan saya selama ini. Ini yang saya cari. Selama ini saya punya segala-galanya tapi keselamatan saya tidak punya," kisah Daniel menceritakan awal titik balik dari hidupnya.

Namun, di saat Daniel mulai membuka hati untuk menerima firman Tuhan, tiba-tiba roh jahat di dalam dirinya memberontak dan berusaha membunuh Daniel. Tiba-tiba saja tubuh Daniel terbanting-banting dengan sendirinya. Dari dalam dirinya, Daniel mendengar suara yang sangat keras, "Aku bunuh kamu!!" Tapi saat itulah kuasa Tuhan turut bekerja dan mengambil bagian dalam hidup Daniel.

"Herannya, saat itu saya justru melihat kuasa nama Yesus itu dahsyat. Saya melihat sebuah sinar keluar dan saya langsung jatuh tersungkur dengan menyebut nama Yesus dan saya tidak bisa bangun lagi. Di situlah saya baru menyadari nama Yesus adalah Nama di atas segala nama. Ini adalah Nama yang bisa membuat saya mengalami kemerdekaan. Ini Nama yang saya perlukan. Ini adalah Nama yang sebelumnya tidak pernah saya ketahui namun bisa memiliki dampak yang luar biasa dalam hidup saya," kisah Daniel dengan haru.

Sejak saat itu, Daniel menyerahkan hidupnya secara total kepada Tuhan. Dan seiring dengan pertobatannya, Daniel ingin menunjukkan pengabdiannya kepada orangtua, yaitu dengan membawa mereka kepada Tuhan Yesus.

"Dan itu terjadi sebelum orangtua saya meninggal, saya tuntun mereka untuk mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Kejadian itu merupakan hal yang paling menyenangkan dalam hidup saya. Ternyata bukan harta, tapi keselamatan yang dijanjikan Tuhan Yesus untuk menyelamatkan orangtua saya melalui hidup saya, itu yang sangat menyenangkan hidup saya. Kehidupan lama saya yang dulu, adalah sesuatu yang sangat gelap. Tapi melalui pengenalan akan Tuhan, saya menyadari betapa dahsyatnya kasih Allah itu. Waktu saya hidup dalam ciptaan yang baru, ternyata Tuhan mulai bergerak dalam hidup saya. Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada saya, memberikan pengertian-pengertian baru yang lebih lagi dan saya bersyukur saya semakin mengerti rencana Tuhan," ujar Daniel menutup kesaksiannya.
Read More..

Australia Berdoa Meminta Hujan


Melbourne, Australia - walaupun asap sudah mulai tak terlihat, tetapi mereka memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan asap yang melanda negri mereka karena kebakaran.





Orang Kristen disana berkumpul dan berdoa bersama. Meminta belas kasihan Tuhan supaya Tuhan menurunkan hujan dan untuk setiap hati supaya kembali kepada Tuhan.

"Bapa, kami mohon ampun, lembutkanlah hati kami." Doa pastor Danny Nalliah dari Catch The Fire Ministries. "Kami bersatu hati untuk negri kami, ampuni kami." Sebenarnya Pastor Nalliah sudah diberi mimpi oleh Tuhan tentang adanya kebakaran ini.

Dalam mimpinya Tuhan berpesan supaya setiap orang sadar bahwa sebenarnya melegalisir aborsi itu adalah dosa.

Bukan hanya Nalliah, tetapi juga Gordon Milborn merasakannya. Ia menangis karena melihat keadaan yang seperti ini. Warga harus sadar bahwa Tuhan adalah Tuhan yang penuh kasih tetapi Ia juga adalah hakim.

Mereka percaya bahwa Tuhan tidak akan membunuh dan menghancurkan. Mereka berdoa supaya Tuhan mengirimkan hujan di negri mereka.
Read More..

Kembali Terjadi, Tragedi Lion Air


Mungkin karena masyarakat Indonesia cepat memaafkan dan melupakan, sehingga para maskapai penerbangan tidak juga memperbaiki standarisasi keamanan penerbangan armadanya




Mungkin karena masyarakat Indonesia cepat memaafkan dan melupakan, sehingga para maskapai penerbangan tidak juga memperbaiki standarisasi keamanan penerbangan armadanya.

Senin, (23/2) lalu, sebuah pesawat Lion Air MD-80 melakukan pendaratan darurat di Bandara Hang Nadim, Batam tanpa roda depan. Hal ini disebabkan roda depannya macet dan tidak bisa keluar. Sekalipun tidak terjadi korban jiwa pada insiden tersebut, menurut laporan Kompas, sekitar 30 persen penumpang mangalami syok.

Pihak Lion Air yang diwakili oleh Direktur Utama Lion Air, Rusdi Kirana pada Selasa (24/2) mengatakan akan menanggung semua biaya perawatan para korban .

"Ya, kita tanggung (biaya perawatan) semuanya," ungkapnya.

Ada 9 orang dari 156 penumpang pesawat yang dibawa ke RS Budi Kemulyaan (RSBK) Batam, mereka hanya mengalami syok dan tidak menderita luka-luka. Selasa malam, mereka semua sudah diperbolehkan pulang.

Pihak Lion Air berjanji menanggung biaya perawatan para penumpang yang dibawa ke rumah sakit, terkait insiden pendaratan darurat pesawat Lion Air MD-80 tanpa roda depan di Bandara Hang Nadim, Batam. Mereka juga menanggung biaya akomodasi semua penumpang yang tertunda penerbangannya.
Read More..

Rabu, Februari 25, 2009

Penghilang Stress


Kerja.. kerja.. kerja.. setiap manusia pasti akan melakukan aktivitas setiap hari dan menurut survey yang ada menunjukkan bahwa manusia memerlukan istirahat tidur yang cukup untuk memulihkan kekuatan tubuh. Namun survey juga membuktikan bahwa otak manusia yang sudah lelah berfikir setiap hari, mulai pulih meskipun tidak secara signifikan apabila manusia melihat sesuatu yang lucu. Ingat, setiap hari kita minimal harus tersenyum sebanyak 10 kali untuk mendapatkan suasana hati yang gembira.














Read More..

Kesaksian Hidup P'Jeff


Pada bulan November 1948, ayah saya sedang bekerja sebagai staf PBB dalam tugas Pembina Tenaga Kerja Pribumi di kota Rabaul, di pulau New Britain, di Papua Nugini, waktu saya muncul di bumi.




Ayah saya, pada waktu Perang Dunia II adalah dalam Angkatan Laut Australia dan bertugas di perairan Maluku Utara, Sulawesi dan Kalimantan. Hal ini saya tidak tahu sampai tahun 1987 setelah kami sudah lama melayani Tuhan di Sulawesi dan Maluku Utara. Karena ayah sungguh menikmati keindahan alam di daerah tropis dia ingin kembali bekerja di wilayah itu setelah perang selesai. Oleh sebab itu pada waktu ditawarkan bekerja dengan PBB di Papua Nugini dia sangat gembira.

Waktu di Papua Nugini kakak saya, Ron, hampir dimakan buaya dan saya dipagut laba-laba berbisa dan hampir meninggal. Maka ibu saya, tidak mau tinggal terus di PNG dan mau pulang ke Australia. Ketegangan terjadi di antara ayah dan ibu sehingga akhirnya mereka berpisah. Ayah menikah dengan orang lain dan pergi ke New Zealand lalu ibu saya, yang sedang mengandung, bersama dengan kakak saya dan saya terpaksa tinggal dengan Oma kami di North Melbourne, Australia. Oma tidak punya kamar kosong, jadi anjing-anjing dikeluarkan dari kandangnya, lalu kandang dibersihkan dan selama dua tahun berikut rumah kami adalah kandang anjing.

