Rabu, Februari 25, 2009

Perjalanan Panggilan Hidup


Saya ingin bercerita tentang kaitan panggilan kita hari ini dengan orang-orang yang pernah menjadi mentor dalam hidup kita. Firman Tuhan menunjukkan bahwa orang yang mementor kita adalah orang-orang yang membawa pengurapan yang menentukan bagi hidup pelayanan kita kelak, contohnya: Elia membawa pengurapan bagi hidup Elisa, Musa membawa pengurapan bagi hidup Yosua, Yesus pun membawa pengurapan bagi hidup murid-muridNya sehingga mereka menjadi para rasul yang pertama




Saya ingin bercerita tentang kaitan panggilan kita hari ini dengan orang-orang yang pernah menjadi mentor dalam hidup kita. Firman Tuhan menunjukkan bahwa orang yang mementor kita adalah orang-orang yang membawa pengurapan yang menentukan bagi hidup pelayanan kita kelak, contohnya: Elia membawa pengurapan bagi hidup Elisa, Musa membawa pengurapan bagi hidup Yosua, Yesus pun membawa pengurapan bagi hidup murid-muridNya sehingga mereka menjadi para rasul yang pertama.

Sekitar tahun 1978-1979, saya sedang di tengah rasa frustrasi terhadap apa yang tadinya saya yakini, yaitu kekristenan. Saya menjadi orang yang penuh dengan keragu-raguan di dalam iman. Pada masa-masa seperti itu, saya bertemu dengan seorang teman yang aktif melayani Tuhan, dia mengajak saya untuk menghadiri sebuah rangkaian Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Di KKR tersebut, saya berjumpa dengan seorang hamba Tuhan yang telah berusia 70-an tahun, namun masih sangat berapi-api dalam melayani Tuhan. Hamba Tuhan ini bernama Karl Hoekendijk, seorang hamba Tuhan yang sangat diurapi Tuhan dalam pelayanan profetik dan healing. Tanpa sadar, selama mengikuti KKR tersebut, saya melihat banyak mujizat yang Tuhan lakukan. Ada orang yang tidak memiliki bola mata, namun ketika didoakan ia memperoleh bola mata baru dan bisa melihat dengan normal; ada juga yang lumpuh menjadi bisa berjalan dengan baik setelah didoakan; dan banyak mujizat lainnya. Kemudian Bp. Karl Hoekendijk bertanya, "Siapa yang mau dipakai Tuhan?". Pertanyaan ini berbicara secara khusus di hati saya, maka saya pun maju untuk didoakan. Bp. Karl menumpangkan tangannya atas saya dan mendoakan saya. Saat itu saya dipenuhi oleh Roh Kudus dan pengurapan Tuhan turun atas saya. Saya pun mengambil komitmen untuk memberikan diri saya dipakai Tuhan. Komitmen ini Tuhan perhatikan dan Ia gunakan untuk memakai hidup saya melayani Dia.

Sejak saat itu, kerinduan untuk berdoa besar sekali dalam diri saya. Saya mulai belajar melatih diri saya menggunakan pengurapan yang Tuhan sudah berikan. Pertama kalinya, saya mendoakan adik saya sendiri di rumah. Saya sangat bersukacita ketika dia dipenuhi oleh Roh Kudus saat saya doakan. Selain itu, saya mulai mendapatkan banyak penglihatan dari Tuhan.

Hari ini saya sedang menjalani panggilan hidup saya. Setelah cukup lama seolah-olah "terlupakan" di dalam panggilan ini, saya menemukan kembali pengurapan profetik dan healing yang pernah saya terima dahulu. Pengurapan ini saya terima melalui orang yang pertama kali mendoakan saya, Bp. Karl Hoekendijk. Pengurapan semacam ini adalah pengurapan yang tidak akan pernah hilang, dan harus terus kita kembangkan dengan rajin, agar semakin hari semakin nyata dalam hidup kita. Saya sendiri juga melakukannya, saya menjadi makin beriman, dan saya percaya Tuhan akan terus memakai saya bagi orang-orang yang membutuhkan kuasa profetik dan healing. Wahyu 12:10-12 berkata bahwa sekarang telah tiba waktunya, bukan saja keselamatan yang datang kepada kita, tapi juga kuasa. Inilah janji Tuhan yang terus saya pegang dalam hidup pelayanan saya. Salah satu wujudnya adalah melalui School of Believers (SOB) yang telah kita lakukan, ini untuk melatih orang-orang dalam hal pelayanan kuasa. Markus 16:17-18 juga menyebutkan mengenai tanda-tanda yang akan menyertai orang-orang yang percaya, jadi memang inilah pengurapan yang Tuhan sudah berikan bagi setiap kita.

Saat saya pertama kali mengambil keputusan untuk memberikan diri saya dipakai oleh Tuhan, saat itulah pengurapanNya turun atas saya. Sampai hari ini, pengurapan yang sama terus memperlengkapi saya untuk makin maksimal dalam melayani Dia. Kesempatan dan kehormatan untuk saya melayani Tuhan ini saya berikan bukan saja bagi gereja kita, namun juga untuk seluruh gereja-gereja lain yang membutuhkannya. Kita pun harus demikian, carilah sebanyak mungkin orang-orang yang memiliki pengurapan khusus dari Tuhan, untuk mementor hidup kita. Di sinilah Tuhan akan menurunkan pengurapanNya atas hidup kita, karena pengurapan itu diteruskan dari sang mentor kepada kita. Tuhan akan menuntun kita dalam panggilan hidup kita, dan Tuhan akan terus memperlengkapi kita dengan pengurapan itu. Inilah yang akan membuat kita makin maksimal dalam hidup dan pelayanan kita menjalani panggilan Tuhan. Tuhan memberkati.