Selasa, Februari 24, 2009

JAKARTAKU.. JAKARTAMU.. JAKARTA KITA


Ada syair lagi berkata, “Siapa suruh datang Jakarta. Siapa suruh datang Jakarta, sendiri suka sendiri rasa, waduh eehh sayang.” Kita harus sadar bahwa kita ada di Jakarta bukan karena kebetulan, tetapi Tuhan menghendakinya. Paulus berkata kepada para ahli pikir Epikuros dan Stoa di Atena, “Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.




Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada,”(Kisah 17:26-28a). Kita mendiami Jakarta sesuai dengan batas yang ditentukan dan menjalani musim tersebut dengan maksud mencari Tuhan.

JAKARTAKU. Mengapa? Karena jikalau Jakarta diumpamakan sebagai rumah tinggal untuk tempat berlindung, maka aku harus menjaganya sebisa mungkin. Sebab di Jakarta inilah aku mencari makan, mengejar impian dan karir demi menikmati hidup bersama keluargaku dalam melayani Tuhan. Karena itulah, aku patut mendoakan kota Jakarta.

JAKARTAMU. Mengapa? Karena Tuhan menempatkan Anda untuk hidup di kota Jakarta sesuai rencana-Nya. Ini adalah tanggungjawab Anda sebagai orang yang percaya kepada Kristus untuk mengusahakan kesejahteraannya. Orang Kristen jangan sampai menjadi seperti benalu yang hanya menempel untuk mendapatkan makanan, tetapi memberikan hidupnya bagi kepentingan kotanya.

JAKARTA KITA. Karena semua orang yang tinggal dan hidup di dalam kota ini, maka Allah menempatkan kita untuk mengusahakannya. Sebab kesejahteraan kota tersebut adalah kesejahteraan kita bersama juga (Yeremia 29:7). Salah satu cara termudah untuk mengusahakan kesejahteraan kota adalah mendoakannya kepada Tuhan, agar kita dapat hidup tenang dan tentram. Dengan demikian, kita hidup dalam kesalehan dan kehormatan untuk beribadah kepada Allah dengan benar (I Timotius 2:1-7). Namun pertanyaannya adalah apakah kita telah mengusahakan kesejahteraan kota kita? Mari, libatkan diri dalam doa bersama kita demi Jakarta tercinta.