Pada tahun 1956 ibu menikah dengan orang lain, yang juga sudah punya tiga putra yang hampir seumur dengan tiga anak ibu saya. Lalu mereka menambah tiga anak lagi bersama sehingga ada sembilan anak di rumah. Pada tahun 1963, ayah tiri meninggalkan ibu dan menikah dengan bibi saya sehingga untuk kedua kalinya ibu saya bersama anaknya hidup di dalam kemalangan, hanya waktu itu sudah ada sembilan anak!

Dalam kemalangan itu ibu mencari bantuan di Gereja Presbyterian tetapi merasa tidak disambut baik. Dia putus asa. Bagaimana akan bisa memberi makan sembilan anak tanpa uang, pekerjaan atau jaminan apa-apa. Lalu pendeta dari Gereja Anglikan di Ferntree Gully, Rev. Bob Collie, telah mendengar tentang keluarga kami. Dia terkejut waktu berkunjung ke rumah kami. Kasih Kristus dalam hamba Tuhan ini bersama istrinya, Phyllis, mendorongnya untuk membantu keluarga kami.

Pada tahun 1965 ibu mendaftarkan saya ke dalam Kelas Sidi di Gereja Anglikan tetapi saya tidak mau, tetapi ibu memaksa saya dan katakan kami harus membalas kebaikan Gembalanya. Di tengah jalan diadaklan KKR di Gereja yang dipimpin Uskup Melbourne, Geoffrey Sambell.

Malam sebelum KKR ada Malam Doa di Gereja. Tiap anggota dijadwalkan berdoa selama satu jam. Ibu dijadwalkan untuk jam 21.00 – 22.00 – Sabtu Malam. Ibu minta saya ikut tetapi saya tidak mau. Saya lebih senang nonton TV daripada ikut acara doa. “Gereja hanya untuk orang yang akan segera meninggal, bukan?” Itu pendapat saya.

Tahu-tahu, setelah ibu berangkat, saya mematikan TV dan lari mendapatkan ibu sebelum dia tiba di gereja. Tetapi setibanya di Gereja dia menceritakan hal itu kepada Gembala yang menjawab, “Itulah Roh Kudus yang menariknya.” Saya menoleh dan ketawa dan berkata pada diri sendiri, “Tidak ada Roh Kudus, ha! ha! ha!”

Jam sembilan malam ibu dan saya masuk Gereja untuk berdoa. Ada kira-kira lima orang keluar dan sekarang ada kira-kira lima orang baru masuk. Saya bingung. Bagaimana mau berdoa? Ada apa mau jadi? Tetapi semuanya diam sekali. Tidak ada orang yang mengangkat suara.

Untuk isi waktu saya buka buku yang di bangku. Ternyata Alkitab. Saya buka dan mulai baca di Injil Yohanes. Ketika jam 10.00 malam, ibu berbisik, “OK kita sudah boleh pulang.” Kaget-kaget saya menjawab, “Saya belum mau pulang, saya akan tambah waktu!” “Apa? Gila kamu!” saya menjawab diri saya dalam pikiran. Untuk apa saya mau tinggal di gereja?

Saya melanjutkan membaca Injil Yohanes sampai selesai. Ternyata saya tidak mengerti isinya, jadi saya baca lagi, dan baca terus sampai jam 03.00 pagi. Enam jam sudah berlalu saya berada di Malam Doa dan satu menit pun saya belum berdoa! Bahkan saya tidak tahu bagaimana caranya untuk berdoa.

Pada jam 3.00 pagi hari Minggu itu saya keluar dari gereja untuk berjalan pulang. Saya berjalan di jalan yang disebut Station Street dan saya menatap ke langit dan melihat jutaan bintang di langit. Untuk pertama kalinya saya menjadi sadar bahwa mungkin benar-benar ada Allah, lalu untuk pertama kali saya berdoa. Aneh ya? Enam jam di acara doa dan satu kali pun tidak berdoa dan sekarang sementara jalan di jalan saya berdoa karena melihat bintang-bintang yang begitu indah. (Mzm 19).

Saya berdoa: “Allah, kalau sungguh Engkau ada, nyatakan Diri-Mu kepada saya!”

Sepanjang minggu itu saya mengikuti KKR yang disebut Church Mission yang dipimpin Uskup Geoffrey Sambell. Jujur saja, tak ada satu khotbah yang saya mengerti. Pada hari Minggu pagi adalah penutupan KKR dan untuk pertama kali saya telah mengerti sebagian yang dikatakannya yaitu, “Nanti sore saudara-saudara boleh kembali ke Gereja di sini dan saya akan menandatangani kartu saudara.” Wow! Saya juga mau mendapat otograf/tanda-tangan seorang Uskup, jadi saya datang ke Gereja sekitar jam 16.00 sore. Saya masuk antrian untuk mendapatkan otograf Uskup. Saya senang sekali.

Tetapi shok! shok! shok! Waktu mendekat ke Uskup, kira-kira masih tiga orang lagi saya bisa mendengar kata-kata pembicaraan. Ini sungguh shok buat saya!

Uskup berkata kepada orang itu: “Apa sungguh kamu mau bertobat dari dosamu dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat?” Ternyata ini antrian bukan untuk otograf tetapi keputusan menjadi orang percaya kepada Yesus! Sungguh saya mau lari tetapi sudah tertangkap! Masih ada dua orang di depan dan ada beberapa orang di belakang. Terlambat untuk lari.

Jadi, dengan teliti saya mendengar janji-janji orang di depan dan jawaban-jawaban mereka lalu pada waktu giliran saya, saya hanya meniru orang-orang yang sebelum saya tadi itu. Kartu otograf ternyata adalah Kartu Keputusan yang ditandatangani baik Uskup maupun saya.

Sekembalinya di rumah saya menangis dan menangis. Untuk pertama kalinya saya sudah merasa diri seorang berdosa. Saya sudah menipu gembala saya, Uskup dan Tuhan. Sepanjang minggu itu rasa berdosa adalah seperti beban berat yang tak terlepaskan. Hari Minggu berikut, sebelum kebaktian, saya datang lebih awal dan berlutut di Gereja dan berdoa: “Tuhan, saya sudah berdosa, ampunilah saya! Tuhan Yesus, saya percaya kepada-Mu, jadilah Juruselamat saya!” Langsung beban dosa diangkat dari hidup saya dan kegembiraan besar dan kehangatan kasih-Nya memenuhi seluruh keberadaan saya lalu saya mendengar suara-Nya: “Aku memanggil engkau menjadi hamba-Ku untuk memberitakan Firman-Ku dan melayani suku-suku lain.”

Pada saat yang sama, kasih karunia keselamatan dianugerahkan kepada saya dan panggilan untuk melayani-Nya juga disampaikan-Nya.

Inilah awal kehidupan saya sebagai seorang Kristen, seorang percaya kepada Yesus.

2. Bagaimana cara P’Jeff mendengar panggilan Tuhan untuk melayani dan bagaimana mentaati panggilan itu?

Pada hari saya bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dalam hidup saya dan sebagai Juruselamat maka panggilan Tuhan diberikan. Itulah langkah pertama. Setelah itu saya sudah konsultasi dengan Gembala saya. Sebagai pendeta Gereja Anglikan dia tentu sudah berpikir ini akan terjadi dalam Gereja Anglikan sehingga dia mengundang saya menjadi pelayan dalam Jemaat dan setiap minggu memakai jubah dan membantu dalam pelayanan ibadah.

Gembala saya juga mendaftarkan saya ke dalam dua kursus Alkitab. Yang pertama adalah Sekolah Alkitab Malam di Ridley Theological College di Melbourne sehingga setiap minggu dia mengantar saya ke ceramahnya Dr. Leon Morris seorang ahli Theolog yang sangat terkenal. Kursus kedua adalah kursus korespondensi dengan Moore Theological College di Sydney sebagai persiapan masuk full-time.

Oleh karena saya sudah putus sekolah setelah SMA 1 karena ekonomi keluarga saya belum akan bisa masuk Sekolah Theologia. Saya harus tamat SMA 3 sebagai persyaratan minim, maka saya kembali ke sekolah.

Karena ekonomi keluarga masih parah, saya harus membiaya diri dalam pendidikan. Pagi-pagi saya membawa koran-koran ke rumah-rumah orang dengan sepeda lalu sore setelah sekolah saya bekerja di Supermarket selama dua jam tiap-tiap hari untuk mengisi rak-rak kosong dengan barang baru dan mengepel lantainya.

Di sekolah saya memimpin persekutuan orang Kristen. Kami mulai dengan 20 orang dan membuat komsel doa dua orang empat hari seminggu (Senin-Kamis) pada waktu jam makan siang (jam 12.00–13.00). Kami berdoa untuk 10 menit baru mencari orang yang duduk sendirian lalu gabung, makan siang dengannya lalu membuka kesempatan bersaksi dan mengundang orang itu untuk mengikuti persekutuan Kristen pada hari Jumat siang. Persekutuan itu bertumbuh dari 20 orang menjadi 50 menjadi 100 bahkan sampai kami membuat KKR di sekolah yang dihadiri sampai 400 murid. Satu hari ada 100 yang maju di depan untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat.

Ini adalah masa Perang Vietnam dan semua orang berumur 20 akan masuk undian masuk tentara. Karena saya masih sekolah saya bisa masuk tentara part-time secara sukarela pada umur 18. Kadang-kadang saya harus ikut latihan selama dua minggu dan tidak dapat ke sekolah dan satu weekend tiap bulan harus mengikuti latihan militer. Namun oleh karenanya, ini menjamin bahwa saya belum akan disuruh ke Vietnam. Di tentara saya perhatikan tidak ada acara kebaktian jadi saya minta agar diizinkan membuka kebaktian ekoimene dan izin diberikan. Semua yang mengikuti latihan itu datang ikut kebaktian-kebaktian itu – orang Yahudi, Katolik dan Protestan datang bersama. Lewat pelayanan di Sekolah dan di tentara, pelayanan saya sebagai hamba Tuhan telah mulai!

Pada tahun 1968 terjadi beberapa peristiwa yang mengarahkan panggilan saya menjadi terfokus pada bangsa Indonesia. Pertama karena ketemu dengan Annette yang sudah mempunyai panggilan Tuhan ke Indonesia sejak tahun 1961 dan yang kedua adalah karena saya ketemu dengan malaikat Tuhan. Malaikat Tuhan dengan sangat jelas menyampaikan panggilan Tuhan untuk saya ke Indonesia sehingga arah panggilan Tuhan sudah menjadi sangat jelas. Oleh karenanya kami mulai membuat persiapan baik di universitas dan Sekolah Alkitab supaya kami siap ke Indonesia. Pada tanggal 10 Oktober 1974, Annette, Matthew (umur 2), Daniel (umur 9 bulan), dan saya tiba di Indonesia untuk mengabdikan diri kepada Tuhan dalam pelayanan-Nya di Indonesia.

3. Kapan dan bagaimana P’Jeff bertemu dengan Ibu Annette yang sevisi dengan panggilan P’Jeff sendiri.

Waktu saya dalam persiapan menjadi pendeta Anglikan saya harus kembali menyelesaikan SMA. Sekolah lama saya, Boronia High School, tidak mau menerima saya karena reputasi saya begitu tidak baik. Di sana saya telah memimpin kelompok judi, menjadi penyalur buku pornografik dan terkenal sebagai tukang berkelahi. Untung, ada sekolah lain, Upwey High School, yang menerima saya.

Setahun lebih awal, Annette, yang tadinya di Oakleigh High School, juga pindah ke Upwey High School untuk Kelas 3 SMA. Selama tahun itu dia mengikuti Persekutan Kristen di Sekolah yang disebut ISCF. Ada kira-kira 25 orang yang ikut tetapi tidak ada calon pemimpin yang di Kelas 2 yang akan mampu menjadi pemimpin tahun berikutnya. Sepanjang tahun itu mereka berdoa supaya Tuhan akan membangkitkan seorang untuk memimpin persekutuan tersebut. Pada akhir tahun mereka mendengar bahwa ada seorang calon pendeta Anglikan yang akan datang ke sekolah itu tahun berikutnya. Annette yang Injili Karismatik kecewa sekali karena dia menganggap gereja Anglikan sudah mati rohani.

Jadi tahun berikut Annette sudah ke Universitas Monash di Melbourne dan saya tiba di SMA Upwey High School. Adik Annette telah mengikuti persekutuan ISCF itu dan Dia memberitahu Annette bahwa dia sudah temukan orang yang paling tepat untuk Annette, yaitu saya. Annette bertanya, “Apa dia tinggi?” Adiknya menjawab, “Tidak!” sehingga Annette berkata, “Kalau begitu dia bukan untuk saya!”

Karena kegerakan rohani yang terjadi di sekolah, Annette semakin tertarik sehingga menulis surat kepada saya menawarkan Grup Penyanyi dari Gerejanya. Tetapi orang lain bilang Annette orang Pentakosta jadi saya tidak membalas suratnya. Saya menganggap dia dari Gereja yang fanatik.

Kemudian Annette diundang ke Sekolah karena dia adalah Juara Sekolah sehingga sebagai kehormatan dia diundang memberi ceramah di kelas Sejarah Australia dan di muka semua siswa/i SMA itu tentang transisi SMA ke Universitas.

Saat Annette masuk pintu kelas Sejarah Australia, kelas saya, dan walaupun saya tidak tahu siapa orangnya, saya langsung sudah tahu bahwa ini calon istri saya! Jantung saya melompat di dalam hati saya dan sepanjang ceramah saya telah bersenyum padanya. Annette sudah perhatikan karena saya justru duduk paling depan dan di tengah. Annette berpikir saya sangat tertarik dengan pelajaran sejarah Australia padahal penceramah yang menjadi pusat perhatian saya. Setelah kelas saya memperkenalkan diri dan meminta nomor teleponnya. Sebulan kemudian saya meminta dia menikah dengan saya dan melayani Tuhan bersama dengan saya. Selanjutnya adalah sejarah .....

4. Apakah keluarga mendukung, saat pertama kali P’Jeff mentaati panggilan Tuhan untuk melayani di ladang misi?

Dengan keadaan keluarga sangat berantakan, keluarga sudah mulai hidup jauh satu dari yang lain. Kakak saya Ron, adik Wendy dan saya masing-masing sudah menikah dan sudah pindah rumah. Ibu juga menikah lagi dan pindah rumah membawa dua anak. Empat saudara masuk lembaga pemasyarakatan. Jadi waktu saya terjun ke dalam pelayanan, pada dasarnya keluarga saya acuh-tak-acuh, dan waktu saya ke Indonesia, tak ada yang bilang apa-apa, apa mendukung atau tidak. Mungkin mereka sudah menganggap bahwa ya itulah Jeff yang gila agama.

5. Bagaimana caranya bisa melayani di Indonesia dan apa saja tantangan yang dihadapi selama melayani di Indonesia.

Dari tahun 1969 di Melbourne kami sudah ketemu Pdt. Hanny Mandey, waktu itu Sekjen GPdI, pada waktu dia berkunjung dan melayani di Gereja kami. Kami sudah membicarakan kerinduan kami untuk melayani di Indonesia. Pada tahun 1973 kembali kami ketemu dengan Pdt. Mandey bahkan menjadi sopirnya untuk mengantar dia ke mana-mana.

Pada waktu MUKERNAS GPdI di Makassar pada bulan Maret 1974, Majelis Daerah GPdI Sulawesi Tengah telah menyampaikan permintaan untuk tenaga pengajar untuk Sekolah Alkitab di Poso, Sulawesi Tengah. Kami segera ditawarkan posisi tersebut dan dengan senang hati kami menerima dan mulai mengurus semua surat yang diperlukan untuk kami berangkat ke Indonesia.

Tantangan pertama kami hadapi waktu tiba adalah perbedaan pendapat di antara para pemimpin. Ada yang mengatakan jangan ke Poso, terlalu primitif. Di sana mereka belum tahu bahasa Indonesia dan harus diajar bahasa Indonesia dulu.

Saya mengambil keputusan untuk pergi melihat sendiri. Oleh rahmat Tuhan, akhirnya kami berangkat ke Poso.

Tantangan berikut adalah bahwa Sekolah Alkitab di Poso sudah mati. Karena kekurangan dana dan tenaga Sekolah itu tidak lagi berjalan. Kami sudah berpikir kami akan mengajar dalam sekolah yang sudah berjalan bukan untuk menghidupkan sekolah yang sudah mati. Kursus pertama dibuka April 1975 di Kayamanya, Poso dengan 20 siswa/i. Walaupun bahasa kami sangat terbatas karena baru 6 bulan di Indonesia, kami mengajar dalam bahasa Indonesia dari awal tanpa penerjemah. Satu hari saya menghafal 1000 kata. Sering saya harus menghafal 100-200 kata per hari untuk dapat mengajarkan pelajaran untuk hari itu, tetapi oleh karenanya kami cepat berkembang dalam kemampuan berbahasa Indonesia. Pada akhir Agustus 1975, baru 10 bulan setelah tiba di Indonesia saya sudah menjadi penerjemah untuk tamu Australia. Memang terpaksa karena tidak ada penerjemah yang lain!

6. Jika menghadapi tantangan, apakah ada tips-tips tertentu yang P’Jeff pakai untuk tetap berkobar-kobar dalam melayani Tuhan?

Dalam menghadapi berbagai tantangan yang kami hadapi dalam pelayanan bahkan sebagai seorang murid Kristus ada beberapa kebenaran yang sangat menolong kami untuk menang dan melihat Tuhan dipermuliakan di tengah-tengah tantangan yang kami alami.

i. Bergaul dengan Yesus. Dengan memiliki hubungan intim dengan Yesus kita akan dapat mengenal suara-Nya (Yoh 10) dan kita tidak akan bingung mengikuti perintah-perintah-Nya, walaupun kadang-kadang kita belum sepenuhnya memahaminya.

ii. Bergaul dengan Firman Tuhan. Dari awal saya menjadi orang percaya, saya melihat Alkitab sebagai surat cinta dari Tuhan kepada saya. Saya membaca, mempelajari berulang-ulang, mencatat, merenungkan, dan menghafal sehingga boleh katakan saya makan, minum, mimpi dan bernafas Firman Tuhan. Dalam menghadapi berbagai tantangan justru Firman yang sudah lama dipelajari dan sudah lama terlupa, tiba-tiba bangkit kembali di dalam ingatan dan memberi jawaban di tengah-tengah tantangan yang dihadapi.

iii. Bersekutu dengan sesama orang percaya dalam Tubuh Kristus. Jawaban dan hikmat Tuhan bagi kita sering disembunyikan di dalam orang lain. Perhatikan dalam Wahyu passl 2 sampai 3 tentang rahasia 7 Sidang Jemaat. Pewahyuan kebenaran tentang dosa, siapa Yesus, pahala dan jawaban tidak diberikan pada satu Sidang saja tetapi dibagikan porsi demi porsi di antara ketujuh Sidang. Artinya, jawaban ditemukan di dalam Tubuh Kristus, di dalam anggota lain, dan kita hanya akan menerima jawaban sepenuhnya kalau kita memiliki hati bergaul, bersekutu dan sekaligus mendengar suara dan hikmat Tuhan yang disampaikan melalui ucapan teman, waktu sharing di komsel atau di ibadah raya.

7. Apa pesan P’Jeff untuk kami semua, terutama para pembaca bila mereka juga mendengar panggilan Tuhan?

Yesus dan Rasul Paulus telah memberi beberapa nasihat yang paling tepat untuk setiap orang lakukan agar memahami dan memastikan panggilan Tuhan dalam hidupnya.

Pertama, Yesus menyatakan dua langkah yang sangat baik dalam Yohanes 10:1-5.

i. Mengenal dan mendengarkan suara-Nya

ii. Menolak dan melarikan diri dari suara lain

Tanpa hubungan intim dengan Yesus kita akan bingung dengan berbagai suara yang menarik kita ke sini atau ke sana tetapi kalau kita sudah praktekkan 4M dan membiasakan diri dengan suara Yesus lewat pergaulan intim, mengenal panggilan Allah akan menjadi langkah otomatis dalam hidup kita.

Dalam Roma 12:1-2 kita diberi beberapa langkah penting oleh Paulus yang menunjukkan bagaimana caranya kita boleh hidup intim dengan Yesus dan mengenal dengan yakin panggilan Tuhan dalam hidup kita:

i. Persembahkan tubuh kita yang kudus kepada Tuhan sebagai persembahan yang hidup

ii. Jangan mengikuti pola dunia tetapi biar pikiranmu dibaharui dengan pikiran Tuhan

Kalau kita mengikuti dua nasihat Yesus dan dua nasihat Paulus ini yang sangat sederhana dan mendasar maka kita akan sanggup menguji kehendak Tuhan yang baik, yang berkenan dan yang sempurna sehingga mengenal panggilan Allah akan mudah bagi kita. Tuhan tidak mau kita bodoh terhadap kehendak-Nya tetapi rahasia mengenal kehendak-Nya adalah mengenal Dia dengan intim!
Read More..

Gereja yang Kehilangan Api & Mati


Mengapa Gereja Kehilangan Api & Akhirnya Mati?

Di dalam Wahyu 2:2-4, kata Tuhan, “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”




Gereja Tuhan di Efesus sangat berjerih payah dan penuh pengorbanan, bahkan para pekerjanya melakukan tugasnya sampai habis-habisan. Tetapi, apa yang mereka lakukan justru tidak menentukan bahwa mereka tidak kehilangan revival. Gereja ini sangat tekun. Tekun artinya setia melakukan segala sesuatu walaupun harus menghadapi tantangan. Bagaimana caranya mereka bertekun? Mereka tidak sabar terhadap orang jahat, yang berarti mereka tidak kompromi dengan moral. Sekali lagi hal ini juga tidak membuat mereka kehilangan api revival dan akhirnya mati. Gereja ini memiliki kepekaan doktrin yang sangat kuat, bahkan memiliki kepekaan dalam alam roh sampai dapat membedakan rasul palsu dan rasul asli. Apakah gereja-gereja di masa kini mencapai tingkatan seperti ini? Apakah hal ini bagi kita sungguh-sungguh sangat hebat? Tetapi sekali lagi, tingkatan ini tidak menjadi jaminan bahwa mereka tidak mati dan tidak kehilangan revival. Mereka sabar dan menderita oleh karena nama Tuhan, yang berarti mereka dianiaya dengan dahsyat. Para pekerjanya sangat hebat karena tidak mengenal lelah. Sekali pun demikian, hal ini tidak membuat mereka kehilangan revival.

Tetapi, Tuhan mencela Gereja di Efesus. Mengapa mereka dicela? Oleh karena mereka telah meninggalkan kasihnya yang semula. Ternyata, meskipun kita telah memiliki semua ciri-ciri di atas, namun ketika kita kehilang kasih kita yang mula dengan Tuhan, maka kita dicela oleh Tuhan. Mengapa? Karena ketika kita kehilangan kasih yang mula-mula dengan Tuhan, maka kita akan mati dan sekaligus kehilangan revival. Itulah sebabnya, kita harus memeriksa hati kita: apakah kita masih memiliki kasih yang mula-mula.

Apakah Jalan Keluarnya?

Tuhan memberikan jalan keluarnya bagi kita. Katanya, “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jika engkau tidak bertobat.”(Wahyu 2:5). Hanya satu perintah: Bertobat. Kehilangan kasih mula-mula itu adalah dosa. Bertobat artinya berbalik arah yang berlawanan dengan arah semula. Hanya satu perintah: Bertobat. Tuhan tidak berkata, “Mintalah kasih yang mula-mula itu.” Atau, “Terimalah kembali urapan yang baru.“ Atau, “Ikutlah berbagai seminar dan traning yang lebih banyak lagi.” Tidak. Jalan keluar yang diberikan oleh Tuhan adalah: “Lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.” Ini sangat luar biasa, yakni : Lakukan lagi apa yang semula engkau lakukan.

Jadi, kita jangan menunggu urapan kasih mula-mula. Kita jangan menunggu sampai ada getaran dari sorga. Kita jangan menunggu sampai ada seminar atau konferensi. Kita jangan menunggu ada buku-buku baru lagi (Touching Heaven Changing Life). Tetapi, kita hanya melakukan saja apa yang semula kita lakukan. Ingatlah kasih mula-mula kita kepada Tuhan ketika kita bertobat! Kita telah meninggalkan kasih yang mula-mula itu. Ingatlah bahwa kasih itu bukan perasaan. Tetapi, kasih itu adalah sebuah komitmen. Kita melakukan dulu apa yang semula kita lakukan, maka perasaan akan mengikutinya. Jika kita tidak melakukan hal itu, maka Tuhan akan datang dan mengambil kaki dian itu. Ini sangat mengerikan. Jika gereka tidak mau bertobat, maka Tuhan akan datang dan mengambil kaki dian itu dari tempatnya. Jika kaki dian diambil, maka gereja tersebut tidak mengalami lagi transformasi. Gereja tersebut tidak akan menjadi terang. Bahkan gereja tersebut menjadi garam yang tawar, sehingga akan dibuang dan diinjak-injak oleh masyarakat. Gereja yang tidak bertobat dan kembali kepada kasih mula-mula, maka gereja tersebut tidak akan dianggap oleh masyarakat lagi. Jika kita telah kehilangan kasih mula-mula, maka bertobatlah dan lakukanlah lagi kasih yang mula-mula itu. Jika kita tidak bertobat, maka kita sedang menyusul menuju ke kuburan rohani.

Apakah yang Semula Dilakukan oleh Gereja Efesus?

Kapankah Gereja di Efesus dibentuk? Menurut Kisah Para Rasul 19:1-11, Gereja ini terbentuk oleh murid-murid yang menerima baptisan Yohanes, yakni baptisan orang yang telah bertobat. Mereka belum dibaptis oleh Roh Kudus, karena mereka belum pernah mendengar tentang Roh Kudus. Ketika Paulus menumpangkan tangan di atas kedua belas murid itu, maka mereka mulai berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. Lalu, Paulus tinggal selama 3 bulan di Efesus dan memberitakan Kerajaan Allah. Paulus tidak memberitakan hal yang lain selain Kerajaan Allah. Kerajaan Allah disebut juga sebagai Jalan Tuhan atau suatu Gaya Hidup. Paulus mengajar mereka tentang Kerajaan Allah di ruang kuliah Tiranus setiap hari selama 2 tahun. Akibatnya, semua penduduk Asia baik orang Yahudi dan Yunani mendengar firman Tuhan. Paulus hanya mengajarkan tentang Kerajaan Allah.

Jadi, ketika seseorang baru bertobat atau baru mengalami pembaharuan terhadap imannya, maka ia harus segera diajarkan tentang Kerajaan Allah. Paulus terus-menerus mengajar mereka di ruang kuliah Tiranus selama 2 tahun dan banyak mukjizat terjadi, bahkan orang membawa saputangan Paulus untuk meletakannya atas orang sakit atau orang yang kerasukan dan setan-setan pun keluar. Efesus berubah menjadi pusat penginjilan, sehingga hanya dalam 2 tahun seluruh Asia Kecil mendengar Injil. Hal apakah yang dilakukan oleh Gereja di Efesus? Gereja Efesus dengan kasih memberitakan, mendemonstrasikan dan mengajar tentang Kerajaan Allah sebagai gaya hidup. Hal inilah yang seharusnya kita fokuskan. Jika hal ini hilang dari kita, maka kita akan kehilangan kasih mula-mula, yakni revival Allah. Akibatnya, kaki dian diambil dari kita.

Pertanyaan kita adalah kuasa dan pekerjaan apakah yang diperlukan untuk menyatakan Kerajaan Allah. Hal ini sudah jelas yakni Kuasa Roh Kudus. Pertanyaan Paulus yang pertama kepada mereka adalah: Sudahkah kamu menerima Roh Kudus?” Mengapa? Sebab Kuasa Roh Kudus adalah Kuasa Kerajaan Allah. Dari manakah kita mengetahui hal ini? Yesus yang menyatakan hal ini kepada murid-murid-Nya di dalam Kisah Para Rasul 1:2-8. Murid-murid menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas mereka. Ketika Roh Kudus dicurakan atas muriri-murid Yesus, urapan Roh Kudus yang ada pada Yesus dimanifestasikan, yang kita sebut 5 pelayanan orang percaya yang tertulis dalam Lukas 4:18-19. Tujuan dari 5 pelayanan orang percaya adalah jiwa-jiwa. Itulah sebabnya, orang atau gereja yang tidak melakukan 5 pelayanan orang percaya, maka orang atau gereja tersebut akan pelan-pelan mati dan menjadi Kristen agamawi. Mereka akan ribut dan tidak pernah puas, sehingga mereka tidak akan pernah melihat kuasa Kerajaan Allah.

Kita harus melakukan kembali 5 pelayanan orang percaya. Kita harus mengunjungi orang sakit untuk menyembuhkan mereka. Kita harus mengusir setan-setan dan menyatakan mukzijat. Kita harus memberitakan Injil Kerajaan Allah. Ketika kita memberitakan Injil Kerajaan Allah, maka mukjizat dan tanda-tanda heran terjadi, kesembuhan dan pembebasan total terjadi. Tetapi, ketika Gereja Efesus mulai meninggalkan kasih mula-mula dan meremehkan pesan Tuhan, maka kaki kian diambil dari mereka. Kini Gereja di Efesus jumlah orang Kristen hanya bisa dihitung dengan jari. Hal ini sangat menyedihkan sekali. Sebab gereja yang tidak lagi berfokus kepada 5 pelayanan orang percaya, yakni: Memberitakan Injil, Melepaskan orang dari kuasa gelap, Inner Healing, Mukjizat dan kesembuhan, Memberitakan Tahun Rahmat Tuhan telah datang, maka kaki dian pasti akan diangkat. Gereja Efesus memberikan bukti nyata kepada kita. Di Kota Efesus saat ini, gereja-gereja mengalami kematian rohani. Apa yang harus kita lakukan adalah melakukan saja apa yang semula dilakukan. Mulailah dari hati dan bukan dari materi.
Read More..

Perjalanan Panggilan Hidup


Saya ingin bercerita tentang kaitan panggilan kita hari ini dengan orang-orang yang pernah menjadi mentor dalam hidup kita. Firman Tuhan menunjukkan bahwa orang yang mementor kita adalah orang-orang yang membawa pengurapan yang menentukan bagi hidup pelayanan kita kelak, contohnya: Elia membawa pengurapan bagi hidup Elisa, Musa membawa pengurapan bagi hidup Yosua, Yesus pun membawa pengurapan bagi hidup murid-muridNya sehingga mereka menjadi para rasul yang pertama




Saya ingin bercerita tentang kaitan panggilan kita hari ini dengan orang-orang yang pernah menjadi mentor dalam hidup kita. Firman Tuhan menunjukkan bahwa orang yang mementor kita adalah orang-orang yang membawa pengurapan yang menentukan bagi hidup pelayanan kita kelak, contohnya: Elia membawa pengurapan bagi hidup Elisa, Musa membawa pengurapan bagi hidup Yosua, Yesus pun membawa pengurapan bagi hidup murid-muridNya sehingga mereka menjadi para rasul yang pertama.

Sekitar tahun 1978-1979, saya sedang di tengah rasa frustrasi terhadap apa yang tadinya saya yakini, yaitu kekristenan. Saya menjadi orang yang penuh dengan keragu-raguan di dalam iman. Pada masa-masa seperti itu, saya bertemu dengan seorang teman yang aktif melayani Tuhan, dia mengajak saya untuk menghadiri sebuah rangkaian Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Di KKR tersebut, saya berjumpa dengan seorang hamba Tuhan yang telah berusia 70-an tahun, namun masih sangat berapi-api dalam melayani Tuhan. Hamba Tuhan ini bernama Karl Hoekendijk, seorang hamba Tuhan yang sangat diurapi Tuhan dalam pelayanan profetik dan healing. Tanpa sadar, selama mengikuti KKR tersebut, saya melihat banyak mujizat yang Tuhan lakukan. Ada orang yang tidak memiliki bola mata, namun ketika didoakan ia memperoleh bola mata baru dan bisa melihat dengan normal; ada juga yang lumpuh menjadi bisa berjalan dengan baik setelah didoakan; dan banyak mujizat lainnya. Kemudian Bp. Karl Hoekendijk bertanya, "Siapa yang mau dipakai Tuhan?". Pertanyaan ini berbicara secara khusus di hati saya, maka saya pun maju untuk didoakan. Bp. Karl menumpangkan tangannya atas saya dan mendoakan saya. Saat itu saya dipenuhi oleh Roh Kudus dan pengurapan Tuhan turun atas saya. Saya pun mengambil komitmen untuk memberikan diri saya dipakai Tuhan. Komitmen ini Tuhan perhatikan dan Ia gunakan untuk memakai hidup saya melayani Dia.

Sejak saat itu, kerinduan untuk berdoa besar sekali dalam diri saya. Saya mulai belajar melatih diri saya menggunakan pengurapan yang Tuhan sudah berikan. Pertama kalinya, saya mendoakan adik saya sendiri di rumah. Saya sangat bersukacita ketika dia dipenuhi oleh Roh Kudus saat saya doakan. Selain itu, saya mulai mendapatkan banyak penglihatan dari Tuhan.

Hari ini saya sedang menjalani panggilan hidup saya. Setelah cukup lama seolah-olah "terlupakan" di dalam panggilan ini, saya menemukan kembali pengurapan profetik dan healing yang pernah saya terima dahulu. Pengurapan ini saya terima melalui orang yang pertama kali mendoakan saya, Bp. Karl Hoekendijk. Pengurapan semacam ini adalah pengurapan yang tidak akan pernah hilang, dan harus terus kita kembangkan dengan rajin, agar semakin hari semakin nyata dalam hidup kita. Saya sendiri juga melakukannya, saya menjadi makin beriman, dan saya percaya Tuhan akan terus memakai saya bagi orang-orang yang membutuhkan kuasa profetik dan healing. Wahyu 12:10-12 berkata bahwa sekarang telah tiba waktunya, bukan saja keselamatan yang datang kepada kita, tapi juga kuasa. Inilah janji Tuhan yang terus saya pegang dalam hidup pelayanan saya. Salah satu wujudnya adalah melalui School of Believers (SOB) yang telah kita lakukan, ini untuk melatih orang-orang dalam hal pelayanan kuasa. Markus 16:17-18 juga menyebutkan mengenai tanda-tanda yang akan menyertai orang-orang yang percaya, jadi memang inilah pengurapan yang Tuhan sudah berikan bagi setiap kita.

Saat saya pertama kali mengambil keputusan untuk memberikan diri saya dipakai oleh Tuhan, saat itulah pengurapanNya turun atas saya. Sampai hari ini, pengurapan yang sama terus memperlengkapi saya untuk makin maksimal dalam melayani Dia. Kesempatan dan kehormatan untuk saya melayani Tuhan ini saya berikan bukan saja bagi gereja kita, namun juga untuk seluruh gereja-gereja lain yang membutuhkannya. Kita pun harus demikian, carilah sebanyak mungkin orang-orang yang memiliki pengurapan khusus dari Tuhan, untuk mementor hidup kita. Di sinilah Tuhan akan menurunkan pengurapanNya atas hidup kita, karena pengurapan itu diteruskan dari sang mentor kepada kita. Tuhan akan menuntun kita dalam panggilan hidup kita, dan Tuhan akan terus memperlengkapi kita dengan pengurapan itu. Inilah yang akan membuat kita makin maksimal dalam hidup dan pelayanan kita menjalani panggilan Tuhan. Tuhan memberkati.
Read More..

Kenyataan Di Balik Slumdog Millionaire


Kesuksesan film Slumdog Millionaire yang berhasil menyabet 8 piala Oscar membuat dunia berdecak kagum. Apa yang dihasilkan oleh Danny Boyle sebagai sutradara film ini memang terbilang fantastis, mengingat hampir saja film ini menjadi proyek terbengkalai karena ditinggalkan oleh penyandang dananya Warner Independent Pictures, bagian dari raksasa film Warner Bros.




Kesuksesan film Slumdog Millionaire yang berhasil menyabet 8 piala Oscar membuat dunia berdecak kagum. Apa yang dihasilkan oleh Danny Boyle sebagai sutradara film ini memang terbilang fantastis, mengingat hampir saja film ini menjadi proyek terbengkalai karena ditinggalkan oleh penyandang dananya Warner Independent Pictures, bagian dari raksasa film Warner Bros.

Insting Fox Searchlight Pictures untuk menyelamatkan proyek ini ternyata tidak salah. Potret kemiskinan dan kesuraman kehidupan anak-anak yang tumbuh di daerah kumuh India tersebut meraih perhatian dunia.

Namun dibalik hingar bingar kebahagian dari suksesnya film ini, tahukah Anda bahwa anak-anak kecil yang muncul dalam film tersebut benar-benar berasal dari daerah kumuh? Ini bukanlah sebuah cerita dongeng. Kerasnya kehidupan di jalanan merupakan keseharian anak-anak tersebut.

Rubina Ali Qweshi, dan Mohammed Azharuddin, adalah dua anak dari sembilan aktor cilik yang berperan dalam film Slumdog Millionaire . Mereka berasal dari daerah kumuh di Mumbai, India. Berdasarkan laporan Associated Press, ayah Azharuddin saat ini dirawat di rumah sakit karena mengidap TBC. Ayahnya merupakan tulang punggung keluarga hanya menghasilkan uang sekitar 30-60 dolar setiap bulannya.
Read More..

Sembuh Dari Pendarahan Otak Karena Anugrah-Nya


Pada usia 2 bulan Marcel sakit panas, ibunya memberi obat supaya sembuh tetapi Marcel justru semakin panas. Akhirnya ibunya membawa Marcel ke dokter. Ibu Marcel kaget karena dokter berkata bahwa Marcel sedang koma



Pada usia 2 bulan Marcel sakit panas, ibunya memberi obat supaya sembuh tetapi Marcel justru semakin panas. Akhirnya ibunya membawa Marcel ke dokter. Ibu Marcel kaget karena dokter berkata bahwa Marcel sedang koma. Ibunya panik karena menurutnya anak-anaknya hanya pernah sakit panas dan pilek saja, bahkan kejang pun tidak pernah. Ibunya tidak dapat berkata apa-apa akan keadaan ini.

Dengan emosi ayah Marcel datang dan berbicara kepada dokter supaya menyembuhkan anaknya. Berapapun biayanya akan ayahnya tanggung demi kesembuhan Marcel. Tapi dokter berkata bahwa Marcel baru berusia 2 bulan dan tenggorak kepalanya masih lembek jadi tidak dapat dioperasi. Dengan sedih hati ayahnya menerima berita itu. Mereka hanya dapat pasrah dan menunggu.

Bayang-bayang kematian menghinggapi pikiran orangtua Marcel. terutama ayahnya. Ayahnya merasa bersalah karena tidak memperhatikan dan kurang memberi kasih sayang pada Marcel. Samapi usia Marcel 2 bulan, ayahnya tidak pernah menggendong Marcel. Ayahnya hanya mengunjungi kamar Marcel 3 kali dalam seminggu dan itu hanya sekitar setengah jam saja.

Akhirnya mereka menyerahkan perkara ini pada Tuhan, biar Tuhan yang menyelesaikannya dan menyembuhkan Marcel. Mereka percaya bahwa Tuhan pasti sembuhkan Marcel. Pada saat Marcel sedang di rumah sakit, ibunya menunggu dirumah dan berdoa. Pada saat ia berdoa, ia mendengar suara dalam hatinya bekata bahwa Marcel besok akan sadar dan sembuh. Puji Tuhan, keesokan harinya Marcel sadar dan menangis.

Tidak hanya sampai disitu. Pada usia Marcel yang ke 4 bulan, Marcel harus check up lagi ke dokter syaraf. Dokter berkata Marcel harus di scan ulang. Hasil scan Marcel bertambah parah. Darah dalam otak marcel semakin banyak, ada darah yang membeku dan otaknya semakin mengecil karena ditutupi darah. Marcel harus menjalani operasi. Biasanya bila seseorang mengalami pendarahan otak, ia tidak dapat bergerak lagi tetapi Marcel masih dapat bergerak dengan baik. Perkembangan Marcel sama seperti anak lainnya, tidak seperti anak yang sedang sakit. Tuhan memimpin dan memberi kekuatan ekstra pada ibunya sehingga dapat melalui cobaan ini dengan tenang.

Pada usia 6 bulan Marcel menjalani pembedahan otak. Operasi berjalan selama 1 jam. Setelah itu dokter memberitahu pada ibu Marcel dan memberikan darah yang terdapat pada otak Marcel. Darah dalam otak Marcel sebanyak 60 cc. ajaibnya Marcel adalah anak yang luar biasa, karena kemungkinan besar, anak-anak lain akan mengalami kelumpuhan atau pingsan, tetapi Marcel sehat-sehat saja.

Dengan iman orangtua Marcel bersyukur karena Tuhan telah menyembuhkan Marcel. Ayah marcel tersadar bahwa anak-anaknya adalah anak-anak yang luar biasa. Ia berjanji akan menyayangi anak-anaknya. Marcel tumbuh menjadi anak yang sehat dan normal dan dapat berkumpul bersama keluarganya lagi.
Read More..

Dalam Cengkeraman Kuasa Gelap


"Perut saya setiap sore di jam-jam tertentu itu sakitnya luar biasa, seperti ditusuk-tusuk pisau. Kalau sakitnya itu muncul... saya histeris. Saya melahirkan saja, tidak pernah histeris sampai teriak-teriak seperti itu," ujar Titik Dyah memulai kesaksiannya.




"Perut saya setiap sore di jam-jam tertentu itu sakitnya luar biasa, seperti ditusuk-tusuk pisau. Kalau sakitnya itu muncul... saya histeris. Saya melahirkan saja, tidak pernah histeris sampai teriak-teriak seperti itu," ujar Titik Dyah memulai kesaksiannya.

Kejadian demi kejadian aneh mulai terjadi di rumah mereka.

"Di rumah saya ada dua pohon jambu. Pohon jambu yang besar itu, daunnya sudah habis dimakan ulat. Saya tidak pernah melihat ulat yang seperti itu. Seumur-umur, baru sekali itu saya melihat ulat yang seperti itu. Meskipun saya taruh obor di bawah ulat itu, ulatnya tidak bisa mati. Tapi setelah saya sebut, ‘Dalam nama Yesus, enyah kamu!!', baru ulatnya mati," kisah Titik Dyah.

"Biasanya kan ulat kalau dipencet seperti itu pasti mati. Tapi ulat itu tidak bisa mati. Untuk matiinnya, kita harus baca doa dulu, ‘Dalam nama Yesus!!', baru mati," kisah Elisabeth Vabiola, putri Titik Dyah.

Misteri yang terjadi tidak hanya sampai di situ.

"Ketika saya membuka pintu depan rumah, ada sesuatu yang aneh. Bau kemenyan yang tidak lazim. Saya teriak, ‘Dalam nama Yesus, dalam nama Yesus!!', baunya hilang," kisah Daniel Surya Saputra, putra dari Titik Dyah.

Pada suatu malam, saat Daniel bersama dengan neneknya, ibunya Titik Dyah, sedang doa malam, tiba-tiba ada suara ledakan yang sepertinya berasal dari atap di atas kepala Titik Dyah yang sedang berbaring di kamarnya. Sakit perut yang luar biasa kembali menyerang Titik Dyah.

Suatu pagi saat bangun tidur dan membuka pintu rumahnya, Titik Dyah sangat terkejut saat melihat dinding rumahnya dipenuhi ulat. Tak ada bagian dinding yang terlihat, semuanya ditutupi oleh ulat-ulat itu. Titik Dyah pun memanggil suaminya dan ulat-ulat itu dibersihkan dengan sapu.

Karena sakit perut yang diderita Titik Dyah tak kunjung sembuh, di bulan September Titik Dyah pun memeriksakan kesehatannya ke dokter. Dan dokter menyarankan Titik Dyah untuk melakukan operasi pengangkatan rahim karena di dalam rahimnya ditemukan kista dan miom. Di ovarium sebelah kanan juga ditemukan kista.

Di bulan Maret, rahim Titik Dyah pun diangkat dan ditemukan banyak sekali kista dan miom di sana. Dan kistanya itu ternyata sudah lengket di tulang panggul sehingga harus dikerok, dan Titik Dyah kembali harus merasakan sakit yang luar biasa saat prosedur itu dijalankan.

Berawal dari keanehan-keanehan di rumah mereka, vonis dokter hingga rahimnya diangkat, apa yang sebenarnya terjadi atas keluarga mereka? Apa yang harus Titik Dyah lakukan? Sementara itu, vonis dokter yang lain siap dijatuhkan atas Titik Dyah.

Saat kandungannya di USG, ditemukan sebuah massa tumor yang besarnya sekitar 4-5 sentimeter. Dan dokter kembali menyarankan Titik Dyah menjalankan operasi lagi untuk yang kedua kalinya. Titik Dyah pun pulang, mencari dokter yang lain dan bertekad untuk tidak berobat lagi dengan dokter yang sama.

"Saya berikan terapi medikemantosa seperti biasa dan anjuran fisioterapi. Tapi ternyata dalam perkembangan sepuluh hari saja, massa tumor itu membesar dua kali lipat daripada normalnya. Sehingga memang saya mencurigainya sebagai suatu keganasan, baru dari ovarium sebelah kanan saja," ujar Dr. Winarno Sarkawi, SpoG, dokter yang akhirnya menangani Titik Dyah.

Penjelasan dan diagnosis dokter kedua pun mengharuskan Titik Dyah kembali menjalani operasi.

"Saat operasi, dijumpai perlengketan yang hebat antara indung telur kanan dengan usus-usus di sekitarnya dan dijumpainya jaringan yang aneh di situ. Saya curiga ada suatu metastasis. Akhirnya saya hanya melakukan biopsi saja, karena kalau dipaksakan untuk menyingkirkan usus tidak mungkin, bisa terjadi perlukaan yang hebat dari usus dan organ-organ di sekitarnya. Kasus-kasus keganasan dengan stadium akhir, biasanya banyak dokter juga sudah menyerah," ujar Dr. Winarno Sarkawi, SpoG menjelaskan kondisi Titik Dyah saat itu.

Usaha demi usaha sudah dilakukan. Dokter sudah menyerah. Namun kondisinya tidak semakin membaik. Titik Dyah pun pasrah akan hidupnya.

"Kalau saya mati, saya yakin saya selamat di tangan Yesus," ujar Titik Dyah.

Dukungan dari keluarganya membuat Titik Dyah bertahan dan bertindak.

"Semua anggota keluarga, semua anak-anak saya, saya kumpulkan untuk berdoa. Lalu kemudian saya tidak merasakan sakit lagi," ujar Titik Dyah.

Kebahagiaan melingkupi keluarga Titik Dyah. Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Penyakitnya selalu kambuh setiap kali suaminya pulang dari luar kota di akhir pekan.

"Saya gelisah, saya menangis sama Tuhan. Kalau memang saya sakit karena ada kuasa gelap, saya mohon Tuhan tunjukkan. Bagaimana saya bisa mengampuni orang kalau saya tidak tahu siapa yang harus saya ampuni? Tunjukkan, saya janji dengan pertolongan Yesus, saya akan mengampuni dia," doa Titik Dyah.

Keesokan harinya Titik Dyah melihat ada orang yang masuk ke kamarnya. Titik Dyah bingung bagaimana mungkin ada orang sekurang ajar itu, di saat suaminya sedang tidak berada di rumah, ia masuk ke kamar dan membuka bajunya. Titik Dyah pun mengangkat tangannya dan berseru, "Di dalam nama Yesus, setiap kuasa gelap ENYAH!!". Namun ternyata yang dilihat Titik Dyah adalah suaminya sendiri.

Ternyata bayangan yang dilihatnya itu adalah relasi mereka sendiri yang menggunakan kuasa gelap.

"Saya cerita kepada suami saya, saya berdoa untuk suami, saya menumpangkan tangan kepada suami, semua kuasa gelap enyah dari dalam tubuh suami saya. Tuhan memampukan saya untuk mengampuni orang lain meskipun dia berniat untuk membuat saya sakit. Pada hari Minggu saya menonton acara rohani di TV, dan waktu itu hamba Tuhannya mengajak untuk berdoa. Saya berdoa, sembuhkan saya saat ini juga. Begitu saya selesai doa, amin, saya merasa perut saya itu seperti ditusuk-tusuk pisau, sakit sekali. Saya ke kamar mandi, teriak-teriak histeris di kamar mandi, dan suami saya datang, dia duduk di depan saya. Sambil berteriak histeris, saya jambak rambutnya. Saya seperti mau melahirkan, seperti mau membuang air besar yang sudah lama sekali. Saya tidak tahan, rasanya sakit sekali. Akhirnya sesuatu itu keluar. Bau busuk yang sangat menyengat, dan hanya setetes darah. Tuhan benar-benar menjamah saya. Saya tidak merasakan kesakitan lagi. Hasil USG menyatakan bahwa saya sudah tidak ada miom lagi. Kista yang tadinya besar sekali itu, sudah tidak ada lagi," ujar Titik Dyah menceritakan perihal kesembuhannya.

Kuasa Tuhan menghancurkan kuasa gelap di rumah mereka.

"Saya tidak pernah lagi melihat ulat itu, tidak pernah mencium bau yang aneh-aneh, mendengar sesuatu yang orang lain tidak mendengarnya, semua hal itu sudah tidak saya alami lagi. Selama dua tahun saya sakit, saya tidak bisa melayani suami saya baik secara lahir maupun batin. Saya pernah menyarankan suami saya kalau mau mencari wanita lain, silahkan. Tapi rupanya suami saya justru lebih kuat. Dia mengatakan kepada saya, ‘Kamu jangan bilang begitu. Kalau kamu sakit, sakit itu bukan hanya untuk kamu. Itu untuk menguji iman kita.' Ternyata dengan pengampunan, Tuhan menyelamatkan saya," ujar Titik Dyah mengenai kebesaran Tuhan dalam hidupnya.

"Semua kegelapan itu, semua kuasa jahat itu, tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan kuasa Tuhan kita," ujar Daniel Surya Saputra, putra Titik Dyah.

"Dalam nama Yesus, dalam kuasa Yesus, kuasa manapun terkalahkan," ujar Titik Dyah menutup kesaksiannya.
Read More..